Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Kompas’

Rencana berlibur bersama teman dan keluarga di rentetan tanggal merah ini (20-21 maret) menjadi berantakan karena 10 tiket rekan saya dan keluarganya yang menggunakan Adam Air .. dibatalkan !  “Onde … mande ….. ranah minang nan elok manangih mananti tamu yang tak jadi datang” , tiket pengganti harganya meningkat 120% !

Beruntung sebagian tiket …. termasuk keluarga saya menggunakan maskapai penerbangan lainnya….. tapi kebersamaan menjadi berkurang karena 4 orang batal ikut karena tidak mendapatkan tiket pengganti …..

Wah..wah…. bisa dibayangkan dong akomodasi yang dirancang selama disana pun jadi berantakan  …… Hal ini terjadi semata-mata karena maskapai ini telah semena-mena menghentikan operasinya tanpa mengindahkan kepentingan konsumennya ! Pemerintah juga kok tidak mau pusing dengan kerugian konsumen ya ??

Dalih apapun seharusnya manajemen  tetap berkewajiban menyelesaikan tanggungjawabnya….  bukan hanya mengembalikan uang ….tapi ini  ………………   ………………….Indonesia Bung ! (silahkan intepretasikan sendiri maksudnya hehe … )

Note : BERITA TERAKHIR…DARI DEP PERHUBUNGAN, ADAM AIR DILARANG MENERBANGKAN SEMUA PESAWATNYA SEJAK RABU 19/3’08 KARENA DITEMUKAN BEBERAPA KELEMAHAN YANG MEMBAHAYAKAN KESELAMATAN PENERBANGAN……. Pelarangan ini merupakan hasil audit penerbangan, jadi tidak terkait dengan kemelut investasi !  (Kompas, 19 maret)

Iklan

Read Full Post »

Kompas, 3 Maret 2008 memberitakan Wapres kita Jusuf Kalla berharap bangsa ini lebih sabar, ikhlas dan jujur dalam suatu acara di Jember  Brebes Jawa Tengah.  Namun tulisan ini bukan akan membahas pak JK …tapi saya ingin membahas tentang kesabaran dan sikap mental yang diperlukan agar kita menjadi orang yang sabar. 

Waduuhhh gimana mau sabar…. abisnya dia keterlaluan sih ….. kalimat tersebut sering kita dengar dari seseorang yang sedang kesal atau habis kesabarannya tetapi tidak ingin disebut tidak sabar !

Berat memang untuk bersabar, tapi ada baiknya kita terus meningkatkan level kesabaran , karena menurut saya dengan bersabar … persoalan yang kita hadapi relatif akan lebih mudah diselesaikan.

Kesabaran menurut saya bukan berarti pasrah pada keadaan, kesabaran berarti lebih bijak dalam menyikapi sesuatu … sehingga langkah ke depan bisa lebih lapang dan terbuka …..

Mengapa kita kadang menjadi tidak sabar ? apa sikap mental yang perlu dibangun agar kita sabar ? berikut opini saya mengenai beberapa sikap mental yang dibutuhkan jika kita ingin menjadi orang yang sabar,  antara lain :

– Hal pertama yang harus diubah dalam hati kita adalah : Tidak ada alasan untuk tidak sabar !  ya….. itu ciri orang bersabar …..Jangan pernah membenarkan ketidak sabaran kita dengan kalimat-kalimat seperti ….. abis dia sih… soalnya anu…. tapi ini memang udah kebangeten.. dlsb ….. sabar ya sabar … tidak ada alasan apapun untuk tidak sabar.

– Kedua, kita harus sadar dan memahami bahwa pada dasarnya tidak ada manusia yang ingin berbuat jahat atau menyakiti orang lain … kalaupun ia melakukan…. pastinya ia sedang bermasalah…. tidak mampu menguasai dirinya… dan sebenarnya pasti ia tersiksa.  Bila hal ini juga menjadi sikap mental kita, maka  yang muncul adalah belas kasihan…minimal memakluminya …..  bukan marah yang keluar.

– Ketiga : Yakinlah kesabaran akan membuahkan hasil yang lebih positif, sementara ketidaksabaran akan menambah permasalahan baru.  Bila kita bersikap emosional atau tidak sabar maka bukan penyelesaian yang kita dapatkan, melainkan persoalan baru yang timbul ….seperti menambah orang yang tersinggung atau menyakiti orang lain, keputusan yang tidak obyektif, dll

– Keempat : Ingatlah kebaikan atau hal-hal positif yang ada… sehingga kita bisa menetralkan darah kita yang sudah mendidih …..ini terkait dengan rasa syukur …Ya rasa syukur membuat kita tidak hanya melihat sisi negatif tetapi hal-hal positif yang bisa menentramkan hati kita.

-Kelima : Ingatlah sang maha pencipta, mohonlah dibimbing dalam kesabaran.  Percayalah Tuhan selalu memberi bimbingan dan memberi cobaan sesuai dengan kemampuan kita ….berdoalah  dan tariklah nafas dalam untuk merenggangkan otot-otot yang mulai menegang ….

– Keenam : Bersikap Ikhlas juga membuahkan kesabaran.  Dengan ikhlas dan syukur, maka kita lebih dapat menerima apa yang terjadi (tapi bukan pasrah)…. sehingga kita tidak sibuk dalam penyesalan tetapi berfokus pada penyelesaian masalah ke depan 

Jadi dengan bersabar maka persoalan akan lebih jelas, lebih terang dan jalan didepan akan lebih lapang …..semoga ini menjadi bahan renungan yang bermanfaat …

Bila ada yang ingin menambahkan … silahkan…. sayapun masih terus berusaha menjadi sabar ….sabar dari dalam hati bukan sabar perilaku di luar ….. dengan sabar dari hati…. semoga kita akan lebih merasa tentram dan damai ……

Sekali lagi, semoga bermanfaat buat kita semua

Read Full Post »

Saya punya banyak teman keturunan tionghoa, dan sering mendengar keluhan mengapa mereka dianggap bukan orang Indonesia, dipinggirkan, dianggap sebagai warga kelas dua bahkan dibenci …..

Padahal mereka sudah merasa benar-benar menjadi orang Indonesia, dan mereka semua orang baik, sering lebih baik dari WNI asli …… saat kerusuhan Mei 98, saya bahkan tidak tega karena salah satu teman keturunan tionghoa saya yang pintar, tekun dan baik sekali, ketakutan dan sangat frustasi akan kejadian tsb…

Kenapa kita selalu menganggap orang cina itu pelit, licik, dll yang negatif ?

Saya pernah membaca di Harian Kompas sekitar tahun 1999 atau 2000.. (saya lupa karena sudah lama) ….. disitu ada artikel yang merupakan opini/analisis penulisnya apa penyebab kita semua manjadi membenci cina ! walaupun sudah lama, tapi mungkin cukup penting untuk dishare khususnya yang belum membacanya.

Menurut artikel tsb, perbedaan antar suku itu biasa, tetapi kenapa pada cina perbedaan itu menjadi kebencian yang berbeda ?

Menurutnya kebencian ini mulai terpupuk dengan ditampilkannya pengusaha cina untuk dijadikan sapi perah pemerintah….. menurutnya, secara terencana (karena sang penguasa saat itu punya pengalaman berbisnis haram dengan cina) Ia memunculkan pengusaha cina yang kurang baik tetapi dijadikan mitranya … dan di lain pihak kebencian terhadap cina disebarkan ….

Tujuannya jelas membuat pengusaha cina ini menjadi sapi perah dan mereka akan terus terikat dengan sistem yang secara jenius dia bangun …. sama jeniusnya dengan menyebarkan budaya korup pada aparat terkait hingga para aparat pun terikat kontrak tak resmi dengannya.

Saya kira skenario ini … masuk akal juga ….. karena dibalik pengusaha brengsek cina, banyak pengusaha ideal yang sangat nasionalis keturunan cina.  Mereka diam (silent majority) tetapi terus bekerja dan berkarya bagi bangsa dan negara …..Kita pun termakan oleh kebencian yang tanpa kita sadari menjadi melekat menjadi paradigma kita ….

Bila bangsa ini mau maju, maka apapun yang menjadi asset, sumber daya…. harus kita manfaatkan seoptimal mungkin, terlepas dari percaya atau tidak pada skenario di atas.  WNI keturunan tionghoa adalah asset yang luar biasa karena mereka secara umum punya mental rata-rata yang lebih kuat dari WNI asli, mereka lebih tekun, lebih gigih …, dan juga banyak yang pintar luar biasa …..

Read Full Post »

Pagi ini, saya sangat senang dan bangga karena masih ada putra bangsa ini yang bekerja sepenuh hati walau di jajaran pemerintahan.  Kompas, 21 feb pagi ini di halaman belakang menulis “UNTUNG SRAGEN PUNYA UNTUNG” !

Terus terang saya sangat haus akan orang-orang yang maksimalis ! artinya bekerja total all out … bukan sekedarnya… bukan yang penting kerja…..tapi selalu berusaha memberikan yang terbaik …..bahkan “beyond customer satisfaction” !

Siapa lagi ya yang maksimalis di Indonesia ?

Bagaimana dengan Band-band di Indonesia saat ini ? Ya… saya kira kita juga patut memberikan appresiasi positif pada band-band seperti Nidji, Keris Patih, Ada band, Radja, Gigi, Dewa,  dan band Ahmad Dani lainnya…. juga penyanyi seperti 3 Diva, agnes monica, Rossa, Glenn Fredly, dll ….

Mereka semua sudah menunjukkan kesungguhannya berbuat maksimal… all out untuk karyanya.  Hasilnya ? tentu selain kesuksesan dan materi yang mereka raih, musik Indonesia tetap eksis dan merebut hati serta tegar menghadapi serbuan musik asing !

Bagaimana dengan yang lain ? semoga ini jadi nafas baru perjalanan bangsa ini pada kehidupan yang lebih baik …..

Ayo selalu bersikap sungguh sungguh … kerahkan segala kemampuan untuk berkarya dalam segi apapun ……

Read Full Post »

Banyak yang mengkritik SBY-JK, tetapi bila Mega yang melakukan…. SBY-JK selalu meresponnya.  Seperti yang menjadi Headline Kompas Senin 4 Februari 2008.

Anda sudah tahu kan, beberapa hari yang lalu Mega mengatakan bahwa pemerintah saat ini seperti menari Poco-Poco …. maju satu langkah… mundur satu langkah …berputar-putar …. sesaat kemudian JK mengatakan lebih baik Poco-poco daripada dansa-dansi ….selanjutnya SBY menjawab pula dalam acara puncak Harlah ke 82 NU (berita kompas , 4 Feb ’08).

Mungkin SBY-JK belajar dari pengalaman masa lalu Mega, dimana selalu diam saat dikritik….??? bisa jadi. Tetapi hal ini juga bisa dipandang sebagai SBY-JK memang punya hubungan “sangat istimewa” …. sehingga harus bereaksi jika ada aksi …….

Seberapa baik hubungan istimewa ini ? anda juga pasti tahu ……Nah, kembali ke konsep rekening bank emosi (lihat tulisan saya …SKANDAL, Rekening Bank Emosi Soeharto & SBY) .. ini berlawanan dengan hubungan SBY & Soeharto.

Rekening Bank Emosi SBY terhadap Mega dan sebaliknya sangat kecil … karena masing-masing pernah melakukan penarikan seperti… mengingkari janji, menyakiti hati … dlsb… Dengan rekening Bank Emosi yang rendah … maka hubungan sangat rendah …. dan kebaikan apapun dari kedua belah pihak akan dipandang sebagi sesuatu yang negatif (dalam kejadian ini kemungkinan besar SBY dan Mega sama-sama merasa disudutkan).

Apakah hubungan presiden dengan mantan presiden di negara kita selalu seperti ini ? apakah mereka tidak bisa saling mengerti dan bersatu ? bukankah mereka seharusnya bahu-membahu membangun bangsa ini ?

Menurut Hasyim Muzadi yang saya kutip dari harian kompas senin 4 februari, … “jika para pemimpin atau mantan pemimpin saling mengerti, setengah masalah di Indonesia dapat diselesaikan” ….

Benarkah ?  rasanya masih panjang perjalanan bangsa ini menuju bangsa yang hebat dan makmur ………

Read Full Post »

Banyak yang mengkritik SBY-JK, tetapi bila Mega yang melakukan…. SBY-JK selalu meresponnya.  Seperti yang menjadi Headline Kompas pagi ini Senin 4 Februari 2008.

Anda sudah tahu kan, beberapa hari yang lalu Mega mengatakan bahwa pemerintah saat ini seperti menari Poco-Poco …. maju satu langkah… mundur satu langkah …berputar-putar …. sesaat kemudian JK mengatakan lebih baik Poco-poco daripada dansa-dansi ….selanjutnya SBY menjawab pula dalam acara puncak Harlah ke 82 NU (berita kompas , 4 Feb ’08).

Mungkin SBY-JK belajar dari pengalaman masa lalu Mega, dimana selalu diam saat dikritik….??? bisa jadi. Tetapi hal ini juga bisa dipandang sebagai SBY-JK memang punya hubungan “sangat istimewa” …. sehingga harus bereaksi jika ada aksi …….

Seberapa baik hubungan istimewa ini ? anda juga pasti tahu ……Nah, kembali ke konsep rekening bank emosi (lihat tulisan saya …SKANDAL, Rekening Bank Emosi Soeharto & SBY) .. ini berlawanan dengan hubungan SBY & Soeharto.

Rekening Bank Emosi SBY terhadap Mega dan sebaliknya sangat kecil … karena masing-masing pernah melakukan penarikan seperti… mengingkari janji, menyakiti hati … dlsb… Dengan rekening Bank Emosi yang rendah … maka hubungan sangat rendah …. dan kebaikan apapun dari kedua belah pihak akan dipandang sebagi sesuatu yang negatif (dalam kejadian ini kemungkinan besar SBY dan Mega sama-sama merasa disudutkan).

Apakah hubungan presiden dengan mantan presiden di negara kita selalu seperti ini ? apakah mereka tidak bisa saling mengerti dan bersatu ? bukankah mereka seharusnya bahu-membahu membangun bangsa ini ?

Menurut Hasyim Muzadi yang saya kutip dari harian kompas senin 4 februari, … “jika para pemimpin atau mantan pemimpin saling mengerti, setengah masalah di Indonesia dapat diselesaikan” ….

Benarkah ?  rasanya masih panjang perjalanan bangsa ini menuju bangsa yang hebat dan makmur ………

Read Full Post »

Saya yakin kebanyakan dari kita (termasuk anda) bila ditanya oleh atasan kita apakah kamu bisa dipercaya ? tentu jawabnya tegas dan cepat : Ya pak,  Saya dapat dipercaya. Tapi bila kemudian atasan anda bertanya lebih lanjut, apakah si badu (entah itu rekan ataupun bawahan anda) dapat dipercaya ? jawabannya  sudah lebih beragam….

Artinya, kita sering merasa bahwa diri kita adalah orang yang sifatnya lebih positif.  Kalaupun kita berbuat negatif, maka kita sering menyalahkan lingkungan disekitar kita yang menyebabkan hal itu, dengan kata lain kita melakukan hal yang bersifat negatif karena terpaksa. 

Tapi mengapa saat kita ditanya mengenai orang lain ? tidak serta merta kita menganggap mereka orang yang dapat dipercaya ?  kenapa seolah-olah kita melakukan double standard atau tidak konsisten ?

Coba kita kaitkan hal ini dengan teori motivasi Mc Gregor yang mengkategorikan teori X dan teori Y. Teori X, kita menganggap bahwa manusia itu tidak dapat dipercaya, malas bekerja.  Sedangkan teori Y adalah kita menganggap bahwa manusia itu dapat dipercaya, mau bekerja dengan baik.

Hal yang mendasari keberpihakkan pada teori Y adalah bahwa :

“kebanyakan manusia, dikebanyakan waktunya ingin berbuat baik “

Percayakah anda pada asumsi ini ? Kembali coba tanya pada diri anda, apakah anda ingin berbuat baik ? ingin menjadi manusia baik ? saya jamin jawabannya ya.  lalu kenapa kok masih ada orang jahat ?

Beberapa hari yang lalu di media Kompas, ada berita  seorang nenek yang terpaksa mencuri di toko waralaba terkenal karena cucunya menangis terus minta susu.  Ya… “Terpaksa”, artinya ada tekanan lingkungan yang membuat ia melakukan itu.  Tapi pada dasarnya semua manusia ingin berbuat baik.  ini tentu saja tidak termasuk penderita kleptomania, psikopat dan penyakit psikologi lainnya.

Asumsi mendasar ini akan mempengaruhi gaya menejemen dan kepemimpinan seseorang.  Dalam kondisi dimana proses bisnis semakin kompleks, persaingan makin ketat, kita dituntut untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam pengambilan keputusan.  Oleh karena itu manajemen modern berkembang ke arah teori Y.  dimana organisasi semakin mendatar (mengurangi birokrasi, mempercepat respon/flexible), empowerment terus dikembangkan…..  maka pemberian kepercayaan pada bawahan kita sangat dibutuhkan.

Oleh karena itu mulailah lebih percaya pada bawahan dan rekan kerja kita.  Seseorang yang diberi kepercayaan,  dalam berbagai penelitian terbukti lebih termotivasi dan akan memberikan yang terbaik yang ia punya serta bekerja dengan hatinya…. artinya total dan all out. 

Bila ia tidak mencapai kinerja yang diharapkan, dengan teori Y maka kita jangan langsung mencap ybs orang yang malas dan tidak berdedikasi, dlsb.  Analisis terlebih dahulu ? Ada masalah apa ? apakah ybs kurang skill dan knowledge nya ? atau ybs tidak paham tentang tujuan dan sasaran yang diharapkan ? atau ybs memang tidak cocok dengan pekerjaannya ?

Dengan pemeberian kepercayaan pada bawahan dan rekan, maka organisasi akan semakin kuat karena didukung oleh seluruh potensi yang ada

Read Full Post »