Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘pribadi’

Postingan ini bukan cari sensasi, tapi saya yakin ini bukan foto yang bisa menyaingi sandra dewi atau alien tumbuan, atau foto-foto heboh yang bikin blogger makin dianggap sinis.  Jujur saat ini saya memang sedang turun semangat ngeblog, karena garing ide. (maaf …judulnya memang rada bombastis ini contoh kreativitas saja …hehehe)

Terinspirasi oleh postingan pak trainer nh18, saya jadi ingin juga menampilkan foto jadul yang pastinya nggak bakal di sensor malah jadi tebak-tebakan…. kalau nggak tertarik ya stop saja disini hehehe

Membuka album lama memang selalu asyik.  Banyak kenangan-kenangan di baliknya….di bawah adalah foto jadul saat SMA 9 Bandung (dimana saya 3 tahun belajar di sana) tampil di TVRI (satu-satunya TV yang ada saat itu) tepat tgl 25 Desember 1981. 

Coba tebak saya yang mana ??

jadul

Ya beginilah foto wanita-wanita cantik dan pemuda ganteng ala 80an…. JADUL ABEES….

Beberapa waktu yang lalu kita bertemu dalam reuni yang sangat seru….semua sudah berubah….yang pemuda jadi bapak-bapak gendut, botak atau beruban…. yang wanita juga sudah banyak berjilbab, gemuk… walau masih tergurat sisa-sisa kecantikannya.

Bisa tebak yang mana saya ?

Iklan

Read Full Post »

Saya punya hobby berat nyanyi, dengan adanya organ dan sound systems yang memadai (layak disewakan kata tetangga saya) setiap week end pasti saya sempatkan nyanyi di rumah …dan lamanya bisa setengah sampai 2 jam non stop !

Setiap ada acara keluarga, saya pun enggak pernah lepas dari urusan nyanyi alias manggung, biar latihan tiap minggunya ada hasil hahaha. Ini salah satu lagaknya di acara keluarga (narcis banget ya….hehehe) :

Waktu jaman karaoke…. saya memang lebih suka nyanyi lagu-lagu jadul karena kaset dan cd karaoke, koleksinya yang begituan….., (lebih…)

Read Full Post »

Liburan tahun yang lalu, kami sekeluarga berkesempatan berkunjung ke negeri siam Thailand.  Seperti umumnya turis di bangkok, kami tidak melewatkan pertunjukan cabaret yang dimainkan oleh banci-banci cantik thailand. Coba lihat betapa cantiknya banci disana (foto dari dekat, setelah pertunjukan)….

Katanya bintang iklan cantik di sana banyak yang sebenarnya banci ….

Berikut stock foto saya satu lagi saat mereka beraksi dipanggung (karena di zoom, tanpa blizt & dicropping, maaf jadi kurang jelas… red .), agak seronok, tapi ini sebenarnya 2 foto yang relatif sopan dibanding foto lainnya ..hehehe…..

Selesai pertunjukan, para penari/penyanyi cabaret tsb berjejer di pintu keluar pengunjung.  Saking inginnya melihat / memotret dari dekat ( dan juga penasaran apakah bener banci atau perempuan asli ), saya berjalan keluar terlebih dahulu dari istri dan anak-anak saya, agar mereka tidak menunggu terlalu lama saat saya jeprat jepret.

Keinginan saya tersebut, mungkin nggak direstui …(at least oleh istri saya hehehe)….maka datanglah bencana tsb !

Begitu saya memotret banci cantik (foto pertama di atas) bersama salah satu penonton, kamera saya langsung dirampas oleh banci yang lain dan ia memaksa saya untuk berfoto bersama dengan rekannya.

Saya digeret dengan paksa berdiri di antara 2 banci yang ternyata kasar, kuat dan seram juga, lalu tangan saya pun dipaksa memeluknya (meletakkan dengan paksa tangan saya di tubuhnya…..) dan rekannya (banci) yang lain memotret kami bertiga !  Sekali lagi, saya diapit oleh 2 orang banci cantik berpakaian seksi dan tangan kiri dan kanan saya memegang tubuh palsu banci cantik dan seksi tsb.

Saat kamera memotret, saat itu pula istri dan anak saya sampai … karena jaraknya paling hanya 15-20 antrian di belakang…. tentu saja istri saya terhenyak dengan kejadian tersebut ! Lalu di depan istri saya, para banci tsb meminta saya untuk membayar 200 bath ! Karena yang pegang uang istri saya, maka istri saya dengan terpaksa akhirnya  mau membayar 50 bath kepada banci tsb, beruntung mereka mau dan mengembalikan kamera saya….

Dan anda tahu …..

Setelah kejadian itu….. istri saya ngambek hingga keesokan paginya, ia tidak percaya bahwa saya dipaksa berpose seperti itu… katanya : “dipaksa kok ayah ketawa”.  ya mosok saya mesti marah-marah seeh ?  tapi kejadian itu ……bikin kapok deh !!!

foto nya …… malu ah ! tidak sopan …..

Read Full Post »

Enak aja sih dia bilang saya pelit, opportunist, galak, egois, kejam …. huh ! Saya nggak seburuk itu tau ! Ngaca dulu dong …… , baru boleh ngomentarin orang  !

Ya, sering kita tidak bisa menerima kritikan atau pernyataan orang lain tentang kekurangan kita. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita dalam kekurangan….

Bukannya kita bercermin dan mengoreksi diri tetapi malah balik sibuk mengomentari orang tsb.

Kritik sebenarnya adalah anugrah dari Tuhan.  Seharusnya kita bersyukur diberi ladang untuk memperbaiki diri …

Jangan merisaukan siapa yang menyampaikan,

Jangan merisaukan caranya menyampaikan…

tapi fokuslah pada apa yang disampaikan. 

Kita umumnya merasa sudah sabar, tapi bukankah kesabaran itu tidak berbatas ?
Kita merasa cukup banyak memberi ? tapi apakah kita sudah sedermawan rasullulloh ?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus bisa dikembangkan oleh kita agar kita merasa masih ada ruang untuk memperbaiki ….

Semoga tulisan singkat ini dapat mengingatkan kembali, …..mampu menggugah kesombongan kita ….. untuk lebih terbuka pada kritikan sehingga kita terus dapat memperbaiki diri …..

Read Full Post »

Kondisi demokratis di dalam keluarga masa kini, menyebabkan orang tua lebih sering memberikan kebebasan memilih dan menuruti apapun kehendak anak-anaknya. ”Saya sih terserah anak saya saja….” Kalimat ini sering kita dengar dari orang tua jaman sekarang…. Entah karena angin demokrasi meniup kencang hingga ke ruang keluarga atau juga karena sayang berlebihan akibat perasaan bersalah atas kesibukan …..sehingga bila bertemu inginnya membahagiakan dan tidak ingin melukai hati anaknya. 

Sebagai orang tua … sayang dan tidak melukai hati anaknya tentu bukanlah sikap yang  salah…., demikian juga mengenalkan alam demokrasi dan mendidik anak-anak mengambil keputusan.  tapi ini tidak bisa seketika dan tanpa arahan.

Terkadang beberapa orang tua saking sayangnya, terkesan menjadi ”takut” pada anaknya.  ”Ketakutan” ini sering berakibat ketidaktegasan orang tua dan berkurangnya pengarahan yang semestinya masih diperlukan anak-anak.  Ketidak tegasan dan kurangnya pengarahan ini dikaburkan oleh angin demokrasi dan kebebasan….

Contohnya, seorang anak biasanya masih perlu bimbingan orang tua, khususnya saat harus mengelola waktu mereka.  Bila dalam pengelolaan waktu ini, orang tua tidak bisa mengendalikan anaknya… dan menyerahkan keputusan di tangan anaknya (tanpa bimbingan)…..biasanya penyesalan akan terjadi kemudian…..

Sebelum menyerahkan keputusan …, sudahkah anak kita mengetahui dan memahami pilihan-pilihan yang ada ? bagaimana cost benefit pilihannya, konsekuensinya ……tanpa pengetahuan itu … membebaskan pilihan pada anak kita sangatlah beresiko.  Apalagi bila akses informasi tidak berimbang antara yang baik dan yang buruk…. belum lagi pengaruh teman yang belum tentu benar.

Memang, menjadi orang tua sekarang ini sebenarnya lebih berat dibandingkan orang tua jaman dahulu …. (benar nggak ya ??). Semoga ini artikel singkat ini bisa menjadi bahan renungan bagi orang tua dan juga anak-anak agar lebih bisa menghargai peran masing-masing …..

Read Full Post »