Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘kesehatan’ Category

Lho Kok ? benar… bekerja di perusahaan makanan sehat membuat saya dapat meningkatkan gaya hidup sehat. Saya sangat-sangat bersyukur, karena tanpa dukungan dan program dari kantor kita sulit berdisiplin.

Setidaknya, dengan peraturan dan monitoring kesehatan yang dilakukan selama kita hidup di kantor, membantu kita mempertahankan kesehatan dan kebugaran.  Lima hari dalam seminggu dengan kebiasaan hidup lebih sehat, tentu sangat berpengaruh.

Mau tau apa saja yang menjadi program kesehatan karyawan di kantor saya ? Berikut contohnya :

  1. Tidak ada gorengan dalam snack meeting.  Snack meeting berupa biskuit rendah kalori, salad buah, rujak, dll.
  2. Tidak ada gorengan dan kerupuk saat makan di kantin kantor. Menu sehat menjadi santapan sehari-hari di kantin tanpa gorengan, jeroan, gulai dlsb.  Kolesterol, gula, tekanan darah, asam urat lebih terkendali.
  3. Disediakan Gym (lengkap dengan peralatannya) di kantor.
  4. Malas nge-gym di kantor, kantor bekerjasama dengan Celfit untuk keanggotaan karyawan.
  5. Disediakan juga kegiatan disertai instruktur antara lain Yoga, Hip Hop, dll di kantor bagi yang berminat satu minggu satu kali.
  6. Ada juga olah raga bela diri Aikido
  7. Untuk olahraga konvensional seperti badminton, futsal, sepakbola juga disediakan
  8. Seluruh area kantor dan pabrik bebas rokok
  9. Lift tidak dianjurkan digunakan untuk naik 3 lantai, kecuali membawa barang, orang sakit atau ibu hamil.
  10. Pemeriksaan kesehatan (general Check up) lengkap setahun sekali, untuk kasus tertentu bisa setahun 2 kali
  11. Pemeriksaan kebugaran tubuh dengan alat inbody, yang mengukur Body mass index dilakukan setiap 3 bulan sekali !
  12. Adanya klinik lengkap dengan dokter jaga

Monitoring kondisi kesehatan ini sama sekali tidak dikaitkan dengan performance appraisal.  Semua dilakukan sukarela….., perusahaan hanya memberi feedback…. Tidak ada paksaan, tidak ada punishment…

Kok ada ya kantor seperti ini ? ya ini bener-bener nyata…. Kantor kami adalah perusahaan makanan kesehatan dengan visi “inspiring nutritious life”…..Visi ini tentu bukan sekedar slogan, selain produk-produknya yang mengisnpirasi banyak orang untuk hidup sehat…. Kita berharap para karyawan pun menjadi duta bagi menyebarnya pola hidup sehat ……

Anda tertarik ?

Read Full Post »

Hari-hari terakhir ini kami sekeluarga sedang bimbang memutuskan salah satu anggota keluarga kami yang sedang menderita sakit jantung koroner.  Beliau sudah terkena serangan jantung 2 kali dan juga penderita diabetes.  Dokter yang berbeda menyarankan 2 hal berbeda ….

Dokter jantung A menyarankan cukup dengan 4-5 ring biaya operasi sekitar 15o jt. Namun dokter jantung B tidak menyarankan pemasangan ring karena menurutnya banyak kasus ring tidak akan bertahan lama, 2-3 thn lagi akan terjadi penyempitan lagi dan perlu operasi lagi.  Oleh karena itu dokter jantung B menyarankan operasi by pass dengan biaya sekitar 150 jt juga !

Coba anda bayangkan dengan biaya yang tidak sedikit dan keduanya mengandung resiko ….. Semoga dalam beberapa hari kedepan kami dapat menemukan solusinya.  Dan hikmahnya untuk kita jaga kesehatan sebelum sakit …….

apakah ada pembaca yang dapat memberi saran solusi ?

Read Full Post »

Awalnya saya ragu-ragu untuk membagi informasi ini, karena khawatir akibatnya bisa heboh.  Tetapi karena informasi ini cukup penting dan tulisan ini didasari oleh niat baik penulis, maka … jadinya lillahi ta’ala saja.   

Kemarin saya berbincang dengan rekan saya, menurut keterangannya data dari dokter di RS cukup terkenal di jakarta (anda bisa hubungi saya kalau penasaran) menyampaikan bahwa angka penyebaran HIV AIDS di Indonesia akhir-akhir ini meningkat kembali.  Yang sangat mengkhawatirkan, pasien yang masuk rs tersebut dan didiagnosis terkena HIV AIDS akhir-akhir ini kebanyakan adalah ibu rumah tangga biasa.  Pertanyaannya mengapa bisa menyebar di kalangan ibu rumah tangga biasa ?

Menurut keterangannya, angka penyebaran karena jarum suntik, narkoba dan prostitusi di Indonesia sudah cukup stabil tapi kok tiba-tiba angka penyebaran naik kembali dan ternyata banyak terjadi pada ibu rumah tangga.  Sementara dari keterangan ibu rumah tangga yang mengidap HIV AIDS tersebut, rata-rata mereka rajin berkunjung ke salon untuk pedicure, medicure dan facial. Apakah memang ada hubungannya yang cukup kuat tentang hal ini ?

Mungkin para dokter dan pemerhati masalah kesehatan di Indonesia segera bisa mengkonfirmasikan hal ini.  Bila memang ada potensi hubungan tersebut, sebaiknya pemerintah harus segera melakukan tindakan agar salon-salon kecantikan membangun sistem keamanan kesehatan bagi konsumennya, seperti menerapkan sistem hygiene dan sanitasi atau HACCP dan sejenisnya.

Sekali lagi, tulisan ini bukan menakut-nakuti dan semoga tidak membuat bisnis salon ambruk…. tetapi membuat bisnis salon semakin meningkatkan kualitasnya sehingga tidak menjadi faktor penyebar HIV AIDS seperti kabar dari RS tsb.

Untuk itu jangan bereaksi berlebihan, tapi mohon hati-hati kepada para ibu yang kerap sering mengunjungi salon agar lebih memperhatikan aspek hygiene dan sanitasi alat-alat yang digunakan.  Tetaplah ke salon langganan……. karena hubungan salon dan HIV AIDS belum dibuktikan secara ilmiah, data-data juga belum jelas dan lengkap….. jadikan informasi ini untuk feedback bagi salon kesayangan ibu-ibu.

Semoga tulisan ini lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya…

Read Full Post »

Awalnya saya ragu-ragu untuk membagi informasi ini, karena khawatir akibatnya bisa heboh.  Tetapi karena informasi ini cukup penting dan tulisan ini didasari oleh niat baik penulis, maka … jadinya lillahi ta’ala saja.   

Kemarin saya berbincang dengan rekan saya, menurut keterangannya data dari dokter di RS cukup terkenal di jakarta (anda bisa hubungi saya kalau penasaran) menyampaikan bahwa angka penyebaran HIV AIDS di Indonesia akhir-akhir ini meningkat kembali.  Yang sangat mengkhawatirkan, pasien yang masuk rs tersebut dan didiagnosis terkena HIV AIDS akhir-akhir ini kebanyakan adalah ibu rumah tangga biasa.  Pertanyaannya mengapa bisa menyebar di kalangan ibu rumah tangga biasa ?

Menurut keterangannya, angka penyebaran karena jarum suntik, narkoba dan prostitusi di Indonesia sudah cukup stabil tapi kok tiba-tiba angka penyebaran naik kembali dan ternyata banyak terjadi pada ibu rumah tangga.  Sementara dari keterangan ibu rumah tangga yang mengidap HIV AIDS tersebut, rata-rata mereka rajin berkunjung ke salon untuk pedicure, medicure dan facial. Apakah memang ada hubungannya yang cukup kuat tentang hal ini ?

Mungkin para dokter dan pemerhati masalah kesehatan di Indonesia segera bisa mengkonfirmasikan hal ini.  Bila memang ada potensi hubungan tersebut, sebaiknya pemerintah harus segera melakukan tindakan agar salon-salon kecantikan membangun sistem keamanan kesehatan bagi konsumennya, seperti menerapkan sistem hygiene dan sanitasi atau HACCP dan sejenisnya.

Sekali lagi, tulisan ini bukan menakut-nakuti dan semoga tidak membuat bisnis salon ambruk…. tetapi membuat bisnis salon semakin meningkatkan kualitasnya sehingga tidak menjadi faktor penyebar HIV AIDS seperti kabar dari RS tsb.

Untuk itu jangan bereaksi berlebihan, tapi mohon hati-hati kepada para ibu yang kerap sering mengunjungi salon agar lebih memperhatikan aspek hygiene dan sanitasi alat-alat yang digunakan.  Tetaplah ke salon langganan……. karena hubungan salon dan HIV AIDS belum dibuktikan secara ilmiah, data-data juga belum jelas dan lengkap….. jadikan informasi ini untuk feedback bagi salon kesayangan ibu-ibu.

Semoga tulisan ini lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya…

Read Full Post »