Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘RCTI’

Kisruh PSSI, Antasari, Sri Mulyani, Nazarudin, Soeharto, Megawati, SBY dll  tak bedanya seperti tokoh sinetron.  Sementara sinetron tanpa kualitas masih terus tayang dengan cerita yang serba berlebihan dan tidak masuk akal, … kita geram!!!! …ternyata itu semua cerminan kehidupan bangsa ini…. banyak kejadian sosial politik mirip dengan cerita sinetron.

Kebenaran jungkir balik, sang penjahat terus berjaya bahkan menjadi pahlawan……. Kejujuran dan moral yang baik terpojok dan menjadi asing, orang-orang dengan mudah tergiring informasi tak peduli sebodoh apapun informasi itu. Penjahat tidak tertangkap tangkap dan terus melakukan kejahatan, orang baik teraniaya.. dan seterusnya….

Mungkin anda masih ingat drama sinetron saat Megawati dipojokkan bahkan dizhalimi oleh rezim orba, dalam sekejab Mega menjadi simbol perjuangan reformasi dan terus menanjak popularitasnya hingga menjadi pemimpin partai terbesar, tak berapa lama muncul gerakan Asal Bukan Mega…..dukunganpun berbalik, dan akhirnya Mega tersungkur….dan tak sedikit yang mencibir Mega hingga kini.

Saat awal gerakan reformasi, kita pun rasanya punya musuh bersama….. Soeharto harus turun. Rasanya saat itu hampir semua rakyat sependapat.  Dan kini setelah reformasi berjalan lebih dari 10 tahun…… Soeharto kembali dirindukan….. sementara makin banyak yang mempersalahkan  gerakan reformasi ……

Kemudian… muncul terus sinetron lainnya seperti kasus Bibit Candra… Antasari …Century dan Sri Mulyani….gayus tambunan…dll…Saya secara pribadi sangat kehilangan tokoh-tokoh sekelas Antasari dan Sri Mulyani dalam kancah republik ini dan sayapun tak habis pikir bagaimana beraninya Gayus Tambunan menawarkan diri menjadi pahlawan pemberantasan korupsi….. beruntung skenario Gayus menjadi pahlawan ini tidak terjadi (atau belum ya ???)..

Kasus yg masih gress  adalah kemelut dalam tubuh PSSI.  Coba perhatikan, saat Arifin Panigoro mendirikan LPI dan menelorkan pemain-pemain naturalisasi disertai prestasi meroketnya pssi  dalam turnamen sepakbola asia tenggara….…banyak pujian atau nada simpati pada keberanian AP melawan arus kepemimpinan Nurdin Halid, hingga akhirnya msayarakat seolah punya musuh bersama yaitu NH. NH pun akhirnya  terdepak.  Namun tiba-tiba saja, dalam sekejab AP pun menjadi bulan-bulanan dan menjadi tokoh antagonis yg dicaci maki masyarakat lewat kel 78. Kini kubu NH pastinya bersorak karena lawan-lawannya yg menjatuhkannya pun tercacimaki dan terpinggirkan juga…..

Kini dimulai sinetron baru… ketua MK (tentunya beliau adalah tokoh protagonis) dalam kasus penyuapan melawan nazarudin (antagonis).  Saat ini semua masih percaya pada kredibilitas dan integritas ketua MK…. Apakah dengan berjalannya waktu  nasibnya akan sama dengan yang lain ?  Tentunya kita berharap bahwa tokoh protagonis ini akan tetap dicintai dan tetap berujung pada  kemenangan akan keadilan dan kebenaran….. tapi mungkinkah sinetron ini happy ending ? sementara yang lain bernasib naas ?????

Kebenaran menjadi kabur.., mana pahlawan mana pecundang……opini masyarakat begitu mudah berubah….. akibatnya negeri ini tetap carut marut…..larut dalam pusaran kehancuran moral dan keadilan….tentu saja ini membuang semua kesempatan terciptanya masyarakat adil dan makmur seusai visi atau cita cita bangsa yang tertera dalam mukadimah UUD 45

Maka, Janganlah mencaci sinetron kita (putri yg tertukar, dll) …. Karena itu cerminan kondisi masyarakat kita saat ini……..Selagi anda turut ambil bagian dalam jungkir baliknya kebenaran, anda yang menciptakan sinetron murahan itu !

Kalau mau dan mampu….. teriakkan dan beranilah menegakkan kebenaran…..lawan ketidak adilan….. baru boleh protes sama cerita sinetron kita…….Bisakah ?????

Iklan

Read Full Post »

Kemarin di3va yang dulu dikenal 3 Diva mengadakan konser untuk promo album baru mereka di balai sarbini dan disiarkan secara langsung oleh RCTI ! banyak sekali artis yang datang menonton dan juga bintang tamunya seperti Melly, Andra & the Backbone, RAN. Secara umum cukup menghibur.

Saya pribadi sangat mengagumi personil di3va tsb. Selain totalitas dalam profesinya, kualitas dan karakter mereka kuat sekali. Tapi menurut opini saya, konser mereka mengalami penurunan kualitas dibandingkan saat mereka bersinergi dengan Jay Subiyakto dan Erwin Gutawa. Inilah harga yang harus dibayar atas terpecahnya kolaborasi para jagoan di industri musik ….

Berikut beberapa contoh menurunnya kualitas menurut opini saya :
1. Saat mereka bernyanyikan lagu “ekspresi” dan turun ke bangku penonton … terlihat kekacauan dimana Titik memberikan mike kepada harvey, sementara ke 2 diva yang lain memberikan mike juga kepada yang lain… titiek sampai berteriak 2 kali… “harvey malaiholo” ….. tapi uthe dan KD terus sibuk juga dengan yang lain … sehingga terkesan kacau balau….tanpa persiapan …. spontan yang tidak enak dan tidak harmonis untuk didengar ….

2. Aransemen musik dan lagu secara keseluruhan juga terkesan kurang greget dan megah … pecahan suara, harmonisasi tidak lebih baik dari AB three rasanya. Maaf mas andi… saya sangat kagum dengan mas andi saat menangani Indonesian idol yang begitu cerdas, current (kata simon), asyik bangetlah…. tapi mengapa tadi malem kecerdasan dan kekinian mas andi seperti tertelan oleh bayang-bayang Erwin Gutawa …

3. Kostum … waduh…. jauh dari kesan Diva yang glamour …. bahkan celana panjang hitam Titiek DJ terlihat berlipat-lipat/kerut di bagian pahanya saat di close up … kedodoran ? atau cutting yang kurang pas dengan tubuh titiek yang kembali gemuk ?

4. Dialog atau perbincangan di antara ke 3 diva saat jeda antar lagu … juga terkesan tidak disiapkan secara matang….. spontan baik… tapi sebagai 3 diva harusnya perbincangannya bisa lebih berbobot….setiap kata mengandung makna dalam dan menghibur …. KD, Uthe dan Titiek malam itu seperti bingung berkata-kata mengenai cinta yang efektif ….

Beruntung ada hiburan dari RUN yang energik, dan juga bintang tamu lain serta banyaknya penonton kalangan artis dari titiek puspa, vina panduwinata, harvey, yuni shara, personil elfa singer, tika panggabean, presenter indi barenz & indra, erwin parengkuan, sampai mantan penyanyi cilik ira maya, dan banyak lagi lainnya ….

Sayang, sayang sekali kolaborasi yang luar biasa.. sebuah asset yang berharga dari panggung hiburan indonesia..kini sudah menjadi masa lalu saja….. saya tidak menyalahkan ke 3 diva yang cantik-cantik tsb, karena kelihatannya mereka dan manajemennya sudah berusaha maksimal untuk berunding dengan Erwin dan Jay … tapi akhirnya tidak ada kesepakatan yang diharapkan ……

Anak saya berkomentar wah .. kok jadi di3va ya ? … menurutnya Di3va  mengandung kata “die” di awal…. jangan-jangan karier mereka akan ….. ! Aduh…. semoga jangan ya ! ayo Titiek, Uthe dan KD buktikan bahwa keputusan kalian berpisah tetap akan mempertahankan kualitas …. lagu barunya lumayan enak di telinga kesan popnya kuat sekali ….

tapi untuk gelar konser perlu kerja keras lagi kelihatannya….. selamat berkarya …. saya tetap menantikan …karena termasuk pengagum anda bertiga ….

Read Full Post »