Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Buku’ Category

Saat ini innovasi diberbagai bidang seperti bidang bioteknologi, nanoteknologi, atau juga dibidang kedokteran, pangan, teknologi informasi, dll semakin pesat.  Apakah kita hanya akan menjadi pengguna, atau bahkan hanya sebagai penonton ?

Dengan perkembangan teknologi internet, web, dan komunitas berbasis web, disertai juga kenyataan bahwa sumber daya semakin langka dan mahal, informasi semakin terbuka dan menyebar dengan cepat, mampukah Indonesia bersaing dengan negara maju ?

Kalau kita ingin mengejar ketertinggalan, kita harus mampu menghasilkan juga suatu terobosan, sesuatu yang bisa menjadi trend setter ! Dimana salah satu peluang Indonesia ?

EMPAT LENSA merupakan sebuah pengembangan pemikiran anak bangsa, suatu  innovasi luar biasa dalam bidang kepemimpinan. Karena merupakan pemikiran yang inovatif, maka banyak hal kontroversial di dalamnya, banyak yang terkesan tidak masuk akal, tidak realistis…. Tapi begitulah sifat suatu terobosan ….. ia memutarbalikkan kebiasaan kita saat ini.

Dengan kacamata EMPAT LENSA praktek-praktek  manajemen yang umum dilakukan saat ini seperti kontrol, presisi, disiplin, stabilitas, struktur formal dan berjenjang, strategi jangka panjang, hukuman dan penghargaan, menjadi tidak relevan lagi.

Ubahlah cara pandang melihat pengetahuan, melihat sistem atau lingkungan kita, melihat data dan melihat manusia. Dengan cara pandang baru ini, kita akan belajar dengan efektif dan terus menerus meningkatkan diri, membagi kewenangan secara optimal pada semua pihak, mengambil keputusan secara tepat dan bijak.

EMPAT LENSA membutuhkan keterbukaan cara berfikir, membutuhkan keberanian luar biasa dalam menerapkannya.  Namun hasil yang didapatkan sungguh mahadahsyat.  Dengan tehnik kepemimpinan yang tepat, kreativitas, kegigihan, antusiasme dan sinergitas akan menghasilkan suatu energi yang luar biasa, suatu hasil yang diluar ekspektasi, yang tak pernah anda bayangkan.

Ini adalah sebuah opportunity bagi bangsa kita bila ingin melompat jauh mengejar ketertinggalan. Bukan menjadi bangsa yang ikut-ikutan….. Anda mau menjadi pemenang di dunia baru ? Adopsilah EMPAT LENSA !

Dapatkan segera buku EMPAT LENSA di toko buku kesayangan anda !

Read Full Post »

Masih hangat dalam ingatan kita, bagaimana pemerintah melalui RPM Konten Multimedia ingin mengontrol internet, facebook, dll.

Dengan teknologi internet, web dan maraknya komunitas berbasis web ini, menyebabkan semakin bebasnya orang berekspresi, dan  juga semakin terbukanya kesempatan orang menjadi pemimpin, menggiring opini publik.

Kita sudah sama-sama menjadi saksi, bagaimana komunitas facebooker mengawal dan mengarahkan kasus bibit chandra…

Perkembangan komunitas dan juga bisnis bisa menjadi sangat liar dan tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Saat ini siapapun, termasuk anda, mempunyai peluang menjadi pemimpin yang efektif, pemimpin yang berskala global.  Dapatkah anda bayangkan, bagaimana perkembangan organisasi atau komunitas serta konsep bisnis baru ke depan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih ?

Sayangnya perubahan yang terjadi, tidak diikuti dengan perubahan praktek-praktek manajemen dan kepemimpinan.  Pemimpin yang masih menginginkan kontrol yang ketat akan menjadi tidak efektif dalam kondisi saat ini.

Bayangkan bagaimana anda bisa mengontrol kontent dari facebook, twitter, dlsb ? Tentu sangat sulit ! Komunitas melakukan kontrol dan koreksinya sendiri.  Ini pun terjadi dalam organisasi kita, dalam komunitas kita.  Sulit kita melakukan kontrol terhadap karyawan atau anggota yang tersebar secara geografis, dan mempunyai akses informasi yang mudah didapat, serta ditambah perubahan lingkungan yang sangat cepat.

Usaha kontrol walaupun masih memungkinkan, namun menjadi sangat tidak efektif dan efisien.  Mengapa tidak sebaiknya mereka diberi wewenang lebih (delegasi), dan kebebasan berkreasi ? Namun seberapa besar kita beri kebebasan ? sejauh mana kita memberi rambu-rambu ?

Perubahan dunia, tentu memerlukan perubahan cara memimpin.  Perubahan cara memimpin tentu memerlukan perubahan  paradigma jika ingin tetap efektif.

Paradigma Empat Lensa memberikan kesempatan bagi anda untuk lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi.  Dengan Empat Lensa kita akan lebih memahami pengetahuan dan pembelajaran, lingkungan, data dan manusia.

Dengan membaca Empat Lensa SBY diharapkan dapat lebih meningkatkan efektivitas keputusannya, misalnya  dalam kasus RPM Kontent multimedia, Kasus Century, ataupun kasus-kasus lainnya.  SBY juga perlu berfikir ulang apakah perlu menggemukkan kabinetnya atau merampingkan kabinetnya.

Selain itu SBY ataupun presiden pengganti nantinya mungkin harus lebih berani memberi kesempatan pada anak-anak muda agar lebih kreatif, cepat bertindak dan memahami perubahan dunia saat ini.  Jangan anggap anak muda tidak dapat berfikir bijak.

Empat lensa mungkin terkesan nyeleneh, kontroversial, terlalu idealis, kurang aplikatif. Namun, jangan salah…., kami sudah membuktikan filosofi empat lensa sangat efektif diterapkan.

Kalau Indonesia mau melakukan lompatan jauh mengejar ketertinggalan, maka terobosan paradigma ini merupakan kesempatan bagi kita.  Ya…. ini sebuah terobosan, sebuah lompatan, untuk hasil yang bukan sekedar baik…tapi untuk hasil yang Maha Dahsyat !  Ayo Indonesia Bangkit dan kejar ketertinggalan.

Jangan ragu untuk berubah, jadilah yang terdepan ……mengutip nasihat AA Gym : mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang kecil, mulailah hari ini……

Bacalah Buku : Empat Lensa – Karya Iman Progoharbowo !

Di toko buku kesayangan anda

Harga  Rp. 59.000,-

Read Full Post »

Buruk, Jelek, bodoh…. adalah sebutan yang dibuat manusia. Namun semua ciptaan Tuhan sebenarnya adalah baik.  Ini perlu disadari oleh kita…. Kadang sebutan buruk menyebabkan tenggelamnya sebuah potensi hasil kreasi sang maha pencipta.

Jangan mengubur potensi yang ada pada setiap Individu ! Setiap Individu memang unik, dan keunikan itu bisa menjadi potensi maha dahsyat bila kita memahaminya, bila kita mensyukuri karunia Illahi.

Kuncinya ada pada kita masing-masing, bagaimana kita menghargai keunikan itu, lalu berilah kesempatan untuk berkembang. Malcolm Gladwell dalam bukunya ‘outlier‘ membahas apa yang menjadi kunci orang-orang yang luar biasa

Outlier dalam bahasa statistik umumnya diartikan data pencilan, Gladwell membahas bagaimana orang-orang outlier (orang-orang yang sukses luar biasa) bisa mendapatkan kesuksesannya.

Pohon Ek yang tumbuh tinggi dan kuat di hutan, bukan karena tumbuh dari biji yang paling kuat ! Tapi karena mendapat sinar matahari penuh (tdk ada pohon yg menghalangi), tanahnya subur, tidak ada kelinci yang mengunyah kulit kayunya saat masih kecil, tidak ada tukang kayu yang menebangnya.

Penelitian terhadap bintang hockey  di Amerika, menunjukkan fenomena menarik terhadap tanggal  kelahiran dan sistem pendaftaran.   Maksudnya, ternyata sang bintang  hockey menjadi hebat karena  sejak kecil telah mendapat keuntungan kesempatan.  Ternyata sang bintang  rata-rata lahir di bulan januari-maret, sementara waktu pendaftaran setiap januari.

Karena keuntungan tanggal kelahiran tersebut, ia mempunyai tubuh yang lebih besar, mempunyai kesempatan latihan lebih banyak saat evaluasi, lalu menjadi ‘terkesan lebih berbakat’.  Karena dianggap lebih berbakat,  ia diberi porsi latihan lebih banyak lagi dan lebih baik (masuk team khusus), dan selanjutnya keahliannya jauh meninggalkan teman-teman lainnya.

Demikian juga dengan pemain biola, menjadi hebat karena ia mempunyai lebih banyak waktu latihan dibanding yang lain. Para pemusik hebat ternyata mempunyai jam latihan yang sangat intens. Penelitian menunjukkan,  tidak ada pemusik alami (hebat tanpa latihan), ataupun pemusik yang telah bekerja keras tetapi tidak menjadi ahli.

The beatles menjadi hebat, karena ia punya waktu berlatih setiap hari di sebuah pub di Jerman dengan berbagai jenis musik selama lebih dari 25000 jam.  Demikian juga Bill Gates, menjadi ahli komputer, karena sejak sekolah ia punya kesempatan jauh lebih banyak bermain komputer dibandingkan anak-anak pada jamannya.

Apa arti semua ini ? Artinya,

  1. Jangan begitu mudah memfonis setiap orang tidak punya potensi. Jangan terlalu mudah mengelompokkan orang, apalagi mencap tidak punya potensi
  2. Semua orang punya potensi yang dapat dikembangkan, hanya kadang kita saja yang belum melihat potensinya.
  3. Sedangkan bagi diri sendiri, ayo gali potensi… kuncinya raih kesempatan dan rajin berlatih. Jangan mudah menyerah …..

Ada lagi yang ingin menambahkan ?

NB : postingan ini postingan ulang, karena postingan lalu agak error bila disearch.

Read Full Post »

Buruk, Jelek, bodoh…. adalah sebutan yang dibuat manusia. Namun semua ciptaan Tuhan sebenarnya adalah baik.  Ini perlu disadari oleh kita…. Kadang sebutan buruk menyebabkan tenggelamnya sebuah potensi hasil kreasi sang maha pencipta.

Jangan mengubur potensi yang ada pada setiap Individu ! Setiap Individu memang unik, dan keunikan itu bisa menjadi potensi maha dahsyat bila kita memahaminya, bila kita mensyukuri karunia Illahi.

Kuncinya ada pada kita masing-masing, bagaimana kita menghargai keunikan itu, lalu berilah kesempatan untuk berkembang. Malcolm Gladwell dalam bukunya ‘outlier‘ membahas apa yang menjadi kunci orang-orang yang luar biasa

Outlier dalam bahasa statistik umumnya diartikan data pencilan, Gladwell membahas bagaimana orang-orang outlier (orang-orang yang sukses luar biasa) bisa mendapatkan kesuksesannya.

Pohon Ek yang tumbuh tinggi dan kuat di hutan, bukan karena tumbuh dari biji yang paling kuat ! Tapi karena mendapat sinar matahari penuh (tdk ada pohon yg menghalangi), tanahnya subur, tidak ada kelinci yang mengunyah kulit kayunya saat masih kecil, tidak ada tukang kayu yang menebangnya.

Penelitian terhadap bintang hockey  di Amerika, menunjukkan fenomena menarik terhadap tanggal  kelahiran dan sistem pendaftaran.   Maksudnya, ternyata sang bintang  hockey menjadi hebat karena  sejak kecil telah mendapat keuntungan kesempatan.  Ternyata sang bintang  rata-rata lahir di bulan januari-maret, sementara waktu pendaftaran setiap januari.

Karena keuntungan tanggal kelahiran tersebut, ia mempunyai tubuh yang lebih besar, mempunyai kesempatan latihan lebih banyak saat evaluasi, lalu menjadi ‘terkesan lebih berbakat’.  Karena dianggap lebih berbakat,  ia diberi porsi latihan lebih banyak lagi dan lebih baik (masuk team khusus), dan selanjutnya keahliannya jauh meninggalkan teman-teman lainnya.

Demikian juga dengan pemain biola, menjadi hebat karena ia mempunyai lebih banyak waktu latihan dibanding yang lain. Para pemusik hebat ternyata mempunyai jam latihan yang sangat intens. Penelitian menunjukkan,  tidak ada pemusik alami (hebat tanpa latihan), ataupun pemusik yang telah bekerja keras tetapi tidak menjadi ahli.

The beatles menjadi hebat, karena ia punya waktu berlatih setiap hari di sebuah pub di Jerman dengan berbagai jenis musik selama lebih dari 25000 jam.  Demikian juga Bill Gates, menjadi ahli komputer, karena sejak sekolah ia punya kesempatan jauh lebih banyak bermain komputer dibandingkan anak-anak pada jamannya.

Apa arti semua ini ? Artinya,

  1. Jangan begitu mudah memfonis setiap orang tidak punya potensi. Jangan terlalu mudah mengelompokkan orang, apalagi mencap tidak punya potensi
  2. Semua orang punya potensi yang dapat dikembangkan, hanya kadang kita saja yang belum melihat potensinya.
  3. Sedangkan bagi diri sendiri, ayo gali potensi… kuncinya raih kesempatan dan rajin berlatih. Jangan mudah menyerah …..

Ada lagi yang ingin menambahkan ?

Read Full Post »