Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Wacana’

Beberapa orang heran kepada saya… “bisa-bisanya beli peralatan musik dan sound sistem seperti orang mau usaha studio musik saja…..” padahal alat-alat itu hanya saya pakai buat nyanyi si hari libur di rumah…. nggak pernah disewakan…..

Ada teman saya yang sangat gila sama tanaman atau bunga, kalau ada tanaman cantik dan langka… berapapun ia mau merogoh koceknya untuk membeli, kadang saya heran juga beli tanaman terus mau ditempatin dimana… wong rumahnya sudah penuh bunga….

Ya…. kayaknya kita semua pasti mempunyai sisi boros ….. sekedar pemuas hati.. saluran atas tekanan disana-sini… kita lampiaskan pada satu dua sisi untuk menyalurkan hasrat kita…….kita menjadi tidak rasional untuk hal tersebut….

Sebaliknya, biasanya kita juga punya sisi pelit…… misalnya kalau saya… pelit banget beli gadget baru…. untuk hal ini saya termasuk late adopter…….

Bagaimana dengan anda ? apakah anda punya sisi boros dan sisi pelit ? baikkah hal ini ????

hmmmmm…. lagi cari pembenaran atas kelakuan sendiri nih…..

(tulisan awal….. yang ringan aja ….)

Iklan

Read Full Post »

Sebenarnya saya ragu menuliskan hal ini … akan bermanfaat atau malah menuai badai khususnya nasib anak saya ? yaah…., semoga anda menangkap niat baik saya.

Sabtu minggu lalu, kami diundang ke sekolah anak saya (anak kedua) sebuah SMPN terbaik di Jakarta Timur, dengan agenda persiapan UN dan silaturahmi kepala sekolah baru. Sebagai orang tua yang baik, tentu saja kami memenuhi undangan tersebut dengan antusias. Namun apa dikata …. Pertemuan ini menjadi sesuatu yang menggelikan dan menyisakan pertanyaan besar di benak para orang tua ….. “Apa lagi Ini ????” ….

Begini cerita lengkapnya :

Sekitar pkl 07.50 saya sudah sampai disekolah (undangan jam 08.00), masuk ke ruang pertemuan sudah ada sekitar 20-30 orang tua, dan para orang tua terus berdatangan memenuhi ruangan (kapasitas 150-200 org) yang sudah tertata apik, dengan full karpet, tanaman hias, organ, TV monitor besar dan layar infocus.

Kami dengan sabar menanti walau jam telah menunjukkan angka lebih dari jam 08 pagi. Kami pun bertegur sapa dengan sesama orang tua murid. Tiba-tiba seseorang masuk keruangan dengan berteriak lantang kepada kami : “Keluar-keluar ……. Ayo cepat keluar-keluar …….keliling dulu …… lihat kelas-kelas……. Ayo …… cepat-cepat ….. keluar….”

Tentu saja kami kaget, kok tanpa sopan santun kepada orang tua… tiba-tiba saja meyuruh keluar layaknya menyuruh anak-anak yang nakal. Sambil berbisik-bisik dan bergumam mempertanyakan “siapa sih ? kok begitu amat ?” kamipun mencoba tetap respek mengikuti komandonya untuk berkeliling melihat kondisi kelas dan sekolah secara keseluruhan.

Dalam hiruk-pikuk tsb, kami mengetahui ternyata sang komando tsb adalah kepala sekolah yang baru. O..Ou….. sikapnya terhapuskan oleh kondisi sekolah yang cukup banyak perubahan dari sisi kebersihan dan penampilan. Lantai, bangku, dinding semua terlihat fresh.

Setelah selesai berkeliling, kami kembali digiring masuk ruang pertemuan dan acara dibuka oleh MC dilanjutkan lantunan lagu dari salah seorang murid diiringin pemain organ murid smp juga, so far so good ! Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah yang baru, namun sebelum memulai, MC menyampaikan biodata kepsek dan juga video beliau saat penyambutan/pelantikan sebagai kepala sekolah sekitar 1 bulan yang lalu.

Nah berikutnya, mulailah sang komando beraksi …. Dengan gaya meledak-ledak … bapak kepala sekolah yang baru mengajak kita bershalawat bersama …..( shatalulloh…. Salammullah… alathoha…. Rasulillah …. dst) layaknya di sebuah acara pengajian. Kita tersenyum…… bahkan sebagian orang tua yang non muslim (ini sekolah negeri bukan sekolah islam) menundukkan kepala dan mungkin dalam hatinya … apaan sih……

Kembali lagi dengan gaya seorang guru kepada murid “ ….. ayo bapak-ibu yang keras dong…..jangan lemes gitu …. Sekarang ibu-ibu dulu …….trus gantian bapak-bapak ….. trus ayo bareng ……… dengan rasa respek kami orang tua mengikuti komandonya sambil tersenyum ….”

Selesai dengan shalawat…… mulailah beliau menceritakan dirinya…. Jadi kita mendapatkan lagi biodata beliau (padahal tadi sudah ditayangkan)….. bedanya ini diceritakan oleh tokoh aslinya. Tentu lebih seru karena ledakan dan guyonan dan aktingnya yang luar biasa… namun isinya semua sama dengan yang ditayangkan tadi yaitu antara lain :

Anak seorang pejuang kemerdekaan, ayahnya ikut mengantar bung karno ke rengasdengklok

Pendidikan lulus S2, sedang melanjutkan S3

Mantan kepsek SMPN ….. (saya lupa yang jelas bukan smpn unggulan)….

Selesai dengan acara yang berbau narsis…hehehe (nggak apa-apa lah… kadang kita juga suka narsis kan….)… selanjutnya beliau bertanya : “Bagaimana bapak-ibu sudah lihat perubahan yang terjadi di sekolah ini ? saya belum 1 bulan loh bu ( tepatnya 1 bulan kurang 1 hari)…. Tapi bapak/ibu lihat …… dst……” Pada prinsipnya beliau mengatakan saya bekerja keras dengan semangat baru melakukan perubahan berarti di sekolah ini.

Sampai disini….. kami pikir…. Oke…terimakasih, salut juga deh…… walaupun sikap dan perilakunya agak-agak “berbeda”. Namun, rasa salut itu tidak lama …..setelah beliau mengatakan bahwa semua renovasi sekolah ini …… belum dibayar …ALIAS NGUTANG…….!

Dan berikutnya beliau menekankan kepada kami para orang tua untuk menanggung biaya tsb. Beliau memotivasi para orang tua dengan ikut prihatin dan berjuang untuk pendidikan bangsa ini (anak pejuang) dan rasa ikhlas membantu kesejahteraan guru (dari sudut agama).

Dalam upayanya meyakinkan kita, beliau tidak segan-segan sampai duduk dilantai dengan kaki meronta-ronta mempraktekkan kalau anakanak bisa jatuh karena bangku sekolah yang rusak, juga menggunakan kata-kata … seperti ……”pikir….men…pikir…!!!” saat mempertanyakan bagaimana kita bisa maju kalau nggak pakai uang sumbangan dari orang tua.

Dengan KepSek yang lama, sejak kelas 2 SMP (anak saya masuk sekolah tsb mulai kelas 2)…. Tidak ada sama sekali pungutan biaya sepeserpun ! jadi sekolahnya gratis-tis… sesuai janji pemerintah. Tapi, ini yang dikritik kepsek yang baru. Beliau mengatakan ” saya menangis setelah tahu bahwa kepsek disini dibelenggu karena tidak boleh pungut iuran……”

Setelah masalah fasilitas/sarana pendidikan, beliau dibantu dengan Komite sekolah menyampaikan juga rencana perpisahan yang akan diselenggarakan di Balai Sudirman ! Waow…. Balai Sudirman….Salah satu gedung mewah di DKI. Beliau mengingatkan … jangan kecewakan anak-anak….. anak-anak sudah setuju…. Dan biaya 160jt juga ditanggung orang tua. Belum lagi acara pisah sambut kep sek….. mereka meminta lagi bantuan ortu, biaya sekitar 17 jt ! Buku Tahunan 75 Jt…..

Karena komite tetap tidak boleh memungut dana dari ortu, maka beliau melakukan ide terobosan (yang beliau sangat bangga dengan ide ini), yaitu membentuk organisasi “Pemerhati Pendidikan”. Iuran tidak ditetapkan, tetapi berdasarkan keihklasan orang tua. Yang tidak mampu, tidak perlu iuran. Untuk itu mereka langsung menyebarkan amplop untuk uang tunai tanpa nama dan form untuk menjadi anggota pemerhati pendidikan dengan janji nilai sumbangan.

Sementara materi utama persiapan UN, hanya disampaikan jadwal ujian saja. Serta hasil try out yang dilihat sekilas tanpa dibahas. Masalah hasil try out bisa ditanyakan langsung ke wali kelas setelah pertemuan ini … begitu katanya.

Dan yang bikin gemes…….. tidak ada acara tanya-jawab….. karena waktu habis, dan kelompok/ortu berikut sudah menunggu untuk masuk ruangan. Acara langsung ditutup. Sebagian orang tua ngomel……. “Kalau cuma begini ngapain datang ya….. ngomongnya persiapan ujian… kok malah cuma minta duit…..”.

Ada lagi yang lebih mengejutkan ! saat saya menceritakan hal ini kepada anak saya, anak saya memberikan informasi baru …. : “oh pantes aja yah….beberapa waktu yang lalu mamanya temen adek bilang… “hati-hati tuh sama kepsek yang baru, kayaknya calon…….(maaf saya ggak sampai hati menulisnya disini), masak kita disawer…”

Jadi, beliau telah mengundang sebagian kecil ortu untuk mau dijadikan pengurus Pemerhati Pendidikan dan saat pertemuan itu, beliau memberi uang…….Waduh….. apa maksudnya ini ???

Bagaimana pendapat anda tentang perilaku kepsek baru ini ??

Menurut saya, point penting yang harus diperbaiki adalah :

  1. Sebagai pendidik, seharusnya mencontohkan sikap dan perilaku yang sopan dan santun.
  2. Bila ingin mencari jalan keluar masalah dana, maka perlu ada transparansi terlebih dahulu …. Berapa dana dari pemerintah , berapa yang seharusnya dibutuhkan, baru terhitung berapa kekurangan. Bila ini tidak dilakukan, maka pemungutan dana dari orang tua hanya akan mengundang Fitnah !
  3. Dalam kondisi ekonomi dan dunia yang sedang prihatin, juga antisipasi kebutuhan biaya pendidikan masuk SMU, pantaskah kita bermewah-mewah (pesta perpisahan di balai sudirman, dll)

Ada komentar, pendapat atau saran dari anda ?

Read Full Post »

Kelas international di SMA Negeri mengikutkan anak-anak menempuh ujian O-level dan A-level.  Bila lulus dengan O-level (umumnya pertengahan kelas XI) maka siswa bisa  melanjutkan ke A level.  Sertifikat O-level sebenarnya sudah bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan program ke S1 tetapi melalui jalur diploma sekitar 1,5-2 tahun, dan masih memungkinkan melanjutkan ke jenjang S1 sekitar 2-3 tahun lagi.

Yang mengherankan…. A level diluar negeri bisa ditempuh dalam waktu 8 bulan saja karena sudah fokus pada jurusan di universitas atau college yang dituju.  Sementara kalau di Indonesia, anak-anak harus menempuhnya sekitar 1,5-2 tahun… beban ini menjadi berat karena siswa selain 5 mata ajaran khusus kelas international (Bhs Inggris, matematik, fisika, kimia, biologi) juga masih harus menempuh mata ajaran nasional yang jumlahnya seabrek……

Kelas international di Indonesiapun dituntut untuk ikut juga ujian nasional …. sebuah beban berganda … !

Padahal sertifikat cambrige (0-level dan A-level) diakui oleh dunia…. sehingga siswa bisa dengan mudah melanjutkan ke jenjang diploma atau S1.  Tetapi jika siswa kelas international SMA negeri karena sesuatu hal ingin melanjutkan ke PTN, maka sertifikat cambrige tsb tidak berlaku, siswa dituntut untuk ikut Ujian nasional …..  Apakah mutu PTN lebih hebat dari sekolah-sekolah ternama di luar negeri ?

berikut komentar salah satu murid berprestasi di kelas international ….

reccarebellion // Februari 22, 2008 at 4:30 pm (edit)

a ya setuju. Keanehan lain d Indonesia, sertifikat yg diakui internasional tdk mau (belum lah) diakui. Seperti ujian dari Indonesia itu tdk setaraf dgn A-level saja.. Jangan2 mereka mengganggap ujian Indo lebih bermutu?
Kalau menurut saya lebih bagus tes dari cambridge karena soal-soalnya bkn hny teori semata seperti di Indonesia, namun mengajak berpikir untuk aplikasi.. =)

Sepertinya Pemerintah / Dikmenti masih bingung dan belum siap dengan program kelas international ini….. anak-anak dan tentu saja orangtuanya juga menjadi korban ketidaksiapan konsep kelas international ini …….

Read Full Post »

Saya punya banyak teman keturunan tionghoa, dan sering mendengar keluhan mengapa mereka dianggap bukan orang Indonesia, dipinggirkan, dianggap sebagai warga kelas dua bahkan dibenci …..

Padahal mereka sudah merasa benar-benar menjadi orang Indonesia, dan mereka semua orang baik, sering lebih baik dari WNI asli …… saat kerusuhan Mei 98, saya bahkan tidak tega karena salah satu teman keturunan tionghoa saya yang pintar, tekun dan baik sekali, ketakutan dan sangat frustasi akan kejadian tsb…

Kenapa kita selalu menganggap orang cina itu pelit, licik, dll yang negatif ?

Saya pernah membaca di Harian Kompas sekitar tahun 1999 atau 2000.. (saya lupa karena sudah lama) ….. disitu ada artikel yang merupakan opini/analisis penulisnya apa penyebab kita semua manjadi membenci cina ! walaupun sudah lama, tapi mungkin cukup penting untuk dishare khususnya yang belum membacanya.

Menurut artikel tsb, perbedaan antar suku itu biasa, tetapi kenapa pada cina perbedaan itu menjadi kebencian yang berbeda ?

Menurutnya kebencian ini mulai terpupuk dengan ditampilkannya pengusaha cina untuk dijadikan sapi perah pemerintah….. menurutnya, secara terencana (karena sang penguasa saat itu punya pengalaman berbisnis haram dengan cina) Ia memunculkan pengusaha cina yang kurang baik tetapi dijadikan mitranya … dan di lain pihak kebencian terhadap cina disebarkan ….

Tujuannya jelas membuat pengusaha cina ini menjadi sapi perah dan mereka akan terus terikat dengan sistem yang secara jenius dia bangun …. sama jeniusnya dengan menyebarkan budaya korup pada aparat terkait hingga para aparat pun terikat kontrak tak resmi dengannya.

Saya kira skenario ini … masuk akal juga ….. karena dibalik pengusaha brengsek cina, banyak pengusaha ideal yang sangat nasionalis keturunan cina.  Mereka diam (silent majority) tetapi terus bekerja dan berkarya bagi bangsa dan negara …..Kita pun termakan oleh kebencian yang tanpa kita sadari menjadi melekat menjadi paradigma kita ….

Bila bangsa ini mau maju, maka apapun yang menjadi asset, sumber daya…. harus kita manfaatkan seoptimal mungkin, terlepas dari percaya atau tidak pada skenario di atas.  WNI keturunan tionghoa adalah asset yang luar biasa karena mereka secara umum punya mental rata-rata yang lebih kuat dari WNI asli, mereka lebih tekun, lebih gigih …, dan juga banyak yang pintar luar biasa …..

Read Full Post »

Kontrol atau pengawasan adalah alat manajemen yang sudah kuno ! jangan membanggakan Pengawasan Melekat yang sering dijargonkan birokrat pemerintah, jangan lagi membanggakan bahwa perusahaan ini sudah melalui kontrol yang ketat …! Anda akan ditertawakan oleh manajemen baru yang jauh lebih efektif …..

Ini perubahan paradigma ! paradigma baru ini sebenarnya didasari juga oleh teori motivasi lama yaitu teori Y Mc Gregor ! Manusia pada dasarnya ingin bekerja dengan baik.  Artinya tanpa dikontrol secara naluri kebanyakan manusia dikebanyakan waktunya ingin berbuat baik.  Bila ybs tidak melakukan dengan baik… pasti ada suatu masalah… dan sebagai pemimpin kita wajib menyelesaikan masalah / menyingkirkan hambatan tsb

Perubahan paradigma ini semakin kuat seiring dengan gerakan Total Quality Management  yang mengajarkan bahwa hilangkan ketergantungan pada inspeksi…. tapi kerjakan dengan benar sejak awal ! Ya .. inspeksi atau kontrol adalah suatu pekerjaan yang terlambat… dan merupakan pemborosan ! Buatlah sistem agar bisa mengerjakan dengan benar sejak awal !

Dampak perubahan paradigma ini lebih jelas bila kita ilustrasikan dengan seorang salesman yang diminta mengisi form kunjungan ke customernya.  Dengan paradigma lama (kontrol)… maka pengisian form kita perlukan karena kita tidak percaya pada mereka, maka alat kontrolnya adalah form tsb !

Akibatnya ….. salesman merasa diawasi … dan ia akan bertendensi untuk mengisi form sesuai harapan … karena bila tidak sesuai harapan akan berakibat pada punishment.  Selanjutnya iapun akan menyembunyikan keburukan yang terjadi dan akan cenderung menekankan kebaikan-kebaikan.  Hasilnya …. form tsb tidak menggambarkan keadaan sebenarnya ….

Dengan paradigma baru, Form adalah alat feedback dari sistem yang kita bangun, bukan alat kontrol.  Feedback ini untuk masukan semua pihak dalam sistem tsb… bukan untuk menyalahkan/ menghukum atau seseorang ! salesman akan merasa aman untuk menyampaikan kondisi apa adanya …..karena tidak dikaitkan dengan punishement pada mereka, tapi masukan untuk perbaikan sistem.

Jadi dengan bentuk output yang sama (form Kunjungan Salesman) tapi menggunakan paradigma berbeda maka efektivitas hasil yang didapat akan jauh berbeda.

Satu hal lagi…, dengan kita mempercayai karyawan..mendelegasikan tugas kepada mereka …penelitian menunjukkan bahwa karyawan tsb akan merasa bangga dan lebih all out dalam bekerja ….. artinya justru produktivitasnya meningkat, beban tugas terbagi, biaya kontrol berkurang …..ujung-ujungnya  produktivitas keseluruhan dan daya saing meningkat.

Anda Percaya semua hal di atas ? 

Kalau anda memilih untuk lebih siap menghadapi tantangan milenium baru … maka anda harus belajar untuk percaya …..

Read Full Post »

Kemarin di3va yang dulu dikenal 3 Diva mengadakan konser untuk promo album baru mereka di balai sarbini dan disiarkan secara langsung oleh RCTI ! banyak sekali artis yang datang menonton dan juga bintang tamunya seperti Melly, Andra & the Backbone, RAN. Secara umum cukup menghibur.

Saya pribadi sangat mengagumi personil di3va tsb. Selain totalitas dalam profesinya, kualitas dan karakter mereka kuat sekali. Tapi menurut opini saya, konser mereka mengalami penurunan kualitas dibandingkan saat mereka bersinergi dengan Jay Subiyakto dan Erwin Gutawa. Inilah harga yang harus dibayar atas terpecahnya kolaborasi para jagoan di industri musik ….

Berikut beberapa contoh menurunnya kualitas menurut opini saya :
1. Saat mereka bernyanyikan lagu “ekspresi” dan turun ke bangku penonton … terlihat kekacauan dimana Titik memberikan mike kepada harvey, sementara ke 2 diva yang lain memberikan mike juga kepada yang lain… titiek sampai berteriak 2 kali… “harvey malaiholo” ….. tapi uthe dan KD terus sibuk juga dengan yang lain … sehingga terkesan kacau balau….tanpa persiapan …. spontan yang tidak enak dan tidak harmonis untuk didengar ….

2. Aransemen musik dan lagu secara keseluruhan juga terkesan kurang greget dan megah … pecahan suara, harmonisasi tidak lebih baik dari AB three rasanya. Maaf mas andi… saya sangat kagum dengan mas andi saat menangani Indonesian idol yang begitu cerdas, current (kata simon), asyik bangetlah…. tapi mengapa tadi malem kecerdasan dan kekinian mas andi seperti tertelan oleh bayang-bayang Erwin Gutawa …

3. Kostum … waduh…. jauh dari kesan Diva yang glamour …. bahkan celana panjang hitam Titiek DJ terlihat berlipat-lipat/kerut di bagian pahanya saat di close up … kedodoran ? atau cutting yang kurang pas dengan tubuh titiek yang kembali gemuk ?

4. Dialog atau perbincangan di antara ke 3 diva saat jeda antar lagu … juga terkesan tidak disiapkan secara matang….. spontan baik… tapi sebagai 3 diva harusnya perbincangannya bisa lebih berbobot….setiap kata mengandung makna dalam dan menghibur …. KD, Uthe dan Titiek malam itu seperti bingung berkata-kata mengenai cinta yang efektif ….

Beruntung ada hiburan dari RUN yang energik, dan juga bintang tamu lain serta banyaknya penonton kalangan artis dari titiek puspa, vina panduwinata, harvey, yuni shara, personil elfa singer, tika panggabean, presenter indi barenz & indra, erwin parengkuan, sampai mantan penyanyi cilik ira maya, dan banyak lagi lainnya ….

Sayang, sayang sekali kolaborasi yang luar biasa.. sebuah asset yang berharga dari panggung hiburan indonesia..kini sudah menjadi masa lalu saja….. saya tidak menyalahkan ke 3 diva yang cantik-cantik tsb, karena kelihatannya mereka dan manajemennya sudah berusaha maksimal untuk berunding dengan Erwin dan Jay … tapi akhirnya tidak ada kesepakatan yang diharapkan ……

Anak saya berkomentar wah .. kok jadi di3va ya ? … menurutnya Di3va  mengandung kata “die” di awal…. jangan-jangan karier mereka akan ….. ! Aduh…. semoga jangan ya ! ayo Titiek, Uthe dan KD buktikan bahwa keputusan kalian berpisah tetap akan mempertahankan kualitas …. lagu barunya lumayan enak di telinga kesan popnya kuat sekali ….

tapi untuk gelar konser perlu kerja keras lagi kelihatannya….. selamat berkarya …. saya tetap menantikan …karena termasuk pengagum anda bertiga ….

Read Full Post »

Beberapa waktu terakhir ini Polisi Wilayah Bogor melakukan sidak ke beberapa perusahaan swasta di daerah Bogor untuk memeriksa apakah perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan software yang resmi berlisensi atau bajakan !  Ada beberapa dari perusahaan tersebut tertangkap basah dan kemudian barang bukti CPUnya dibawa ke kantor polisi, pegawainya di interogasi  .. bahkan ada yang ditahan ……

Oleh karena itu hati-hatilah yang masih pakai software bajakan…..!  karena perusahaan raksasa software dunia sudah mengincar Indonesia dan negara asia lainnya sejak 2 atau 3 tahun yang lalu…. beberapa perusahaan besar sudah mempersiapkan dengan mendaftarkan seluruh softwarenya sejak 2-3 thn lalu agar berlisensi resmi … tapi perusahaan kecil dan menengah …… ? banyak yang belum siap. 

Bahkan katanya mereka pun akan sidak/sweeping ke cafe-cafe atau tempat hang out untuk mengecek licensi software di laptop pengguna …. beruntung laptop saya sudah licence semua softwarenya … hehehe

Dari sudut hak cipta tentu ini sangat bagus… agar bangsa ini tidak dicap sebagai bangsa pembajak… yang tidak menghargai hak cipta.  Tapi coba anda bayangkan …. berapa besar pengguna software bajakan di indonesia dan negara-negara berkembang lainnya …..

Dengan sistem pasar yang menyerupai monopoli …… mereka menetapkan harga yang sangat tinggi bagi ukuran Indonesia…… apakah ini cukup fair ? Bagaimana kelanjutan bisnis software raksasa ini kedepan setelah menekan konsumen dan bahkan bekerja sama dengan aparat kepolisian ???

Apakah gerakannya akan membuat pengusaha kita tercekik karena biaya adminstrasi mereka serta merta melonjak, sementara mereka mereguk untung yang luar biasa  ?

Atau akan ada alternatif software baru yang lebih murah ?

Atau akan ada serangan balik dari konsumen yang juga luar biasa besarnya dalam menciptakan keseimbangan posisinya untuk menekan biaya ?

Terus terang saya sangat awam tentang IT ini… juga hukum ekonomi ……mungkin para pakar IT di Indonesia bisa membantu menyelesaikan masalah ini secara lebih arif ?

Kita tentu berharap penyelesaiannya bisa win-win … baik bagi konsumen maupun bagi perusahaan-perusahaan software tsb……

Read Full Post »