Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘motivasi’

Saat ini innovasi diberbagai bidang seperti bidang bioteknologi, nanoteknologi, atau juga dibidang kedokteran, pangan, teknologi informasi, dll semakin pesat.  Apakah kita hanya akan menjadi pengguna, atau bahkan hanya sebagai penonton ?

Dengan perkembangan teknologi internet, web, dan komunitas berbasis web, disertai juga kenyataan bahwa sumber daya semakin langka dan mahal, informasi semakin terbuka dan menyebar dengan cepat, mampukah Indonesia bersaing dengan negara maju ?

Kalau kita ingin mengejar ketertinggalan, kita harus mampu menghasilkan juga suatu terobosan, sesuatu yang bisa menjadi trend setter ! Dimana salah satu peluang Indonesia ?

EMPAT LENSA merupakan sebuah pengembangan pemikiran anak bangsa, suatu  innovasi luar biasa dalam bidang kepemimpinan. Karena merupakan pemikiran yang inovatif, maka banyak hal kontroversial di dalamnya, banyak yang terkesan tidak masuk akal, tidak realistis…. Tapi begitulah sifat suatu terobosan ….. ia memutarbalikkan kebiasaan kita saat ini.

Dengan kacamata EMPAT LENSA praktek-praktek  manajemen yang umum dilakukan saat ini seperti kontrol, presisi, disiplin, stabilitas, struktur formal dan berjenjang, strategi jangka panjang, hukuman dan penghargaan, menjadi tidak relevan lagi.

Ubahlah cara pandang melihat pengetahuan, melihat sistem atau lingkungan kita, melihat data dan melihat manusia. Dengan cara pandang baru ini, kita akan belajar dengan efektif dan terus menerus meningkatkan diri, membagi kewenangan secara optimal pada semua pihak, mengambil keputusan secara tepat dan bijak.

EMPAT LENSA membutuhkan keterbukaan cara berfikir, membutuhkan keberanian luar biasa dalam menerapkannya.  Namun hasil yang didapatkan sungguh mahadahsyat.  Dengan tehnik kepemimpinan yang tepat, kreativitas, kegigihan, antusiasme dan sinergitas akan menghasilkan suatu energi yang luar biasa, suatu hasil yang diluar ekspektasi, yang tak pernah anda bayangkan.

Ini adalah sebuah opportunity bagi bangsa kita bila ingin melompat jauh mengejar ketertinggalan. Bukan menjadi bangsa yang ikut-ikutan….. Anda mau menjadi pemenang di dunia baru ? Adopsilah EMPAT LENSA !

Dapatkan segera buku EMPAT LENSA di toko buku kesayangan anda !

Iklan

Read Full Post »

Dalam pidatonya Ibu Sri Mulyani (SM), mengatakan  ‘Mundurnya saya tidak berarti kalah, saya menang ‘ kata SM. Tapi layakkah SM disebut sebagai pemenang ?

Saking sayang dan kagumnya pada beliau saya menuliskan kemunduran beliau dari jabatan Menkeu sekali lagi  …tentu dengan sudut yang berbeda….semoga bermanfaat untuk SM dan untuk kita semua yang masih mencintai Republik ini…

Menurut saya SM belum dapat dikatakan pemenang, jika belum ada perubahan ke arah perbaikan dari apa yang dikeluhkan SM tentang kebijakan dan perilaku pejabat publik, kondisi politik bangsa dan pemimpin negara ini.  SM baru mencapai kemenangan yang tertunda.

Kalau pun menang SM baru memenangkan kemenangan diri… bukan kemenangan publik.  Secara sosial SM gagal atau tidak dapat mempengaruhi idealismenya pada lingkungannya.

Ya, SM tidak kalah, tapi belum menang…… semoga kemenangan akan datang. Hal ini masih harus kita buktikan, harus kita nantikan, bahkan mungkin harus kita bantu…. agar SM menang…. agar Republik tercinta ini menang dari permainan kotor sekelompok orang yang haus kekuasaan dan harta yang bukan haknya.

“Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani” demikian SM  mengatakan  dalam pidatonya, sebagai rasionalisasi dari kemundurannya, dan ketidakberdayaanya pada lingkungannya yang sangat kotor.

Betul bu, tidak mungkin ini menjadi tanggung jawab ibu seorang ! Dan dengan kondisi lingkungan yang demikian parahnya, sangat bijaksana bila kita memilih untuk tidak terseret dan memenangkan hati nurani.  Jika saya menjadi Ibu, saya akan mundur sejak saya ditekan untuk menyetujui penggelontoran dana ke Bank Century !

Beliau akui juga dalam pidatonya, terlambat tidak apa-apa…… ok bu. pergumulan batin yang luar biasa menyebabkan ibu lambat memutuskan. Karena saya cinta Ibu, saya bisa mengerti dan memaafkan.

Namun bu…..Ibu adalah Tokoh, salah satu tokoh idola saya.  Bicaralah lebih banyak…… teruslah berjuang untuk memperbaiki keadaan. Janganlah keputusan mundur ini dibarengi dengan embel-embel kesepakatan tidak boleh ini dan itu..tidak boleh bicara ini dan itu….kalau ini yang terjadi…. ibu sudah masuk dalam kolaborasi yang ibu sampaikan…..

Tolong bu….. jangan masuk dalam kesepakatan apapun dengan yang kotor…..

Jujurlah pada diri sendiri… jujurlah pada bangsa ini….. kami akan mendukung.. karena kami tahu hati Ibu tak akan menghianati republik ini.

Jangan klaim sudah menang…… Ibu memang tidak kalah…. tapi Ibu akan menang… kita akan menang …. bila Ibu terus berjuang memperbaiki keadaan ini.

Salam dari kami yang masih yakin bangsa ini bisa diselamatkan…..

Read Full Post »

Coba kita simak kembali pernyataan Sri Mulyani (SM) yang merasa menang dengan keputusannya mundur dari kabinet.  Benarkah Ia menang ? Kalau Ia menang, siapa yang Ia kalahkah ? ataukah sebenarnya Ia kalah ?

Saya terus terang termasuk pengagum SM, buat saya Ia bukan saja wanita yang pandai, tapi juga mempunyai integritas yang tinggi, prinsip yang kokoh, kuat namun luwes dalam menempatkan diri.  Tak perlu dijelaskan mengapa demikian, kiprahnya sudah banyak diketahui khalayak.

Yang ingin saya soroti disini, apakah Ia benar-benar menang dengan keputusan mundur seperti yang diklaim SM di sebuah kampus ?

SM mengatakan menang karena merasa ia tidak terseret dalam kartel politik yang sarat konflik kepentingan.  Ya….. dalam hal ini SM tidak terkalahkan oleh tekanan kepentingan tersebut.  Namun apakah layak disebut pemenang ?

Bila kita cermati, kemenangan SM ini barulah sebatas kemenangan diri, tetapi belum merupakan kemenangan publik, atau secara sosial SM belum dapat dikatakan menang….

Karena SM memilih mundur, dan SM tidak mampu mengubah dan memperbaiki lingkungannya agar prinsip dan nilai-nilai SM yang baik dapat ditularkan bahkan diadopsi oleh lingkungannya. SM kalah dalam lingkungan terdekatnya…..

Sangat disayangkan, Tokoh SM harus mundur dan kalah oleh konflik kepentingan yang ada.  Namun apakah kekalahan ini sebuah kemenangan tertunda ? Saya masih berharap demikian....

Semua itu tentu berpulang pada dampak dan reaksi keputusan mundurnya SM , serta upaya lanjutan SM untuk mengimplementasikan idealismenya pada masyarakat luas, khususnya Bangsa Indonesia.

Apa yang SM katakan di kampus tersebut, memang sangat bermakna, selain menyebutkan buruknya iklim politik negeri ini,  Ia juga menyebutkan adanya kepalsuan dalam demokrasi saat ini.  Seolah-olah demokrasi, tetapi sebenarnya bukan, bahkan ia menyebutkan ini seperti orde baru…..

Kalau dampak pidato ini terus bergulir dan berdampak pada perubahan….. tentu ada harapan keputusan SM adalah sebuah kemenangan tertunda. Tapi jika SM berhenti sampai disitu…..bisa jadi Ia benar-benar kalah secara publik.

SM adalah seorang tokoh, Ia punya tanggung jawab untuk terus berjuang memperbaiki keadaan  ini…… Ayo ….. Jangan berhenti sampai disini…..

Jangan merasa menang dengan tindakan mundur…. perjuangan masih panjang… Indonesia perlu berubah dan bangkit…….berjuanglah terus SM…  bongkar dan basmi praktik-praktik politik kotor di negeri ini……yakinlah banyak yang mendukung hati nuranimu…..

Salam- progoharbowo

Read Full Post »

Hari-hari ini kami sedang berbahagia, karena anak sulung kami diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.  Prestasi anak saya ini pernah saya posting awal 2008, saat itu ia baru kelas 1 SMA baru lulus SMP dengan nilai NEM tertinggi. (baca artikel : tips menghadapi UN, pengalaman mendapatkan nilai NEM tertinggi)

Tak terasa saat ini moment tsb terulang lagi, walau bukan menjadi yang tertinggi (karena nilai bahasa indonesia hanya mendapat 7,8) namun nilai matematik di UN mendapat nilai sempurna 10 …..cukup membanggakan.

Sejak SMA, saya sudah tidak dapat membimbing pelajarannya karena sebagian besar saya sudah lupa dengan materi pelajaran kimia, fisika dan matematika yang cukup rumit.  Kebiasaannya main game juga belum berubah, namun kami tak hentinya mengingatkan waktu belajar kepadanya.

Walaupun sudah SMA, bimbingan dan perhatian orang tua tidak boleh kendor.  Dengan banyaknya gangguan /pengaruh lingkungan, teknologi, media yang luar biasa…. mau tidak mau kita harus memastikan anak kita masih di rel yang benar. Mengingatkan untuk belajar, manakala ia terhanyut dalam kegiatan remajanya, adalah sangat penting.

Sejak kelas 3 SMA ia sudah mengikuti bimbingan belajar intensif dan secara rutin mengikuti try out. Tidak lupa saya juga membelikan buku-buku latihan soal UN dan test PT yang banyak tersedia di toko buku.Selebihnya, kami berdoa dan kadang bertahajud untuk kesuksesan anak kami.  Dalam hal ini pun kami mengalami titik pencerahan setelah anak kami kelas 3 SMP (3 thn yang lalu).

Ada hal sepele yang lucu dan mungkin memalukan, namun saya kira mungkin ada yang mengalaminya juga.  Dalam hal ini bisa dikatakan kami mengalami titik pencerahan.  Hingga tiga tahun yang lalu, saya sangat sibuk untuk bekerja (meniti karier), hingga kalaupun kami berdoa, lebih khusyu doa untuk diri sendiri karena didera oleh berbagai masalah di kantor, konyol sekali.

Hingga pada suatu saat saya mempertanyakan untuk apa kesuksesan yang kami raih, bila anak-anak kami tidak berhasil dalam kehidupannya mendatang.  Dengan bertambahnya umur kami, kami menyadari bahwa anak-anak yang merupakan titipanNya, adalah tanggung jawab kami. Kami harus mengantarnya agar mereka bisa sukses dan bahagia dan menjadi orang yang bermanfaat. kami lebih khusyu berdoa untuk masa depan anak-anak kami….

Walaupun Jalan ke depan masih panjang, kami syukuri anak kami telah berprestasi dan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang sangat diidamkan oleh kebanyakan anak-anak berprestasi.

FK-UI mempunyai ‘passing grade’ tertinggi, artinya dalam seleksi masuk ia menetapkan standard nilai tertinggi di Indonesia untuk seluruh jurusan, yaitu 86.  Passing grade ke 2 tertinggi adalah STEI ITB (elektro dan informatika) yaitu 84. Passing grade ini di ITB dikenal sebagai Tingkat Kesulitan Relatif.  Jurusan yang lain di bawah skor ini.

Anak saya memilih kedua jurusan tersebut sebagai sasarannya.  Tentu saja saya sangat cemas karena persaingan yang sangat ketat dan standard seleksi yang sangat tinggi. Kini,  kecemasan itu berakhir dengan rasa syukur, karena telah diterima melalui Jalur SIMAK UI reguler.

Bayangkan sementara yang lain masih sibuk ikut test ujian masuk yang banyak sekali jalurnya, anak saya sudah merasa tenang. Biaya pun sangat affordable bagi kami, karena masuknya jalur reguler (biaya standard).

Semoga ia menjadi dokter yang handal, dan memberi arti bagi sesama.

Read Full Post »

Buruk, Jelek, bodoh…. adalah sebutan yang dibuat manusia. Namun semua ciptaan Tuhan sebenarnya adalah baik.  Ini perlu disadari oleh kita…. Kadang sebutan buruk menyebabkan tenggelamnya sebuah potensi hasil kreasi sang maha pencipta.

Jangan mengubur potensi yang ada pada setiap Individu ! Setiap Individu memang unik, dan keunikan itu bisa menjadi potensi maha dahsyat bila kita memahaminya, bila kita mensyukuri karunia Illahi.

Kuncinya ada pada kita masing-masing, bagaimana kita menghargai keunikan itu, lalu berilah kesempatan untuk berkembang. Malcolm Gladwell dalam bukunya ‘outlier‘ membahas apa yang menjadi kunci orang-orang yang luar biasa

Outlier dalam bahasa statistik umumnya diartikan data pencilan, Gladwell membahas bagaimana orang-orang outlier (orang-orang yang sukses luar biasa) bisa mendapatkan kesuksesannya.

Pohon Ek yang tumbuh tinggi dan kuat di hutan, bukan karena tumbuh dari biji yang paling kuat ! Tapi karena mendapat sinar matahari penuh (tdk ada pohon yg menghalangi), tanahnya subur, tidak ada kelinci yang mengunyah kulit kayunya saat masih kecil, tidak ada tukang kayu yang menebangnya.

Penelitian terhadap bintang hockey  di Amerika, menunjukkan fenomena menarik terhadap tanggal  kelahiran dan sistem pendaftaran.   Maksudnya, ternyata sang bintang  hockey menjadi hebat karena  sejak kecil telah mendapat keuntungan kesempatan.  Ternyata sang bintang  rata-rata lahir di bulan januari-maret, sementara waktu pendaftaran setiap januari.

Karena keuntungan tanggal kelahiran tersebut, ia mempunyai tubuh yang lebih besar, mempunyai kesempatan latihan lebih banyak saat evaluasi, lalu menjadi ‘terkesan lebih berbakat’.  Karena dianggap lebih berbakat,  ia diberi porsi latihan lebih banyak lagi dan lebih baik (masuk team khusus), dan selanjutnya keahliannya jauh meninggalkan teman-teman lainnya.

Demikian juga dengan pemain biola, menjadi hebat karena ia mempunyai lebih banyak waktu latihan dibanding yang lain. Para pemusik hebat ternyata mempunyai jam latihan yang sangat intens. Penelitian menunjukkan,  tidak ada pemusik alami (hebat tanpa latihan), ataupun pemusik yang telah bekerja keras tetapi tidak menjadi ahli.

The beatles menjadi hebat, karena ia punya waktu berlatih setiap hari di sebuah pub di Jerman dengan berbagai jenis musik selama lebih dari 25000 jam.  Demikian juga Bill Gates, menjadi ahli komputer, karena sejak sekolah ia punya kesempatan jauh lebih banyak bermain komputer dibandingkan anak-anak pada jamannya.

Apa arti semua ini ? Artinya,

  1. Jangan begitu mudah memfonis setiap orang tidak punya potensi. Jangan terlalu mudah mengelompokkan orang, apalagi mencap tidak punya potensi
  2. Semua orang punya potensi yang dapat dikembangkan, hanya kadang kita saja yang belum melihat potensinya.
  3. Sedangkan bagi diri sendiri, ayo gali potensi… kuncinya raih kesempatan dan rajin berlatih. Jangan mudah menyerah …..

Ada lagi yang ingin menambahkan ?

NB : postingan ini postingan ulang, karena postingan lalu agak error bila disearch.

Read Full Post »

Buruk, Jelek, bodoh…. adalah sebutan yang dibuat manusia. Namun semua ciptaan Tuhan sebenarnya adalah baik.  Ini perlu disadari oleh kita…. Kadang sebutan buruk menyebabkan tenggelamnya sebuah potensi hasil kreasi sang maha pencipta.

Jangan mengubur potensi yang ada pada setiap Individu ! Setiap Individu memang unik, dan keunikan itu bisa menjadi potensi maha dahsyat bila kita memahaminya, bila kita mensyukuri karunia Illahi.

Kuncinya ada pada kita masing-masing, bagaimana kita menghargai keunikan itu, lalu berilah kesempatan untuk berkembang. Malcolm Gladwell dalam bukunya ‘outlier‘ membahas apa yang menjadi kunci orang-orang yang luar biasa

Outlier dalam bahasa statistik umumnya diartikan data pencilan, Gladwell membahas bagaimana orang-orang outlier (orang-orang yang sukses luar biasa) bisa mendapatkan kesuksesannya.

Pohon Ek yang tumbuh tinggi dan kuat di hutan, bukan karena tumbuh dari biji yang paling kuat ! Tapi karena mendapat sinar matahari penuh (tdk ada pohon yg menghalangi), tanahnya subur, tidak ada kelinci yang mengunyah kulit kayunya saat masih kecil, tidak ada tukang kayu yang menebangnya.

Penelitian terhadap bintang hockey  di Amerika, menunjukkan fenomena menarik terhadap tanggal  kelahiran dan sistem pendaftaran.   Maksudnya, ternyata sang bintang  hockey menjadi hebat karena  sejak kecil telah mendapat keuntungan kesempatan.  Ternyata sang bintang  rata-rata lahir di bulan januari-maret, sementara waktu pendaftaran setiap januari.

Karena keuntungan tanggal kelahiran tersebut, ia mempunyai tubuh yang lebih besar, mempunyai kesempatan latihan lebih banyak saat evaluasi, lalu menjadi ‘terkesan lebih berbakat’.  Karena dianggap lebih berbakat,  ia diberi porsi latihan lebih banyak lagi dan lebih baik (masuk team khusus), dan selanjutnya keahliannya jauh meninggalkan teman-teman lainnya.

Demikian juga dengan pemain biola, menjadi hebat karena ia mempunyai lebih banyak waktu latihan dibanding yang lain. Para pemusik hebat ternyata mempunyai jam latihan yang sangat intens. Penelitian menunjukkan,  tidak ada pemusik alami (hebat tanpa latihan), ataupun pemusik yang telah bekerja keras tetapi tidak menjadi ahli.

The beatles menjadi hebat, karena ia punya waktu berlatih setiap hari di sebuah pub di Jerman dengan berbagai jenis musik selama lebih dari 25000 jam.  Demikian juga Bill Gates, menjadi ahli komputer, karena sejak sekolah ia punya kesempatan jauh lebih banyak bermain komputer dibandingkan anak-anak pada jamannya.

Apa arti semua ini ? Artinya,

  1. Jangan begitu mudah memfonis setiap orang tidak punya potensi. Jangan terlalu mudah mengelompokkan orang, apalagi mencap tidak punya potensi
  2. Semua orang punya potensi yang dapat dikembangkan, hanya kadang kita saja yang belum melihat potensinya.
  3. Sedangkan bagi diri sendiri, ayo gali potensi… kuncinya raih kesempatan dan rajin berlatih. Jangan mudah menyerah …..

Ada lagi yang ingin menambahkan ?

Read Full Post »

Para blogger sejatinya adalah seorang jurnalis…. Sebagian besar blogger tentunya akan senang bila tulisannya dihargai oleh penerbit buku.  Berikut pengalaman saya mulai menjadi blogger lalu berhubungan dengan penerbit dan akhirnya menjadi sebuah buku.

Puji Syukur buku pertama saya “Empat Lensa” akan segera diterbitkan oleh Ipb Press.  Ada kepuasan yang berbeda saat tulisan kita lebih dihargai dan diabadikan dalam sebuah buku.  Walaupun ini baru pengalaman pertama saya, saya tetap ingin berbagi dengan rekan-rekan bagaimana cara dan langkah saya hingga mendapat kesempatan bekerjasama dengan penerbit.  Semoga ini bisa memberi inspirasi pada para blogger yang ingin menulis buku…menjadi penulis pemula nggak susah kok….

Kata rekan-rekan dan atasan saya, saya mempunyai bakat menulis (pasti para blogger juga demikian), tapi saya masih bingung….mau nulis apa  ? Munculnya fenomena blog membuat hasrat saya tersalurkan, lalu sayapun bergabung dengan wordpress di awal tahun 1998.

Tak disangka, dalam waktu 2 minggu sejak menulis di wordpress, saya sudah masuk jajaran toplist…. Wah mendapat sambutan hangat nih….., berarti gaya penulisan saya ada yang suka.  Karena blog saya adalah blog pribadi…. Ya bebas…, topiknya macem-macem…..

Dari berbagai macem topik tersebut saya selipkan artikel-artikel potongan ide buku yang akan saya terbitkan (test). Surprise, artikel tersebut juga mendapat sambutan hangat …….wah makin semangat deh buat menulis buku.

Kebetulan dikantor, saya juga mendapat tugas tambahan memimpin sebuah program “Learning Forum”di jajaran top management… mau tidak mau saya baca buku-buku management mutakhir…. Semangat menulis makin menggebu dengan tema yang semakin mengerucut…..  Karena hal inilah, saya meninggalkan komunitas blogger untuk sementara waktu… selain kesibukan kantor, juga larut dalam penyusunan buku….

Setelah naskah buku kira-kira selesai 75 %, saya baru berfikir ini buku mau ditawarkan kemana ? ada nggak yang mau menerbitkan ? saya lalu konsultasi dengan beberapa kenalan jurnalis beneran…. Bagaimana proses penerbitan sebuah buku, hal apa yang harus diperhatikan…… Atas konsultasi ini saya menyempurnakan naskah saya, dan untuk masalah proses penerbitan… penjelasan & sarannya jurnalis beneran itu tergolong umum misalnya :

  1. Buku dibuat dengan tujuan apa ?
  2. Siapa target marketnya ?
  3. Buatlah tulisan dengan karakter yang kuat.
  4. Finalisasi naskah
  5. Menghubungi penerbit untuk menawarkan buku tsb
  6. Presentasi dari segi ide dan pemasaran
  7. Bila oke, mendapat tawaran kontrak kerjasama
  8. Buku terbit, mendapat royalti

Point 1 sampai 3, itu berhubungan dengan kualitas dan kelas penulis. Untuk meyakinkan kualitas, saya mengirim sampel satu dua bab untuk dibaca anak, kerabat dan teman…. Saya tanya pendapat dan masukannya ? apakah menarik ? apakah mengerti ? apa sarannya ? dll.  Dari respon tersebut saya coba perbaiki naskah saya … ini terus dilakukan berkali-kali.

Untuk point 4 dan 5 walau sederhana tapi saya masih agak bingung.  Finalisasi naskah itu sampai seperti apa ? bagaimana menghubungi penerbit ? apa tipe-tipe kontrak kerjasama dengan penerbit ? Lalu kalau sekedar kirim naskah, kapan naskah kita dapat giliran dibaca/dievaluasi oleh staf redaksi ? Pasti puluhan atau ratusan naskah mengalir ke redaksi.  Penerbit seperti apa yang layak diajak kerjasama oleh penulis pemula seperti saya ?

Mencari penerbit sebenarnya tidak sulit.  Kita tinggal buka internet dengan bantuan search engine, nama dan alamat penerbit bisa kita dapatkan.  Tapi saya lakukan berbagai cara, selain lihat di internet, saya juga coba hubungi teman yang mungkin tahu atau pernah berhubungan dengan penerbit. Dari sini saya mendapat sedikit gambaran mengenai beberapa penerbit.

Membuat bahan presentasi untuk menjual ide buku ini, sebuah seni tersendiri.  Kita harus dapat menyampaikan apa bedanya buku kita dengan buku lain. Apa manfaatnya bagi pembaca, siapa yang akan membeli, kenapa mereka bakal membeli, dll.

Walaupun penulis pemula, saya pede aja untuk menawarkan ke beberapa penerbit lalu bisa membandingkan mana tawaran kerjasama yang paling cocok untuk saya. Kemudian supaya naskah saya tidak terkirim sia-sia, saya juga mencari tahu orang yang tepat yang perlu dihubungi di penerbit yang kita tuju.

Naskah 90% selesai, contact person penerbit sudah didapat…. maka saya mulai menghubungi penerbit.  Ada penerbit kondang yang saya hubungi hanya by email (dari search engine) tetapi responnya sangat hangat.  Ada yang melalui jasa teman mendapatkan nomor penting staf redaksi responnya juga baik sekali, ada yang langsung bertemu dan responnya sangat baik, dan tentunya ada juga yang dihubungi tetapi tidak merespon.

Namun menurut saya hasil yang didapat cukup “Surprise !”, perkenalan dan ide buku saya disambut baik oleh orang-orang penting di 3 penerbit kondang. Langkah berikutnya adalah mengirim naskah lengkap, berdoa, dan persiapan negosiasi kerjasama.  Kalau masih ingin mengikuti …..tunggu dibagian kedua ya….

Read Full Post »

Older Posts »