Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘islam’ Category

Dear all, sekedar sharing hasil kuliah filsafat bbrp th lalu, khususnya ttg filsafat bernegara…
Bagaimana sebaiknya hubungan Agama dan Negara :

1. Negara Sekuler, ini memisahkan urusan agama dan negara. Tentu ini tdk ideal karena kebijakan publik dan politik menyangkut penilaian, dan ini perlu memperhatikan pandangan agama yg menjadi kepercayaan rakyatnya, apalagi agama umumnya berusia lbh tua dari pendirian negara itu sendiri. Negara tanpa agama akan sangat berbahaya karena bisa menjadi kesewenangan pemimpinnya dan bertabrakan dng nilai nilai rakyatnya.

2. Negara Agama, ini jg bukan ideal karena berbahaya baik bagi keharmonisan keberagaman dan bahkan bagi agama itu sendiri. Keharmonisan keberagaman (toleransi) menjadi terusik karena negara hanya mengadopsi hukum satu agama, bahkan satu intepretasi mutlak sebuah agama… bisa jadi ini lbh buruk dampak sosialnya dari sekularistik. Negara agama juga akan memunculkan ketidaktulusan dlm menjalankan ajaran agamanya. Agama menjadi sebuah keterpaksaan karena dilakukan atas dasar paksaan dari kekuasaan… bisa muncul sifat munafik, dan suatu dendam dari yg berbeda keyakinannya (bahkan dari agama yg sama). Negara Agama dng mudah diselewengkan oleh pimpinannya yg seorang manusia biasa, dng dalih agama dia halalkan kepentingan pribadi dan kelompoknya karena silau akan harta dan kekuasaan

Agama adalah suatu sistem ciptaan yg Maha Kuasa, bukan sistem negara yg dibuat oleh manusia. Oleh karena itu agama seharusnya jauh melintasi batas negara, menjadi sumber kebahagiaan dan ketentraman batin setiap individu. Penyebaran agama tetap bisa dilakukan dng merebut simpati dan menyentuh hati seluruh umat manusia tanpa batas teritori suatu negara.

Agama adalah hak setiap individu utk bebas menentukan pilihan kepercayaannya, menjadi sumber kebahagiaan dan ketentraman jiwa. Bila ada keterpaksaan, kebahagiaan dan ketentraman tdk dapat diraih, sehingga tujuan agamapun tdk dpt tercapai.
Jadi negara perlu dipengaruhi oleh nilai nilai keimanan yg universal …. mengembangkan masyarakat madani bisa menjadi pilihan.

Beruntung kita punya Pancasila sbg dasar negara yg memasukkan nilai ketuhanan dlm kehidupan bernegara.
Jadi Indonesia bukanlah Negara Agama juga bukan  Negara Sekuler…. Indonesia adalah Negara Pancasila…

Salam NKRI – Iman Progoharbowo

Read Full Post »

5.      Teruslah berusaha membersihkan diri dan menghindari dari dosa ….. minta maaf pada sesama dan mohon ampun padaNya, berzikirlah sebanyak mungkin.

Bertobatlah atas kesalahan dan dosa kita ..baik itu dosa besar ataupun dosa kecil, lalu bersyukurlah atas segala nikmat yang kita peroleh dengan tulus….. maka bila kita berdoa….insya Allah akan dikabulkan.

Saat ibadah haji, banyak sekali kita mendapatkan kesempatan emas beribadah dan berdoa di tempat yang mustajab seperti di masjidil haram khususnya di antara hajar aswad dan pintu ka’bah, di masjid nabawi khususnya di roudhoh (dekat makam rasululloh), juga saat wukuf di arafah, di bukit safa dan marwah menghadap ka’bah, semua kesempatan ini jangan sampai terbuang percuma karena kita tdk khusyuk, tidak mohon ampun padaNya dan tidak pula mensyukuri ni’mat yang telah di berikan.

Bahkan di luar kesempatan dan tempat tempat mustajab tersebut…. Saya mengalami sendiri bagaimana Allah mengabulkan permintaan kita setelah kita memohon ampun padaNya.

Saat itu dini hari, kami baru saja selesai melaksanakan ibadah umroh.  Setibanya kami masuk apartemen, rekan sekamar saya merasa kram kakinya karena lelah melakukan thawaf dan sa’i.  Saat rekan saya mengungkapkan sakitnya… saya merespon dengan mengucapkan ‘Alhamdulillah saya sehat’  sambil menawarkan obat semacam minyak urut.

Coba perhatikan…. yang terucap dan tindakan saya tersebut sangat wajar bukan.  Tentunya saya juga menunjukkan rasa simpati saya dan mengucapkan juga semoga lekas sembuh…..

Tak lama setelah itu kami shalat berjamaah di ruang tengah semacam lobby apartemen.  Setelah mendengarkan tausiyah singkat dari pembimbing kami, saat saya akan beranjak kembali ke kamar… tiba-tiba betis saya terasa kejang dan sakit…..Dengan tertatih saya berjalan menuju kamar….saat itu juga saya meminta maaf pada rekan sekamar saya….

”Pak maafkan saya ya” demikian sapa saya…. Tentu saja rekan saya kaget… “maaf kenapa ?” jawabnya, “mungkin saya tadi sombong melihat bapak sakit kram…. Sekarang saya juga sakit pak….” Jawab saya lugu.

Begitulah…. Meskipun tidak terucap…. Hati kita kadang sulit dikendalikan…. Meskipun yang terucap “Alhamdulillah….” namun hati kecil saya bisa jadi ada kesombongan….ada terlintas dipikiran … “bapak kegemukan sih … kurang olah raga… makanya kayak saya dong…menjaga berat badan dan juga olah raga“ kesombongan kecil itu walau hanya dalam hati… telah menyebabkan azab buat saya.

Menyadari hal tersebut saya segera mohon maaf kapada rekan saya dan saya pun segera mengambil minyak urut… dengan hati yang tulus dan berulang-ulang mengucapkan ”Astaghfirullahaladzim…. Ya Allah ampunilah hambamu yg sombong ini” sambil saya mengusap-usap dan mengurut otot betis saya sendiri….Ajaib !!! Tak sampai 5 menit rasa sakit itu hilang, benar-benar hilang, padahal sebelumnya nyeri dan kejang sekali.

Sebagian mungkin mengatakan hal itu bisa jadi kebetulan, atau saya terbawa perasaan saja, atau lainnya…. Namun saya yakin betul itulah kuasa Allah.  Banyak lagi bukti bukti yang lebih dahsyat….contoh kasus lainnya…. terjadi… langsung… kontan… disana. Namun karena khawatir menjadi kesombongan buat saya dan mungkin juga bisa saja terkesan menyebarkan aib orang lain…. saya tidak bisa sampaikan disini….

Kejadian-kejadian yang menurut nalar kita aneh, tidak mungkin…. Setiap hari ada saja kita saksikan disana…. Dengan keyakinan bahwa kita harus menjaga perilaku kita, hati kita…. dan terus memohon petunjuk dariNya….  Teruslah berzikir, sebutlah terus asma Allah… …  niscaya kita akan terus mendapat kemudahan dan nikmat dariNya dan dijauhkan dari mara bahaya dan bencana.

6.       Ibadah haji perlu kesiapan fisik dan mental yang sama kuatnya.

Kesiapan fisik dan mental sangat sangat dibutuhkan dalam beribadah haji. Tantangan fisik antara lain suhu ektrim disana (panas/dingin), angin/debu, berjalan dan berlari kecil yg merupakan rangkaian ibadah, berjalan menuju tempat ibadah, banyaknya acara ibadah hingga dini hari, waktu tidur kurang, dll.

Oleh karena itu kita perlu menjaga stamina fisik kita dengan makan makanan bergizi, baik itu karbohidrat maupun protein, sayur dan buah, juga perlu tambahan vitamin.  Dengan hampir semua jamaah (rasanya  sih semuanya…. sampai kita semua bilang hanya onta yang nggak batuk) mengalami sakit batuk dan flu…. Maka kita harus sedia cukup banyak obat flu dan batuk lengkap dengan antibiotik.

Bayangkan ratusan ribu jamaah berhimpitan shalat dan sujud bersama…. Sementara virus flu terus berkeliaran… batuk bersahut-sahutan seperti di ruang tunggu klinik atau rumah sakit…. kadang kita sudah membaik… kalau kita hentikan obat/vitamin…. Kembali dari masjid bisa saja flu kembali menyerang….Namun dengan niat dan tekad ibadah yang kuat…. Walaupun batuk dan flu… semua tetap menjalankan ibadah dengan baik… yang penting hindari demam…..kalau sampai demam…. Tentunya sangat repot.. sehingga harus beristirahat di penginapan…. Alangkah sayang sekali bila kita kehilangan kesempatan beribadah dengan ganjaran yang jauh berlipat ganda dibandingkan ibadah di tanah air, hanya karena kita sakit…

Kesiapan mental juga harus kita lakukan… kesabaran menghadapi berbagai hambatan, kejadian..terus bersyukur dan berfikir positif atas semua yang kita hadapi tentunya bukan hal mudah. Namun itulah yang harus kita lakukan agar kita terhindar dari hal hal buruk atau lebih buruk selama disana.

HAJI MABRUR

Semua jamaah tentu saja mengharapkan mendapatkan haji mabrur.  Karena haji mabrur ganjarannya adalah surga…. Untuk mendapatkan haji mabrur tentunya kita harus memahami ilmu ibadah haji, mengikuti sunnah rosul, memahami makna nya, demikian penjelasan yang saya dapatkan dari ustad pembimbing ibadah haji kami.

Bagaimana kita mengetahui apakah haji kita mabrur atau tidak ? apa ciri-cirinya.. demikian pertanyaan-pertanyaan lanjutan kami pada bapak ustad.

Menurut ustad kami, yang menentukan dan mengetahui apakah haji kita mabrur atau tidak hanyalah Allah SWT. Kita hanya berusaha mengikuti petunjukNya melalui ilmu yang diajarkan oleh rasullulloh.

Namun buat kita patokannya adalah sekembali dari ibadah haji, kita berubah menjadi sosok yang lebih baik perilakunya, lebih taat dan khusyuk dalam beribadah, menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi orang lain….

Kalau kita perhatikan point –point yang saya utarakan di atas yaitu tips melaksanakan ibadah haji… maka bila itu kita lakukan juga setelah selesai ibadah haji… seperti selalu berusaha dan berserah diri padaNya, menjaga perilaku, mohon ampun, menjauhi laranganNya, memperbanyak amal ibadah, tidak sombong, sabar,  terus belajar…tentunya memang kita akan menjadi pribadi yg lebih baik.

Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah…. Saat ibadah haji …. situasi dan kondisi disana sangat mendukung sehingga kita relatif lebih mudah menjaga perilaku, ingat padaNya, banyak beramal dan beribadah, mohon ampun.

Namun tantangan terbesar justru saat kita berada di sini… setelah usai ibadah haji…. Suasana dunia sangat memabukkan kita….disana kita terus beribadah…. Menunggu waktu adzan…. Disini adzan sudah berlalu… kita tak segera menjalankan kewajiban shalat kita… karena berbagai alasan duniawi….

Disana seperti saya katakan suasana cukup mencekam… bahaya mengancam dimana saja kapan saja…. Disini sebenarnya sama saja… siapapun .. dimanapun…kapanpun bisa saja tiba-tiba mendapatkan musibah, kecelakaan, atau cobaan lainnya.

Akan tetapi, kebanyakan kita terlena oleh kenyamanan kita, kebahagiaan kita, kenikmatan kita….. kita sering lupa untuk terus menyebut namaNya, bersyukur padaNya dan memohon lindunganNya….sudahkah kita selalu berdoa padaNya setiap kita akan melangkah ? ingatkah kita bahwa setiap tarikan nafas kita… nikmat itu terus berhamburan datang kepada kita ? Apakah kita selalu menjaga dan memelihara fisik dan mental kita ? Apakah kita sudah cukup menyediakan waktu untuk menjaga fisik dan mental kita ? Apakah kita sudah memberikan nilai bagi orang-orang di sekeliling kita ? dan lain sebagainya.

Ya Allah….. kami mohon padaMu….. tetapkanlah aku berada selalu didekatMu….tuntunlah aku dijalanMu… lindungilah aku…Ya Allah… berikanlah aku kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah aku dari siksa api neraka.

Engkau Maha Kuasa, Engkau Maha Pencipta, Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Engkau Maha Pengampun, Engkau Maha Pengabul Segala Doa, Maha Suci Engkau Ya Allah…. segala puji bagiMu….tiada Tuhan selain Engkau, Engkau Maha Besar.

 Baca juga .. Klik : tulisan bag pertama

Disusun dari pengalaman :

iman progoharbowo saat ibadah haji 1432H – 2011 

Read Full Post »

Ibadah haji kok misteri ? Sangat menarik yg ustadz kami katakan saat manasik, “Ibadah haji itu saatnya kita menyerahkan akal kita…..” begitu tuturnya lugas.  Dan memang benar… banyak sekali kejadian luar biasa di luar nalar, begitu jelas terjadi di hadapan kita selama kita di tanah suci…. Cobaan dan anugrah datang secara langsung, kontan sebagai buah dari perbuatan atau perilaku kita

Alhamdulillah wasyukurillah…saya berkesempatan selama 26 hari menjalani ibadah haji pada tahun 2011 lalu atau thn 1432H.  Laksana mimpi….. saat akhirnya saya menginjakkan kaki dan melihat langsung masjidil haram, Mekkah Almukaromah…. Subhanallah….. Labaikallahuma labaik… labaikkalla syarikala kallabaik….. .

Ibadah haji membuktikan bahwa ada hal hal gaib di luar nalar kita….Kuasa Allah begitu luas… hingga menembus batas-batas cara berfikir kita sebagai manusia….. Ibadah haji memang laksana miniatur laboratorium kehidupan dunia dan akhirat.  Apakah tepat perumpamaan ini wallahualam … itulah persepsi yg saya rasakan….

Sebenarnya cukup sulit menjelaskan apalagi menuliskan bagaimana pengalaman ibadah haji, apa yang terjadi dan apa yang kita rasakan disana…banyak sekali hikmah dan makna pada setiap rangkaian ibadah tersebut… dan tak mungkin saya sampaikan disini. saya pun merasa belum pantas menyampaikannya karena masih harus belajar banyak…

Bila sebuah kalimat bisa melukiskan….. saya hanya bisa berkata….. sungguh pengalaman yang amat sangat luar biasa …..subhanallah… walhamdulillah wa laillaha illallahu allahu akbar….sering sekali saya meneteskan air mata disana…. airmata permohonan ampun dan juga  air mata haru… air mata rasa syukur atas nikmat dan karuniaNya…..tak henti menetes setiap harinya….

Banyak hikmah yang saya dapatkan, namun apakah hikmah tsb sesuatu yang baru…. tentu saja bukan…. Bahkan terkesan klise… namun hikmah tersebut saya dapatkan dari pengalaman luar biasa yang langsung saya alami, atau saya lihat secara langsung di depan mata saya, atau juga cerita langsung teman yang baru saja mengalami musibah atau anugrah.

Hampir setiap hari ada saja kejadian menarik ..keajaiban..atau bukti-bukti kuasa Allah….sebagian dari pengalaman itu saya coba tuliskan  disini. Namun mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan secara detail disini karena khawatir menjadi kesombongan bagi yang mendapatkan anugrah ataupun juga aib bagi sebagian orang yg mendapatkan cobaan…semoga tidak mengurangi makna dari tulisan ini….Insya Allah.

Berikut sebagian hikmah yang saya rasakan :

1.      Manusia harus tetap berusaha, namun Allah lah Maha Penentu… 

Suasana saat ibadah haji… memang sangat mencekam…. Ribuan bahkan ratusan ribu orang berjalan bersama dalam kepadatan yang luar biasa….lengah sedikit kita bisa terpisah dari rombongan dan hilang… atau bisa saja tiba-tiba cheos terjadi, karena ada seorang jemaah yang entah karena alasan apa berhenti atau bahkan terjatuh… sementara arus orang berjalan di belakang terus mendorong. Belum lagi kemacetan jalan raya yang bisa ber jam jam, kecelakaan bisa tiba-tiba terjadi…..Oleh karena itu… kita harus konsentrasi, berhati-hati dan terus ikuti pemandu… jangan memisahkan diri… dan tentunya tak henti berdoa mohon perlindungan dari Nya.

Pemandu kita pastinya sudah banyak pengalaman… mereka tentunya juga sudah merencanakan dengan baik kapan kita berangkat, bagaimana mencapai area  yang kita tuju, bagaimana flow ibadah kita dstnya…. Kita juga saat berangkat tentu sudah dibekali ilmu ibadah yang baik, tips tips menghindari bahaya, dll….namun sematang apapun perencanaan kita… janganlah takabur…..janganlah kita sombong….. “ah… gampang itu….. ah pasti amanlah saya… ah… saya kan sudah pernah……saya sudah tahu kok…….” dan kesombongan lainnya.

Banyak sekali contoh nyata kesombongan mendatangkan malapetaka atau cobaan yang berat. Disana kita justru diberi kesempatan besar untuk melihat dan merasakan kuasa Allah, dan betapa kecilnya kita sebagai manusia…. Pangkat, derajat, harta, fasilitas ONH plus plus….. bukanlah jaminan kenyamanan disana…. Tanpa kita memanjatkan doa… tanpa kita berserah padaNya….jangan terlalu yakin semua akan lancar dan nyaman….

Perencanaan sematang apapun, sehebat apapun pengetahuan dan pengalaman kita, sehebat apapun kemampuan manajemen resiko kita …  tetaplah kita harus menyerahkan diri pada Allah….. karena Allahlah Maha Penentu…. Janganlah melupakanNya…

Ini sangat penting, karena kita sering sombong dengan kemampuan kita, dengan pikiran dan akal sehat kita…..lalu memandang remeh hal yang akan terjadi dihadapan kita….ingatlah akan kuasaNya teruslah berdoa memohon bimbingan dan lindunganNya…. Dengan kerendahan dan ketulusan hati dan pikiran….. Insya Allah kita mendapat perlindungan dari Nya dan mendapatkan kemudahan….

2.       Jagalah perilaku … perilaku kita akan mendapatkan ganjaranNya, oleh karena itu berbuat baiklah selalu, perbanyak amal, dan tingkatkan ibadah kita

Walaupun satu rombongan sesama haji plus…. nasib bisa berbeda 180 derajat, ada bis yang menempuh perjalanan dengan jarak yang sama hanya  2,5 jam ada yang hingga  12 jam….. ada yang tersesat hingga berjalan kaki sejauh 6km….padahal jarak sebenarnya hanya sekitar 150 mtr an dan terlihat dari pandangan.

Ada yang sempat  terpisah dari rombongan dan hilang dalam lautan manusia hanya karena berhenti sejenak membeli sesuatu atau ke toilet , ada yang kehilangan barang berharga, ada yang terjatuh, terhimpit, ada yang tidak bisa melakukan gerakan shalat dengan sempurna karena penuh sesak dll. Bahkan ada yang tiba-tiba tersesat dalam maktab negara tetangga malaysia …..sungguh berbagai kejadian aneh terjadi begitu saja secara nyata di hadapan kita….

Tapi ada juga yang selama ibadah mendapat kenikmatan, tiada hambatan berarti, shalat selalu sempurna gerakannya, merasa lapang tidak sesak tidak terganggu, banyak mendapat bantuan, kemudahan dan kenyamanan yang tidak terduga.  Sementara yang lain berdesakan….ia merasa nyaman,  yang lain sulit mencapai raudhoh atau hajar aswad…. ia diberi kemudahan….dll…. Semua itu terjadi tentu dengan kehendak Allah….

Allah menunjukkan secara nyata di sana… apa yang kita lakukan…. maka ganjaran yang seusai yang kita dapatkan.  Memang tidak mudah mengakui hal ini…. Apalagi bagi yang terkena musibah atau hambatan… semua tergantung taraf keimanan kita …tergantung bagaimana kita menjunjung logika kita…

Ada sebagian orang yang telah ditegur oleh Allah dengan mendapat cobaan, tetapi tidak menyadarinya… mereka berfikir “…  ah ini karena kebetulan saja, ah ini karena sial saja… ah ini karena saya ikut dengan bapak atau ibu anu yang bermasalah….ah itu karena kebodohan atau kecerobohan saya saja… “ dll

Selama kita belum menyadari betul kuasaNya dan mohon ampun atas dosa dan kesalahan kita…. Maka cobaan itu seperti tiada henti … serta merta datang dengan berbagai bentuk….. namun begitu kita menyadari…dan mohon ampun serta mohon perlindunganNya dengan khusus dan tulus…. Banyak sekali bukti  bahwa akhirnya kita bisa  mendapatkan kemudahan dan kenikmatan….

Oleh karena itu berbuat baiklah… perbanyak amal dan ibadah… niscaya kita akan mendapat ganjaran langsung disana berupa kemudahan, kelancaran dan kekhusyukan ibadah kita….sebaliknya hindari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah SWT.

3.       Selalu bersabar, bersyukur dan berfikiran positif… karena apa yang kita fikirkan itulah yang akan terjadi

Sabar… sabar… dan sabar…….tidaklah pernah ada yang namanya ujung batas  kesabaran….Jika kita mengatakan bahwa ini sudah diujung batas kesabaran saya, itu artinya kita belum bersabar. Banyak sekali ujian kesabaran kita disana. Tanpa kesabaran, maka kita akan diliputi oleh kekecewaan, kekesalan, emosi yang pada akhirnya menganggu kekhusyukan ibadah kita… lebih jauh lagi pada akhirnya menambah dosa dan penderitaan kita saja…..

Berfikir positif adalah salah satu kiat agar kita dapat bersabar. Saat kita berfikir positif maka yang terjadi hal-hal yang positif… sebaliknya saat kita berfikir negatif …. Maka kejadian negatiflah yang akan kita lalui…. Berbagai bukti akan hal ini terang benderang terjadi disana…

Bila kita berfikir.. wah… orang afrika.. orang arab itu memang tidak tahu adat… kurang ajar…dan lain sebagainya..maka kita akan dipertemukan dng orang2 yang ada dalam pikirannya itu. Sementara bila kita berfikir… semua orang sebenarnya baik dan ingin berbuat baik… kita semua sedang berusaha beribadah sebaik-baiknya, kita semua ingin mendapatkan tempat yang terbaik dalam beribadah…. Maka kita pun tidak akan mendapatkan perlakuan kasar dari sesama jamaah… tapi justru mendapatkan berbagai bantuan….

Bila kita berfikir… aduh….. makanan disini tidak enak…. maka….itulah yang akan dirasakan selama disana, sebaliknya bila kita mensyukuri nikmat.. maka kita akan merasakan nikmatnya makanan yang ada…. dan itu akan terus dirasakan selama disana…bukan dengan berpura-pura.. tapi tulus mensyukuri apa yang kita dapatkan… niscaya kenikmatan akan terus datang dan berlimpah….ini nyata dan kontan terjadi disana…

4.      Selalu belajar, mengamati, dan mengamalkan… jangan hanya berdoa… tetapi tidak berfikir dan belajar…

Berserah diri pada Allah bukan berarti kita mengabaikan fitrah kita sebagai manusia yang dapat berfikir dan berusaha…. Berserah diri bukan berarti cukup dengan berdoa…

Kita perlu mempelajari ilmu ibadah haji dengan baik dan benar… bukan hanya menghafal niat, rukun, dan tatacaranya saja…. Tapi juga menghayati betul apa makna dari semua itu. Apa makna Ibadah haji keseluruhan, apa makna setiap bacaan yang kita lafalkan, apa makna thawaf, sa’i, wukuf, lontar jumroh, dan tahalul. Semua makna itu kita hayati saat kita melakukannya.

Di luar ilmu ibadah haji, banyak juga tips-tips pelaksanaan selama disana…

– bagaimana agar terhindar dari sakit, terhindar dari bahaya,

– tips bagaimana tindakan kita bila tersesat,

– tips melawan sakit flu dan batuk atau sakit lainnya,

– tips agar bisa mendapatkan waktu terbaik beribadah,

– tips mendapatkan tempat di multazam,

– tips agar shalat di roudhoh tidak terganggu dan cepat terusir askar…

– dlsb.

Semua itu kita pahami dan kita amalkan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada. Dengan menggabungkan ilmu yang kita dapat serta keyakinan kita pada pertolongan Allah SWT insya allah kita akan mendapat kelancaran, ketenangan dan selalu dalam lindunganNya.

Sekali lagi saya ingatkan suasana disana itu cukup mencekam, bahaya bisa terjadi dimana saja kapan saja pada siapa saja, tapi dengan memahami ilmu ibadah dan juga mempelajari tips-tips  dan tentunya memohon doa dariNya… suasana mencekam tadi berubah menjadi suasana khusyuk… haru…. Dan tentunya rasa syukur….

Baca lanjutannya  : (Misteri Ibadah haji Bag 2)

Silahkan baca uraian Point 5 & 6  dalam tulisan bagian kedua (klik Misteri Ibadah haji Bag 2) .  Dalam bagian kedua anda bisa ikuti bagaimana saya “ditegur’ karena kesombongan saya….dan juga bonus sedikit uraian apa itu haji mabrur dalam sudut pandang saya…

Read Full Post »

Semua tentu sudah tahu apa yg telah dihasilkan FOKE selama 5 thn.  Dengan minimnya prestasi dan  buruknya kinerja …. Apakah pantas kita memilih FOKE kembali ? Bahkan seharusnya pertanyaannya apakah pantas FOKE mencalonkan diri lagi ? Namun kenyataannya FOKE memang mencalonkan diri lagi….. Kenapa kok nekad ya ? Bahkan terkesan mati matian ? Tentunya banyak kepentingan disini. APBD senilai hampir 140T tentunya sangat menarik para penguasa (partai berkuasa) saat ini untuk menambah pundi pundi kekayaan pribadi dan juga untuk kepentingan kotor golongan dan partainya.

Apa yg telah dilakukan dalam pemerintahannya selama 5 tahun ini tentu akan sangat mengkhawatirkan bila penggantinya adalah org yang bersih, jujur dan berjuang murni utk kepentingan rakyat banyak.  Jika tdk menjabat lagi… maka seluruh kesalahannya akan terkuak … tentu saja seperti bunuh diri menyerahkan kepada yg baru.

Kalap dengan kekalahan putaran pertama…karena track record yg buruk dan janjinya yg tdk dpt dipercaya lagi… maka hanya dengan isu SARA lah ia bisa menjatuhkan lawannya…tidak ada lagi yg bisa dibanggakan.  Sungguh sangat disesalkan isu SARA ini seolah direstui oleh sebagian pemimpin yg menyatakan dirinya negarawan dan juga para ulama

Apakah memilih Foke yg muslim dengan kinerja buruk dan bahkan bisa dikatakan penuh dosa karena kekuasaannya lebih berpihak pada penguasa kotor dibandingkan kepentingan rakyatnya adalah pilhan yg baik ? Apakah memilih Jokowi yg berpasangan dengan Ahok merupakan kesalahan dan dosa bagi umat muslim ? Sungguh prihatin dan menyedihkan bila banyak yg setuju dng hal ini…

Maka tokoh sekelas Jokowi … sebuah mutiara yg muncul dari lumpur politik hitam negeri ini… kini terancam akan tersingkir….. seorang tokoh yg jelas jelas sudah terbukti jujur, mengabdi pada rakyat, bekerja dengan sungguh sungguh, cekatan, pintar, memahami sistem dan manajemen yg baik, transparans, mengayomi, mau mendengar……menjadi tersudutkan dan seolah tdk layak dipilih……hanya karena difitnah mempunyai org tua non muslim dan dipersalahkan karena berpasangan dengan Ahok yg keturunan cina dan non muslim.

……dengan kedok doktrin agama seolah memastikan bahwa pemimpin muslim pasti lebih baik dari non muslim. Ayat al’quran digiring menjadi pembenaran utk tidak memilih Jokowi-Ahok karena pemahaman yg cetek terhadap ayat al qur’an tanpa memperhatikan azbabun nuzulnya ……

Saya sangat setuju dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, bahwa lebih baik pemimpin non muslim yg adil karena warga muslim pun akan mendpt perlakuan adil, daripada pemimpin muslim yg zhalim karena warga muslimnya pun akan di dzolimi. Salut juga akan dukungan bpk Jusuf Kalla…yg mengatakan FOKE terlalu banyak dosa dan Jokowi lebih pantas pimpin Jakarta, demikian juga dukungan dari Yenny Wahid…. Tokoh tokoh muslim yang tetap berada dipihak yg benar tidak terseret kepentingan politik sesaat.  Belum lagi dukungan artis artis seperti rano karno, deddy mizwar, slamet raharjo, addie ms, juga slank … semoga semakin banyak yg menyatakan dukungan melawan kezholiman ini….

Cobalah simak dan bandingkan dengan track record jokowi dan ahok selama mereka memimpin, apa yang dihasilkan, bagaimana mereka dicintai.

Banyak juga yg apatis dengan Jokowi karena toh didukung partai juga…..mohon disimak… Jokowi bukanlah tokoh yg mudah dikendalikan partai. Dia buktikan di solo tdk dapat dintervensi oleh PDI bahkan gub-nyapun dilawan (yg dari PDI juga) saat memutuskan menolak pembangunan suatu mall karena tdk sesuai dengan kepentingan rakyat solo saat itu.  Jokowi juga tidak tunduk pada Prabowo sekalipun, saat Jokowi diminta menjadi DKI2, beliau dengan tegas menyatakan lebih baik tetap di Solo daripada jadi DKI2… maka Prabowo pun ikuti keinginan Jokowi jadi DKI1. Bukti seorang pemimpin yg punya sikap dan prinsip yg teguh.

Jokowi tidak berhutang biaya apapun dalam kampanye Pilkada DKI putaran 1… sehingga tidak ada kekhawatiran beliau akan terkontaminasi saat mengambil keputusan nantinya jika menjadi DKI1. Jokowi mengatakan dia hanya berhutang pada rakyat… karena rakyat yg mendukungnya….maka jika terpilih ia akan abdikan dirinya pada rakyatnya….ini bukan jani kosong.. karena telah terbukti di Solo.

Ayo kita bersama bersatu … rapatkan barisan…. Jadilah bagian dari perjuangan bangsa ke arah yg lebih baik….Kita lawan pemimpin dan penguasa yg telah memperburuk kondisi bangsa ini….. ayo selamatkan jakarta .. Ayo selamatkan bangsa dan negara ini dari lingkaran mafia koruptor senayan ! Kita dukung Pasangan Jokowi Ahok memimpin jakarta.

Jika kesempatan kali ini hilang… maka akan semakin sulit bangsa ini bangkit dari penyakit korupsi dan keterpurukan.  Namun bila Jokowi-Ahok berhasil memimpin Jakarta, maka ini akan jadi pemicu munculnya tokoh tokoh bersih, cemerlang dan panutan lainnya…. Maka negeri ini akan bertaburan bintang bintang baru…. maka mimpi negeri ini menjadi negeri yg makmur dan mensejahterakan rakyatnya akan semakin mudah digapai…..

Semoga Allah SWT memberikan pintu pintu kemudahan kepada calon pemimpin yg berniat tulus pada rakyatnya… Aamiin Ya Rabbal Alaamiin.

Dari seorang anak pejuang kemerdekaan negeri ini ! Merdeka !!

Read Full Post »

Dalam pidatonya Ibu Sri Mulyani (SM), mengatakan  ‘Mundurnya saya tidak berarti kalah, saya menang ‘ kata SM. Tapi layakkah SM disebut sebagai pemenang ?

Saking sayang dan kagumnya pada beliau saya menuliskan kemunduran beliau dari jabatan Menkeu sekali lagi  …tentu dengan sudut yang berbeda….semoga bermanfaat untuk SM dan untuk kita semua yang masih mencintai Republik ini…

Menurut saya SM belum dapat dikatakan pemenang, jika belum ada perubahan ke arah perbaikan dari apa yang dikeluhkan SM tentang kebijakan dan perilaku pejabat publik, kondisi politik bangsa dan pemimpin negara ini.  SM baru mencapai kemenangan yang tertunda.

Kalau pun menang SM baru memenangkan kemenangan diri… bukan kemenangan publik.  Secara sosial SM gagal atau tidak dapat mempengaruhi idealismenya pada lingkungannya.

Ya, SM tidak kalah, tapi belum menang…… semoga kemenangan akan datang. Hal ini masih harus kita buktikan, harus kita nantikan, bahkan mungkin harus kita bantu…. agar SM menang…. agar Republik tercinta ini menang dari permainan kotor sekelompok orang yang haus kekuasaan dan harta yang bukan haknya.

“Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani” demikian SM  mengatakan  dalam pidatonya, sebagai rasionalisasi dari kemundurannya, dan ketidakberdayaanya pada lingkungannya yang sangat kotor.

Betul bu, tidak mungkin ini menjadi tanggung jawab ibu seorang ! Dan dengan kondisi lingkungan yang demikian parahnya, sangat bijaksana bila kita memilih untuk tidak terseret dan memenangkan hati nurani.  Jika saya menjadi Ibu, saya akan mundur sejak saya ditekan untuk menyetujui penggelontoran dana ke Bank Century !

Beliau akui juga dalam pidatonya, terlambat tidak apa-apa…… ok bu. pergumulan batin yang luar biasa menyebabkan ibu lambat memutuskan. Karena saya cinta Ibu, saya bisa mengerti dan memaafkan.

Namun bu…..Ibu adalah Tokoh, salah satu tokoh idola saya.  Bicaralah lebih banyak…… teruslah berjuang untuk memperbaiki keadaan. Janganlah keputusan mundur ini dibarengi dengan embel-embel kesepakatan tidak boleh ini dan itu..tidak boleh bicara ini dan itu….kalau ini yang terjadi…. ibu sudah masuk dalam kolaborasi yang ibu sampaikan…..

Tolong bu….. jangan masuk dalam kesepakatan apapun dengan yang kotor…..

Jujurlah pada diri sendiri… jujurlah pada bangsa ini….. kami akan mendukung.. karena kami tahu hati Ibu tak akan menghianati republik ini.

Jangan klaim sudah menang…… Ibu memang tidak kalah…. tapi Ibu akan menang… kita akan menang …. bila Ibu terus berjuang memperbaiki keadaan ini.

Salam dari kami yang masih yakin bangsa ini bisa diselamatkan…..

Read Full Post »

Enak aja sih dia bilang saya pelit, opportunist, galak, egois, kejam …. huh ! Saya nggak seburuk itu tau ! Ngaca dulu dong …… , baru boleh ngomentarin orang  !

Ya, sering kita tidak bisa menerima kritikan atau pernyataan orang lain tentang kekurangan kita. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita dalam kekurangan….

Bukannya kita bercermin dan mengoreksi diri tetapi malah balik sibuk mengomentari orang tsb.

Kritik sebenarnya adalah anugrah dari Tuhan.  Seharusnya kita bersyukur diberi ladang untuk memperbaiki diri …

Jangan merisaukan siapa yang menyampaikan,

Jangan merisaukan caranya menyampaikan…

tapi fokuslah pada apa yang disampaikan. 

Kita umumnya merasa sudah sabar, tapi bukankah kesabaran itu tidak berbatas ?
Kita merasa cukup banyak memberi ? tapi apakah kita sudah sedermawan rasullulloh ?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus bisa dikembangkan oleh kita agar kita merasa masih ada ruang untuk memperbaiki ….

Semoga tulisan singkat ini dapat mengingatkan kembali, …..mampu menggugah kesombongan kita ….. untuk lebih terbuka pada kritikan sehingga kita terus dapat memperbaiki diri …..

Read Full Post »

Kompas, 3 Maret 2008 memberitakan Wapres kita Jusuf Kalla berharap bangsa ini lebih sabar, ikhlas dan jujur dalam suatu acara di Jember  Brebes Jawa Tengah.  Namun tulisan ini bukan akan membahas pak JK …tapi saya ingin membahas tentang kesabaran dan sikap mental yang diperlukan agar kita menjadi orang yang sabar. 

Waduuhhh gimana mau sabar…. abisnya dia keterlaluan sih ….. kalimat tersebut sering kita dengar dari seseorang yang sedang kesal atau habis kesabarannya tetapi tidak ingin disebut tidak sabar !

Berat memang untuk bersabar, tapi ada baiknya kita terus meningkatkan level kesabaran , karena menurut saya dengan bersabar … persoalan yang kita hadapi relatif akan lebih mudah diselesaikan.

Kesabaran menurut saya bukan berarti pasrah pada keadaan, kesabaran berarti lebih bijak dalam menyikapi sesuatu … sehingga langkah ke depan bisa lebih lapang dan terbuka …..

Mengapa kita kadang menjadi tidak sabar ? apa sikap mental yang perlu dibangun agar kita sabar ? berikut opini saya mengenai beberapa sikap mental yang dibutuhkan jika kita ingin menjadi orang yang sabar,  antara lain :

– Hal pertama yang harus diubah dalam hati kita adalah : Tidak ada alasan untuk tidak sabar !  ya….. itu ciri orang bersabar …..Jangan pernah membenarkan ketidak sabaran kita dengan kalimat-kalimat seperti ….. abis dia sih… soalnya anu…. tapi ini memang udah kebangeten.. dlsb ….. sabar ya sabar … tidak ada alasan apapun untuk tidak sabar.

– Kedua, kita harus sadar dan memahami bahwa pada dasarnya tidak ada manusia yang ingin berbuat jahat atau menyakiti orang lain … kalaupun ia melakukan…. pastinya ia sedang bermasalah…. tidak mampu menguasai dirinya… dan sebenarnya pasti ia tersiksa.  Bila hal ini juga menjadi sikap mental kita, maka  yang muncul adalah belas kasihan…minimal memakluminya …..  bukan marah yang keluar.

– Ketiga : Yakinlah kesabaran akan membuahkan hasil yang lebih positif, sementara ketidaksabaran akan menambah permasalahan baru.  Bila kita bersikap emosional atau tidak sabar maka bukan penyelesaian yang kita dapatkan, melainkan persoalan baru yang timbul ….seperti menambah orang yang tersinggung atau menyakiti orang lain, keputusan yang tidak obyektif, dll

– Keempat : Ingatlah kebaikan atau hal-hal positif yang ada… sehingga kita bisa menetralkan darah kita yang sudah mendidih …..ini terkait dengan rasa syukur …Ya rasa syukur membuat kita tidak hanya melihat sisi negatif tetapi hal-hal positif yang bisa menentramkan hati kita.

-Kelima : Ingatlah sang maha pencipta, mohonlah dibimbing dalam kesabaran.  Percayalah Tuhan selalu memberi bimbingan dan memberi cobaan sesuai dengan kemampuan kita ….berdoalah  dan tariklah nafas dalam untuk merenggangkan otot-otot yang mulai menegang ….

– Keenam : Bersikap Ikhlas juga membuahkan kesabaran.  Dengan ikhlas dan syukur, maka kita lebih dapat menerima apa yang terjadi (tapi bukan pasrah)…. sehingga kita tidak sibuk dalam penyesalan tetapi berfokus pada penyelesaian masalah ke depan 

Jadi dengan bersabar maka persoalan akan lebih jelas, lebih terang dan jalan didepan akan lebih lapang …..semoga ini menjadi bahan renungan yang bermanfaat …

Bila ada yang ingin menambahkan … silahkan…. sayapun masih terus berusaha menjadi sabar ….sabar dari dalam hati bukan sabar perilaku di luar ….. dengan sabar dari hati…. semoga kita akan lebih merasa tentram dan damai ……

Sekali lagi, semoga bermanfaat buat kita semua

Read Full Post »