Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Jusuf Kalla’

Semua tentu sudah tahu apa yg telah dihasilkan FOKE selama 5 thn.  Dengan minimnya prestasi dan  buruknya kinerja …. Apakah pantas kita memilih FOKE kembali ? Bahkan seharusnya pertanyaannya apakah pantas FOKE mencalonkan diri lagi ? Namun kenyataannya FOKE memang mencalonkan diri lagi….. Kenapa kok nekad ya ? Bahkan terkesan mati matian ? Tentunya banyak kepentingan disini. APBD senilai hampir 140T tentunya sangat menarik para penguasa (partai berkuasa) saat ini untuk menambah pundi pundi kekayaan pribadi dan juga untuk kepentingan kotor golongan dan partainya.

Apa yg telah dilakukan dalam pemerintahannya selama 5 tahun ini tentu akan sangat mengkhawatirkan bila penggantinya adalah org yang bersih, jujur dan berjuang murni utk kepentingan rakyat banyak.  Jika tdk menjabat lagi… maka seluruh kesalahannya akan terkuak … tentu saja seperti bunuh diri menyerahkan kepada yg baru.

Kalap dengan kekalahan putaran pertama…karena track record yg buruk dan janjinya yg tdk dpt dipercaya lagi… maka hanya dengan isu SARA lah ia bisa menjatuhkan lawannya…tidak ada lagi yg bisa dibanggakan.  Sungguh sangat disesalkan isu SARA ini seolah direstui oleh sebagian pemimpin yg menyatakan dirinya negarawan dan juga para ulama

Apakah memilih Foke yg muslim dengan kinerja buruk dan bahkan bisa dikatakan penuh dosa karena kekuasaannya lebih berpihak pada penguasa kotor dibandingkan kepentingan rakyatnya adalah pilhan yg baik ? Apakah memilih Jokowi yg berpasangan dengan Ahok merupakan kesalahan dan dosa bagi umat muslim ? Sungguh prihatin dan menyedihkan bila banyak yg setuju dng hal ini…

Maka tokoh sekelas Jokowi … sebuah mutiara yg muncul dari lumpur politik hitam negeri ini… kini terancam akan tersingkir….. seorang tokoh yg jelas jelas sudah terbukti jujur, mengabdi pada rakyat, bekerja dengan sungguh sungguh, cekatan, pintar, memahami sistem dan manajemen yg baik, transparans, mengayomi, mau mendengar……menjadi tersudutkan dan seolah tdk layak dipilih……hanya karena difitnah mempunyai org tua non muslim dan dipersalahkan karena berpasangan dengan Ahok yg keturunan cina dan non muslim.

……dengan kedok doktrin agama seolah memastikan bahwa pemimpin muslim pasti lebih baik dari non muslim. Ayat al’quran digiring menjadi pembenaran utk tidak memilih Jokowi-Ahok karena pemahaman yg cetek terhadap ayat al qur’an tanpa memperhatikan azbabun nuzulnya ……

Saya sangat setuju dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, bahwa lebih baik pemimpin non muslim yg adil karena warga muslim pun akan mendpt perlakuan adil, daripada pemimpin muslim yg zhalim karena warga muslimnya pun akan di dzolimi. Salut juga akan dukungan bpk Jusuf Kalla…yg mengatakan FOKE terlalu banyak dosa dan Jokowi lebih pantas pimpin Jakarta, demikian juga dukungan dari Yenny Wahid…. Tokoh tokoh muslim yang tetap berada dipihak yg benar tidak terseret kepentingan politik sesaat.  Belum lagi dukungan artis artis seperti rano karno, deddy mizwar, slamet raharjo, addie ms, juga slank … semoga semakin banyak yg menyatakan dukungan melawan kezholiman ini….

Cobalah simak dan bandingkan dengan track record jokowi dan ahok selama mereka memimpin, apa yang dihasilkan, bagaimana mereka dicintai.

Banyak juga yg apatis dengan Jokowi karena toh didukung partai juga…..mohon disimak… Jokowi bukanlah tokoh yg mudah dikendalikan partai. Dia buktikan di solo tdk dapat dintervensi oleh PDI bahkan gub-nyapun dilawan (yg dari PDI juga) saat memutuskan menolak pembangunan suatu mall karena tdk sesuai dengan kepentingan rakyat solo saat itu.  Jokowi juga tidak tunduk pada Prabowo sekalipun, saat Jokowi diminta menjadi DKI2, beliau dengan tegas menyatakan lebih baik tetap di Solo daripada jadi DKI2… maka Prabowo pun ikuti keinginan Jokowi jadi DKI1. Bukti seorang pemimpin yg punya sikap dan prinsip yg teguh.

Jokowi tidak berhutang biaya apapun dalam kampanye Pilkada DKI putaran 1… sehingga tidak ada kekhawatiran beliau akan terkontaminasi saat mengambil keputusan nantinya jika menjadi DKI1. Jokowi mengatakan dia hanya berhutang pada rakyat… karena rakyat yg mendukungnya….maka jika terpilih ia akan abdikan dirinya pada rakyatnya….ini bukan jani kosong.. karena telah terbukti di Solo.

Ayo kita bersama bersatu … rapatkan barisan…. Jadilah bagian dari perjuangan bangsa ke arah yg lebih baik….Kita lawan pemimpin dan penguasa yg telah memperburuk kondisi bangsa ini….. ayo selamatkan jakarta .. Ayo selamatkan bangsa dan negara ini dari lingkaran mafia koruptor senayan ! Kita dukung Pasangan Jokowi Ahok memimpin jakarta.

Jika kesempatan kali ini hilang… maka akan semakin sulit bangsa ini bangkit dari penyakit korupsi dan keterpurukan.  Namun bila Jokowi-Ahok berhasil memimpin Jakarta, maka ini akan jadi pemicu munculnya tokoh tokoh bersih, cemerlang dan panutan lainnya…. Maka negeri ini akan bertaburan bintang bintang baru…. maka mimpi negeri ini menjadi negeri yg makmur dan mensejahterakan rakyatnya akan semakin mudah digapai…..

Semoga Allah SWT memberikan pintu pintu kemudahan kepada calon pemimpin yg berniat tulus pada rakyatnya… Aamiin Ya Rabbal Alaamiin.

Dari seorang anak pejuang kemerdekaan negeri ini ! Merdeka !!

Iklan

Read Full Post »

Kompas, 3 Maret 2008 memberitakan Wapres kita Jusuf Kalla berharap bangsa ini lebih sabar, ikhlas dan jujur dalam suatu acara di Jember  Brebes Jawa Tengah.  Namun tulisan ini bukan akan membahas pak JK …tapi saya ingin membahas tentang kesabaran dan sikap mental yang diperlukan agar kita menjadi orang yang sabar. 

Waduuhhh gimana mau sabar…. abisnya dia keterlaluan sih ….. kalimat tersebut sering kita dengar dari seseorang yang sedang kesal atau habis kesabarannya tetapi tidak ingin disebut tidak sabar !

Berat memang untuk bersabar, tapi ada baiknya kita terus meningkatkan level kesabaran , karena menurut saya dengan bersabar … persoalan yang kita hadapi relatif akan lebih mudah diselesaikan.

Kesabaran menurut saya bukan berarti pasrah pada keadaan, kesabaran berarti lebih bijak dalam menyikapi sesuatu … sehingga langkah ke depan bisa lebih lapang dan terbuka …..

Mengapa kita kadang menjadi tidak sabar ? apa sikap mental yang perlu dibangun agar kita sabar ? berikut opini saya mengenai beberapa sikap mental yang dibutuhkan jika kita ingin menjadi orang yang sabar,  antara lain :

– Hal pertama yang harus diubah dalam hati kita adalah : Tidak ada alasan untuk tidak sabar !  ya….. itu ciri orang bersabar …..Jangan pernah membenarkan ketidak sabaran kita dengan kalimat-kalimat seperti ….. abis dia sih… soalnya anu…. tapi ini memang udah kebangeten.. dlsb ….. sabar ya sabar … tidak ada alasan apapun untuk tidak sabar.

– Kedua, kita harus sadar dan memahami bahwa pada dasarnya tidak ada manusia yang ingin berbuat jahat atau menyakiti orang lain … kalaupun ia melakukan…. pastinya ia sedang bermasalah…. tidak mampu menguasai dirinya… dan sebenarnya pasti ia tersiksa.  Bila hal ini juga menjadi sikap mental kita, maka  yang muncul adalah belas kasihan…minimal memakluminya …..  bukan marah yang keluar.

– Ketiga : Yakinlah kesabaran akan membuahkan hasil yang lebih positif, sementara ketidaksabaran akan menambah permasalahan baru.  Bila kita bersikap emosional atau tidak sabar maka bukan penyelesaian yang kita dapatkan, melainkan persoalan baru yang timbul ….seperti menambah orang yang tersinggung atau menyakiti orang lain, keputusan yang tidak obyektif, dll

– Keempat : Ingatlah kebaikan atau hal-hal positif yang ada… sehingga kita bisa menetralkan darah kita yang sudah mendidih …..ini terkait dengan rasa syukur …Ya rasa syukur membuat kita tidak hanya melihat sisi negatif tetapi hal-hal positif yang bisa menentramkan hati kita.

-Kelima : Ingatlah sang maha pencipta, mohonlah dibimbing dalam kesabaran.  Percayalah Tuhan selalu memberi bimbingan dan memberi cobaan sesuai dengan kemampuan kita ….berdoalah  dan tariklah nafas dalam untuk merenggangkan otot-otot yang mulai menegang ….

– Keenam : Bersikap Ikhlas juga membuahkan kesabaran.  Dengan ikhlas dan syukur, maka kita lebih dapat menerima apa yang terjadi (tapi bukan pasrah)…. sehingga kita tidak sibuk dalam penyesalan tetapi berfokus pada penyelesaian masalah ke depan 

Jadi dengan bersabar maka persoalan akan lebih jelas, lebih terang dan jalan didepan akan lebih lapang …..semoga ini menjadi bahan renungan yang bermanfaat …

Bila ada yang ingin menambahkan … silahkan…. sayapun masih terus berusaha menjadi sabar ….sabar dari dalam hati bukan sabar perilaku di luar ….. dengan sabar dari hati…. semoga kita akan lebih merasa tentram dan damai ……

Sekali lagi, semoga bermanfaat buat kita semua

Read Full Post »

Banyak yang mengkritik SBY-JK, tetapi bila Mega yang melakukan…. SBY-JK selalu meresponnya.  Seperti yang menjadi Headline Kompas Senin 4 Februari 2008.

Anda sudah tahu kan, beberapa hari yang lalu Mega mengatakan bahwa pemerintah saat ini seperti menari Poco-Poco …. maju satu langkah… mundur satu langkah …berputar-putar …. sesaat kemudian JK mengatakan lebih baik Poco-poco daripada dansa-dansi ….selanjutnya SBY menjawab pula dalam acara puncak Harlah ke 82 NU (berita kompas , 4 Feb ’08).

Mungkin SBY-JK belajar dari pengalaman masa lalu Mega, dimana selalu diam saat dikritik….??? bisa jadi. Tetapi hal ini juga bisa dipandang sebagai SBY-JK memang punya hubungan “sangat istimewa” …. sehingga harus bereaksi jika ada aksi …….

Seberapa baik hubungan istimewa ini ? anda juga pasti tahu ……Nah, kembali ke konsep rekening bank emosi (lihat tulisan saya …SKANDAL, Rekening Bank Emosi Soeharto & SBY) .. ini berlawanan dengan hubungan SBY & Soeharto.

Rekening Bank Emosi SBY terhadap Mega dan sebaliknya sangat kecil … karena masing-masing pernah melakukan penarikan seperti… mengingkari janji, menyakiti hati … dlsb… Dengan rekening Bank Emosi yang rendah … maka hubungan sangat rendah …. dan kebaikan apapun dari kedua belah pihak akan dipandang sebagi sesuatu yang negatif (dalam kejadian ini kemungkinan besar SBY dan Mega sama-sama merasa disudutkan).

Apakah hubungan presiden dengan mantan presiden di negara kita selalu seperti ini ? apakah mereka tidak bisa saling mengerti dan bersatu ? bukankah mereka seharusnya bahu-membahu membangun bangsa ini ?

Menurut Hasyim Muzadi yang saya kutip dari harian kompas senin 4 februari, … “jika para pemimpin atau mantan pemimpin saling mengerti, setengah masalah di Indonesia dapat diselesaikan” ….

Benarkah ?  rasanya masih panjang perjalanan bangsa ini menuju bangsa yang hebat dan makmur ………

Read Full Post »