Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘cerita’

Reuni … selalu menyisakan kenangan-kenangan lama…., baru saja kami reuni dan bertemu teman lama SMP dan tekuaklah memori lama …..sebuah pengalaman tak terlupakan….

Saat itu udara sangat panas, sebagai anak kolong (anak tentara) jaman itu pulang sekolah berjarak 3 km pun, kami tempuh dengan berjalan kaki bersama teman-teman….

Dasar ABG…dan merasa bapak kami orang berpangkat (tinggal di kompleks terdepan Cijantung II), sementara sekolah berlokasi agak kedalam kompleks.. yaitu Cijantung I (kompleks prajurit kopassus), maka kami serasa memiliki jalan tsb.  Ya rasanya Cijantung itu milik kami … wong komandan kopassus saat itu juga tinggalnya di Cijantung II….

Tiba-tiba munculnya barisan tank kopassus dengan angkuhnya dalam kecepatan yang kami rasa tidak layak…… seolah tidak mengindahkan kami yang sedang berjalan…pulang sekolah. 

Tiba-tiba salah seorang rekan kami dengan keberaniannya yang luar biasa ….. menghalangi tank tsb ditengah jalan, sambil mengangkat kedua tangannya keatas dan melebar ……!

” Stop ! jangan sembarangan jalan ! gue anak pejabat tahu ! Lu prajurit jangan sok-sok an “ begitulah kira-kira pemikiran rekan saya saat itu dengan gagahnya berdiri ditengah jalan dengan seragam celana pendek SMPnya.  Rekan saya itu memang postur tubuhnya tinggi sekali untuk ukuran anak SMP saat itu (sekitar 170cm) …. cukup tegap dan tergolong anak nakal dan berani !

Kita sebagai rekan-rekan senang.. memberi semangat …dan kagum luar biasa atas keberaniannya.  Dan kami semakin kagum….tatkala usaha rekan saya tersebut benar-benar berhasil …..

Para prajurit kopassus tsb menghentikan Tanknya sekitar 1 meter tepat didepan tubuh rekan saya yang tinggi dan tegap tsb….dan dengan yakinnya rekan saya tetap mengangkat tangannya tinggi dan melebar…….

Kemudian…, dari dalam tank tersebut meloncatlah prajurit kopassus dengan kemarahannya yang tak terkendali …..mendekati rekan saya.  Namanya prajurit kopassus yang terlatih… , begitu cepatnya…. dalam beberapa detik….. Ia sudah berada tepat disebelah rekan saya dengan menopang senapan laras panjang… dan menghunus langsung kepada kepala anak SMP ingusan sok jagoan tersebut ……..

Kami terbengong-bengong melihat kejadian cepat tersebut….. ketika sang prajurit mengokang senjata laras panjangnya dengan bunyinya yang kuat dan cepat …Kerek..krek…!

Seketika itu pula celana rekan saya menjadi basah … dan mengucurlah dengan deras dari celana pendeknya air kencingnya membasahi paha, betis dan kakinya …..

Oi..Oi…. Sang Jagoan  kencing  di celana … didepan seluruh rekan-rekannya, baik putra maupun putri ……! Kami tersentak mau ketawa kasihan…. tapi tidak tertawa kok rasanya sangat menggelikan ……

Kami terpingkal-pingkal mengenang kejadian tersebut… itulah sekelumit oleh-oleh cerita kenangan lucu saat kami masih remaja ……!

Setelah kejadian tersebut …. prajurit kopasssus tidak lagi sembarangan dalam mengemudikan tanknya di dalam kompleks …… pahlawannya … ya sang jagoan ompol tadi hahahahaha

Iklan

Read Full Post »

Saya punya banyak teman keturunan tionghoa, dan sering mendengar keluhan mengapa mereka dianggap bukan orang Indonesia, dipinggirkan, dianggap sebagai warga kelas dua bahkan dibenci …..

Padahal mereka sudah merasa benar-benar menjadi orang Indonesia, dan mereka semua orang baik, sering lebih baik dari WNI asli …… saat kerusuhan Mei 98, saya bahkan tidak tega karena salah satu teman keturunan tionghoa saya yang pintar, tekun dan baik sekali, ketakutan dan sangat frustasi akan kejadian tsb…

Kenapa kita selalu menganggap orang cina itu pelit, licik, dll yang negatif ?

Saya pernah membaca di Harian Kompas sekitar tahun 1999 atau 2000.. (saya lupa karena sudah lama) ….. disitu ada artikel yang merupakan opini/analisis penulisnya apa penyebab kita semua manjadi membenci cina ! walaupun sudah lama, tapi mungkin cukup penting untuk dishare khususnya yang belum membacanya.

Menurut artikel tsb, perbedaan antar suku itu biasa, tetapi kenapa pada cina perbedaan itu menjadi kebencian yang berbeda ?

Menurutnya kebencian ini mulai terpupuk dengan ditampilkannya pengusaha cina untuk dijadikan sapi perah pemerintah….. menurutnya, secara terencana (karena sang penguasa saat itu punya pengalaman berbisnis haram dengan cina) Ia memunculkan pengusaha cina yang kurang baik tetapi dijadikan mitranya … dan di lain pihak kebencian terhadap cina disebarkan ….

Tujuannya jelas membuat pengusaha cina ini menjadi sapi perah dan mereka akan terus terikat dengan sistem yang secara jenius dia bangun …. sama jeniusnya dengan menyebarkan budaya korup pada aparat terkait hingga para aparat pun terikat kontrak tak resmi dengannya.

Saya kira skenario ini … masuk akal juga ….. karena dibalik pengusaha brengsek cina, banyak pengusaha ideal yang sangat nasionalis keturunan cina.  Mereka diam (silent majority) tetapi terus bekerja dan berkarya bagi bangsa dan negara …..Kita pun termakan oleh kebencian yang tanpa kita sadari menjadi melekat menjadi paradigma kita ….

Bila bangsa ini mau maju, maka apapun yang menjadi asset, sumber daya…. harus kita manfaatkan seoptimal mungkin, terlepas dari percaya atau tidak pada skenario di atas.  WNI keturunan tionghoa adalah asset yang luar biasa karena mereka secara umum punya mental rata-rata yang lebih kuat dari WNI asli, mereka lebih tekun, lebih gigih …, dan juga banyak yang pintar luar biasa …..

Read Full Post »

Setelah Acara Reuni SMA yang sangat mengesankan,  saya mengundang sahabat SMA saya mengunjungi rumah saya.  Saya sangat bahagia karena undangan saya tsb disambutnya, dan sahabat sayapun datang bersama anaknya yang berumur 3,5 thn.

Ditengah serunya mengenang masa-masa lalu, tiba-tiba anak rekan saya tsb memecahkan gelas kristal yang sangat berharga dan penting bagi keluarga kami.  Bukan saja kristalnya yang hancur, tetapi anak tsb mengalami luka di kaki dan yang mengerikan pecahan kacanya juga mengenai matanya ! Siapa yang salah ? siapa yang menyebabkan bencana itu terjadi ? Saya atau rekan saya ?

Cerita di atas adalah ilustrasi klasik untuk menjelaskan salah satu sikap mental systems thinking yaitu “sistem sebagai penyebab”.

Ya ! kalau kita memahami bahwa sistem itu terdiri dari komponen-komponen yang saling bergantung/berinteraksi satu sama lain, maka apapun yang dihasilkan suatu sistem… penyebabnya adalah sistem itu sendiri bukan salah satu komponen.  Leader dari sistem bertanggung jawab dalam mengelola dan memperbaiki sistemnya bila terjadi kegagalan/bencana.

Sebagai seorang leader, dimanapun posisi kita (anda sebagai saya atau rekan saya) yang lebih penting adalah rasa tanggung jawab dan memikirkan langkah kuratif dan preventif ke depan…… bukan mencari salah siapa …

Bila kita berperan sebagai “saya” dalam ilustrasi di atas, maka anda mempunyai batasan sistem yang anda kelola (misal rumah anda) dengan tujuan tertentu (menerima tamu).  Sebagai seorang leader anda bisa mencegah bencana itu terjadi dengan apapun yang bisa anda lakukan, misalnya : menyimpan kristal di tempat yang aman, atau mengatakan ke teman anda jangan bawa anak kecil, atau meminta menjaga anak kecil tsb, atau anda mengawasi anak kecil tsb, dll

Bila kita berperan sebagai “teman/tamu”, maka anda juga punya batasan sistem yang anda kelola (rumah teman/anda dan anak anda) dengan tujuan bertamu. Sama juga anda dapat mencegah bencana tsb misalnya dengan : tidak mengajak anak anda, menjaga anak anda, dll.

Jadi point disini adalah, kita harus memahami bahwa begitu sistem dibentuk/ditentukan, maka keberhasilan dan kegagalan ataupun bencana sudah menanti ….. tergantung bagaimana kita mengelola sistem tsb. 

Ingat sistem itu terdiri dari berbagai komponen yang saling bergantung dan berinteraksi.  Tidak ada penyebab tunggal….. bencana disebabkan oleh sistem yang kita bangun buka karena salah satu faktor saja.

Semoga ini menjadi bahan renungan bagi kita semua…..SUDAHKAH KITA SYSTEMS THINKING ?

Read Full Post »

Ini bukan kiasan…! saya benar-benar pernah mengalami …melihat badan saya sendiri saat tidur di malam hari. Bagaimana bisa ? bagaimana caranya ?

Bermula dari sebuah artikel di majalah intisari tahun 80an….. Artikel tersebut menceritakan bagaimana caranya kita bisa berjalan-jalan bahkan terbang di malam hari sementara raga kita tertidur …. caranya sbb :

Anda pernah merasakan ereup-eruep (sunda) atau tindien (jawa) ? yaitu suatu keadaan saat baru atau tengah tidur tetapi kita merasa sesak seolah-olah tertindih sesuatu ???
Kalau anda pernah merasakan tersebut anda bisa dan punya bakat untuk melepaskan diri dari raga anda…..

Biasanya saat kita merasakan ereup-ereup tersebut…. kita ingin segera melepaskannya ….. keadaan ini sebenarnya adalah kondisi antara tidur dan terjaga……. bila anda ingin mencoba melepaskan diri dari raga anda…… jangan takut…. pertahankan kondisi tersebut ….

Lalu dengan tetap mempertahankan kondisi tersebut, anda raihlah sesuatu untuk menarik diri anda (jiwa anda ?? saya tidak tahu….)…. misalnya kita mencoba meraih tiang tempat tidur atau apapun yang bisa dijadikan pegangan untuk menarik diri anda … sekali lagi dengan tetap mempertahankan kondisi ereup-ereup tsb.

Ajaib… ! setelah anda berhasil ….anda akan melihat badan anda sendiri dalam kondisi tertidur …. dan anda akan bisa pergi sesuka hati anda … untuk membuktikannya, anda bisa mencubit teman anda … dan teman anda akan merasakannya ..

Begitu menurut majalah intisari yang saya baca. Dan sungguh ….sayapun pernah mengalaminya !saat saya masih indekost di bogor… saya coba praktikkan petunjuknya …
memang tidak langsung berhasil … karena sulitnya mempertahankan kondisi ereup-ereup …. kita bisa terbangun atau tertidur lalu bermimpi……

Lebih dari tiga kali saya mencobanya baru saya berhasil menarik diri saya ke tiang tempat tidur yang ada di atas kepala saya …… dan selanjutnya saya bisa melihat tubuh saya tertidur … sayang kondisi ini saya hanya bisa pertahankan sekitar 10 detik … dan kemudian saya terbangun …..atau sebaliknya menjadi bermimpi …..

Tapi sungguh, saya sudah mengalaminya sejak saya membaca artikel itu hingga saat ini tidak kurang dari 5 kali. Anda mau dan berani mencobanya ?

Read Full Post »

Ya ! Saya masuk gereja mengikuti peribadatan…. … setelah peribadatan itu selesai dan mereka mengetahui saya muslim, jemaat gereja tersebut (orang indonesia yang tinggal di Jerman) dengan sukarela memberi saya uang DM dalam jumlah yang cukup banyak sebagai tanda simpati….

Untuk yang baru membaca bag 3 ini … anda bisa membaca tulisan sebelumnya dengan mengklik ..bag 2 dan atau bag 1.

Setelah itu saya diajak oleh Ibu Yayuk yang baik tsb untuk menginap di rumah beliau di pinggiran kota Frankfurt.  Saya pun diberi pakaian untuk ganti, pakaian dalam dan Jacket.  Atas bantuan keluarga ibu yayuk pula saya membuat paspor baru di Boon Jerman.  

Alhamdulillah pengurusan paspor baru lancar……  Namun yang agak lucu, sementara semua orang/pihak membantu saya, pihak kedutaan tidak membantu apapun  selain tetap memungut biaya cukup besar (seratus DM lebih) … ya…tanpa ada bantuan apapun ! kekhawatiran terjadi karena Visa ke Syria tidak dapat saya peroleh, namun pihak penyelenggara seminar menjamin saya dapat masuk Syria tanpa visa…. semoga.

Setelah urusan selesai saya pun kembali ke Frankfurt…. ini seperti piknik saja, saya bisa melihat pemandangan negri Jerman dengan menggunakan mobil Audi milik keluarga ibu yayuk.  Malam hari setiba di rumah ibu Yayuk, suami bu Yayuk (saya lupa namanya) menghubungi perkumpulan orang muslim Indonesia di Jerman. 

Bapak ketua perkumpulan tsb (saya juga lupa namanya, katakanlah pak Achmad) mengajak saya menginap di rumahnya saja … ngak enak katanya orang muslim kok ditolong orang kristen…… well.., akhirnya saya di antar ke rumah bapak Achmad.

Karena ticket saya ke Syria baru bisa berangkat 2 hari lagi, maka saya pun akhirnya menikmati kota Frankfurt setelah di ajak berkeliling oleh putra-putri pak Achmad.  Perkumpulan orang muslim pun kemudian memberikan bantuan juga kepada saya, walaupun saya katakan tidak perlu… mereka memaksa saya untuk menerima bantuan tanda simpati ….. ya dengan mengucap terimakasih dan syukur alhamdulillah saya akhirnya menerima semua bantuan tsb.

Selanjutnya semua mengalir dengan indahnya, walaupun sedikit tegang saat di Damaskus karena tanpa visa tapi akhirnya saya bisa mendapatkan koper saya, bisa melalui imigrasi setempat yang sangat menyeramkan (tentara dimana-mana sperti perang….bandara gelap dan kumuh seperti terminal …) namun akhirnya dapat mengikuti seminar dan training walau sudah terlambat 5 hari….

Kebahagiaan tidak berhenti sampai disini…. semua laporan kehilangan saya (karena ada surat dari kepolisian Jerman) uang dan kamera diganti semua oleh pihak penyelenggara (Pemerintah Jerman).  Bayangkan…. semua kehilangan di ganti…. mendapat bantuan (uang nambah) ….mendapat pakaian/jacket….. belanja oleh-oleh di jerman…. jalan-jalan selama 4 hari gratis di Frankfurt dan sekitarnya …..ikut seminar….mendapat uang saku …..

Benar-benar sengsara membawa nikmat ….sebuah pengalaman tak terlupakan ……

Note : Kepada ibu yayuk dan keluarga … Pilot garuda yang menawarkan penginapan … ketua perkumpulan muslim di jerman saat itu  dan putra-putrinya … saya kehilangan kontak (karena kartu-kartu dan surat lenyap saat saya pindah rumah) …… ingin rasanya bertemu lagi …….sekali lagi mengucapkan terimakasih banyak atas bantuannya .. sehingga saya bisa melalui musibah tsb dengan happy …dan akhirnya sayapun bisa menulis cerita ini kepada anda semua.

Read Full Post »

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya terdahulu (bag1) …, …….dengan penyesalan mendalam atas kecerobohan saya…. saya pun kembali bersama pak polisi ke kantornya.  Habislah sudah harapan saya, waktu sudah menunjukkan Pkl 16.30, saya sudah ketinggalan pesawat menuju Syria dimana koper saya sudah terbang menuju kesana. 

Kemudian, pihak kepolisian Jerman mencoba menghubungi Kedutaan Indonesia (di kota Boon dan juga perwakilannya di Frankfurt)… namun Kedutaan juga tutup karena hari sabtu sore….ooh kenapa sih kedutaan dalam fungsinya sebagai pelayanan umum kok tidak memberi manfaat (bernilai) saat warganya mengalami kesulitan atau musibah ? begitu gerutu saya dalam hati ….

Setelah menunggu cukup lama .., akhirnya saya dibawa ke tempat penampungan bergabung dengan gelandangan Jerman ….saya diberi burger yang rasanya … wuaduh….enggak keruan…. saya diminta menginap disana hingga hari senin agar bisa menerima bantuan dari pihak kedutaan.

Di tempat penampungan, saya ngobrol dengan petugas penjaganya seorang ibu muda jerman yang ramah.  Ia menyarankan agar besok pagi ke Hotel tempat menginap kru garuda saja dekat bandara, sehingga bisa mendapatkan bantuan dari sesama orang Indonesia … setelah berterimakasih maka saya pun masuk kamar, dikamar itu ada 1 orang yang tampang preman tua bule.  Parahnya ia tidur dengan dengkuran  keras dan bau alkohol yang kuat…. (lebih…)

Read Full Post »

Pengalaman ini terjadi sekitar 15 thn yl, saat itu saya mendapat kesempatan untuk ikut program lanjutan dari sebuah seminar di Jerman.  Program lanjutannya di selenggarakan di negri Syria Timur Tengah.  tapi karena penyelenggaranya adalah pemerintah Jerman, dan tidak ada pesawat Jakarta- Syria, maka perjalanan harus melalui jerman baru balik arah ke syria.  Saya pun harus transit di Frankfurt selama 10 jam.

Karena ini, kali kedua saya ke Jerman, dengan penuh percaya diri saya jalan-jalan di Kota Frankfurt.  “Jerman sebagai negara maju, sangatlah mudah dan aman bagi turis” begitu pikir saya… karena petunjuk dan peta kota sangat jelas dan terpampang dimana-mana termasuk di setiap transportasi umum.

Setelah beristirahat sejenak di airport yang nyaman tersebut (sekitar Pkl 8.30 pagi waktu setempat), dengan langkah mantap sambil menggunakan tas pinggang dan sebuah tas dibahu, saya melakukan city tour sendiri menggunakan kereta api ke pusat kota Frankfurt.  Beruntung setelah turun dari kereta saya mendapat teman seorang bapak Arab-Amerika dan akhirnya kita berdua menghabiskan waktu di Frankfurt hingga Pkl 11.30.  Karena teman dadakan saya tersebut harus kembali ke airport, maka kita pun berpisah.

Saya memang harus terus melanjutkan petualangan (sebenarnya shopping hehehe) walaupun sendiri, karena istri saya pesan sesuatu dari jerman dan belum saya dapatkan.  Setelah mendapatkan yang diinginkan istri saya tsb dan waktu sudah Pkl 13.30 saya segera bergegas kembali menuju airport.

Saat mau melewati imigrasi …… dan hendak mengambil paspor … masya Allah ….saya terkejut karena tas pinggang saya sudah tidak ada ….. uang, paspor, tiket lanjutan serta kamera  lenyap …… artinya saya tidak bisa masuk kembali ke airport …bayangkan ?? saya sendiri di negeri orang yang berjarak ribuan kilometer kehilangan semua uang dan identitas diri …… (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »