Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Hikmah’

5.      Teruslah berusaha membersihkan diri dan menghindari dari dosa ….. minta maaf pada sesama dan mohon ampun padaNya, berzikirlah sebanyak mungkin.

Bertobatlah atas kesalahan dan dosa kita ..baik itu dosa besar ataupun dosa kecil, lalu bersyukurlah atas segala nikmat yang kita peroleh dengan tulus….. maka bila kita berdoa….insya Allah akan dikabulkan.

Saat ibadah haji, banyak sekali kita mendapatkan kesempatan emas beribadah dan berdoa di tempat yang mustajab seperti di masjidil haram khususnya di antara hajar aswad dan pintu ka’bah, di masjid nabawi khususnya di roudhoh (dekat makam rasululloh), juga saat wukuf di arafah, di bukit safa dan marwah menghadap ka’bah, semua kesempatan ini jangan sampai terbuang percuma karena kita tdk khusyuk, tidak mohon ampun padaNya dan tidak pula mensyukuri ni’mat yang telah di berikan.

Bahkan di luar kesempatan dan tempat tempat mustajab tersebut…. Saya mengalami sendiri bagaimana Allah mengabulkan permintaan kita setelah kita memohon ampun padaNya.

Saat itu dini hari, kami baru saja selesai melaksanakan ibadah umroh.  Setibanya kami masuk apartemen, rekan sekamar saya merasa kram kakinya karena lelah melakukan thawaf dan sa’i.  Saat rekan saya mengungkapkan sakitnya… saya merespon dengan mengucapkan ‘Alhamdulillah saya sehat’  sambil menawarkan obat semacam minyak urut.

Coba perhatikan…. yang terucap dan tindakan saya tersebut sangat wajar bukan.  Tentunya saya juga menunjukkan rasa simpati saya dan mengucapkan juga semoga lekas sembuh…..

Tak lama setelah itu kami shalat berjamaah di ruang tengah semacam lobby apartemen.  Setelah mendengarkan tausiyah singkat dari pembimbing kami, saat saya akan beranjak kembali ke kamar… tiba-tiba betis saya terasa kejang dan sakit…..Dengan tertatih saya berjalan menuju kamar….saat itu juga saya meminta maaf pada rekan sekamar saya….

”Pak maafkan saya ya” demikian sapa saya…. Tentu saja rekan saya kaget… “maaf kenapa ?” jawabnya, “mungkin saya tadi sombong melihat bapak sakit kram…. Sekarang saya juga sakit pak….” Jawab saya lugu.

Begitulah…. Meskipun tidak terucap…. Hati kita kadang sulit dikendalikan…. Meskipun yang terucap “Alhamdulillah….” namun hati kecil saya bisa jadi ada kesombongan….ada terlintas dipikiran … “bapak kegemukan sih … kurang olah raga… makanya kayak saya dong…menjaga berat badan dan juga olah raga“ kesombongan kecil itu walau hanya dalam hati… telah menyebabkan azab buat saya.

Menyadari hal tersebut saya segera mohon maaf kapada rekan saya dan saya pun segera mengambil minyak urut… dengan hati yang tulus dan berulang-ulang mengucapkan ”Astaghfirullahaladzim…. Ya Allah ampunilah hambamu yg sombong ini” sambil saya mengusap-usap dan mengurut otot betis saya sendiri….Ajaib !!! Tak sampai 5 menit rasa sakit itu hilang, benar-benar hilang, padahal sebelumnya nyeri dan kejang sekali.

Sebagian mungkin mengatakan hal itu bisa jadi kebetulan, atau saya terbawa perasaan saja, atau lainnya…. Namun saya yakin betul itulah kuasa Allah.  Banyak lagi bukti bukti yang lebih dahsyat….contoh kasus lainnya…. terjadi… langsung… kontan… disana. Namun karena khawatir menjadi kesombongan buat saya dan mungkin juga bisa saja terkesan menyebarkan aib orang lain…. saya tidak bisa sampaikan disini….

Kejadian-kejadian yang menurut nalar kita aneh, tidak mungkin…. Setiap hari ada saja kita saksikan disana…. Dengan keyakinan bahwa kita harus menjaga perilaku kita, hati kita…. dan terus memohon petunjuk dariNya….  Teruslah berzikir, sebutlah terus asma Allah… …  niscaya kita akan terus mendapat kemudahan dan nikmat dariNya dan dijauhkan dari mara bahaya dan bencana.

6.       Ibadah haji perlu kesiapan fisik dan mental yang sama kuatnya.

Kesiapan fisik dan mental sangat sangat dibutuhkan dalam beribadah haji. Tantangan fisik antara lain suhu ektrim disana (panas/dingin), angin/debu, berjalan dan berlari kecil yg merupakan rangkaian ibadah, berjalan menuju tempat ibadah, banyaknya acara ibadah hingga dini hari, waktu tidur kurang, dll.

Oleh karena itu kita perlu menjaga stamina fisik kita dengan makan makanan bergizi, baik itu karbohidrat maupun protein, sayur dan buah, juga perlu tambahan vitamin.  Dengan hampir semua jamaah (rasanya  sih semuanya…. sampai kita semua bilang hanya onta yang nggak batuk) mengalami sakit batuk dan flu…. Maka kita harus sedia cukup banyak obat flu dan batuk lengkap dengan antibiotik.

Bayangkan ratusan ribu jamaah berhimpitan shalat dan sujud bersama…. Sementara virus flu terus berkeliaran… batuk bersahut-sahutan seperti di ruang tunggu klinik atau rumah sakit…. kadang kita sudah membaik… kalau kita hentikan obat/vitamin…. Kembali dari masjid bisa saja flu kembali menyerang….Namun dengan niat dan tekad ibadah yang kuat…. Walaupun batuk dan flu… semua tetap menjalankan ibadah dengan baik… yang penting hindari demam…..kalau sampai demam…. Tentunya sangat repot.. sehingga harus beristirahat di penginapan…. Alangkah sayang sekali bila kita kehilangan kesempatan beribadah dengan ganjaran yang jauh berlipat ganda dibandingkan ibadah di tanah air, hanya karena kita sakit…

Kesiapan mental juga harus kita lakukan… kesabaran menghadapi berbagai hambatan, kejadian..terus bersyukur dan berfikir positif atas semua yang kita hadapi tentunya bukan hal mudah. Namun itulah yang harus kita lakukan agar kita terhindar dari hal hal buruk atau lebih buruk selama disana.

HAJI MABRUR

Semua jamaah tentu saja mengharapkan mendapatkan haji mabrur.  Karena haji mabrur ganjarannya adalah surga…. Untuk mendapatkan haji mabrur tentunya kita harus memahami ilmu ibadah haji, mengikuti sunnah rosul, memahami makna nya, demikian penjelasan yang saya dapatkan dari ustad pembimbing ibadah haji kami.

Bagaimana kita mengetahui apakah haji kita mabrur atau tidak ? apa ciri-cirinya.. demikian pertanyaan-pertanyaan lanjutan kami pada bapak ustad.

Menurut ustad kami, yang menentukan dan mengetahui apakah haji kita mabrur atau tidak hanyalah Allah SWT. Kita hanya berusaha mengikuti petunjukNya melalui ilmu yang diajarkan oleh rasullulloh.

Namun buat kita patokannya adalah sekembali dari ibadah haji, kita berubah menjadi sosok yang lebih baik perilakunya, lebih taat dan khusyuk dalam beribadah, menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi orang lain….

Kalau kita perhatikan point –point yang saya utarakan di atas yaitu tips melaksanakan ibadah haji… maka bila itu kita lakukan juga setelah selesai ibadah haji… seperti selalu berusaha dan berserah diri padaNya, menjaga perilaku, mohon ampun, menjauhi laranganNya, memperbanyak amal ibadah, tidak sombong, sabar,  terus belajar…tentunya memang kita akan menjadi pribadi yg lebih baik.

Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah…. Saat ibadah haji …. situasi dan kondisi disana sangat mendukung sehingga kita relatif lebih mudah menjaga perilaku, ingat padaNya, banyak beramal dan beribadah, mohon ampun.

Namun tantangan terbesar justru saat kita berada di sini… setelah usai ibadah haji…. Suasana dunia sangat memabukkan kita….disana kita terus beribadah…. Menunggu waktu adzan…. Disini adzan sudah berlalu… kita tak segera menjalankan kewajiban shalat kita… karena berbagai alasan duniawi….

Disana seperti saya katakan suasana cukup mencekam… bahaya mengancam dimana saja kapan saja…. Disini sebenarnya sama saja… siapapun .. dimanapun…kapanpun bisa saja tiba-tiba mendapatkan musibah, kecelakaan, atau cobaan lainnya.

Akan tetapi, kebanyakan kita terlena oleh kenyamanan kita, kebahagiaan kita, kenikmatan kita….. kita sering lupa untuk terus menyebut namaNya, bersyukur padaNya dan memohon lindunganNya….sudahkah kita selalu berdoa padaNya setiap kita akan melangkah ? ingatkah kita bahwa setiap tarikan nafas kita… nikmat itu terus berhamburan datang kepada kita ? Apakah kita selalu menjaga dan memelihara fisik dan mental kita ? Apakah kita sudah cukup menyediakan waktu untuk menjaga fisik dan mental kita ? Apakah kita sudah memberikan nilai bagi orang-orang di sekeliling kita ? dan lain sebagainya.

Ya Allah….. kami mohon padaMu….. tetapkanlah aku berada selalu didekatMu….tuntunlah aku dijalanMu… lindungilah aku…Ya Allah… berikanlah aku kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah aku dari siksa api neraka.

Engkau Maha Kuasa, Engkau Maha Pencipta, Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Engkau Maha Pengampun, Engkau Maha Pengabul Segala Doa, Maha Suci Engkau Ya Allah…. segala puji bagiMu….tiada Tuhan selain Engkau, Engkau Maha Besar.

 Baca juga .. Klik : tulisan bag pertama

Disusun dari pengalaman :

iman progoharbowo saat ibadah haji 1432H – 2011 

Read Full Post »

Saya punya banyak teman keturunan tionghoa, dan sering mendengar keluhan mengapa mereka dianggap bukan orang Indonesia, dipinggirkan, dianggap sebagai warga kelas dua bahkan dibenci …..

Padahal mereka sudah merasa benar-benar menjadi orang Indonesia, dan mereka semua orang baik, sering lebih baik dari WNI asli …… saat kerusuhan Mei 98, saya bahkan tidak tega karena salah satu teman keturunan tionghoa saya yang pintar, tekun dan baik sekali, ketakutan dan sangat frustasi akan kejadian tsb…

Kenapa kita selalu menganggap orang cina itu pelit, licik, dll yang negatif ?

Saya pernah membaca di Harian Kompas sekitar tahun 1999 atau 2000.. (saya lupa karena sudah lama) ….. disitu ada artikel yang merupakan opini/analisis penulisnya apa penyebab kita semua manjadi membenci cina ! walaupun sudah lama, tapi mungkin cukup penting untuk dishare khususnya yang belum membacanya.

Menurut artikel tsb, perbedaan antar suku itu biasa, tetapi kenapa pada cina perbedaan itu menjadi kebencian yang berbeda ?

Menurutnya kebencian ini mulai terpupuk dengan ditampilkannya pengusaha cina untuk dijadikan sapi perah pemerintah….. menurutnya, secara terencana (karena sang penguasa saat itu punya pengalaman berbisnis haram dengan cina) Ia memunculkan pengusaha cina yang kurang baik tetapi dijadikan mitranya … dan di lain pihak kebencian terhadap cina disebarkan ….

Tujuannya jelas membuat pengusaha cina ini menjadi sapi perah dan mereka akan terus terikat dengan sistem yang secara jenius dia bangun …. sama jeniusnya dengan menyebarkan budaya korup pada aparat terkait hingga para aparat pun terikat kontrak tak resmi dengannya.

Saya kira skenario ini … masuk akal juga ….. karena dibalik pengusaha brengsek cina, banyak pengusaha ideal yang sangat nasionalis keturunan cina.  Mereka diam (silent majority) tetapi terus bekerja dan berkarya bagi bangsa dan negara …..Kita pun termakan oleh kebencian yang tanpa kita sadari menjadi melekat menjadi paradigma kita ….

Bila bangsa ini mau maju, maka apapun yang menjadi asset, sumber daya…. harus kita manfaatkan seoptimal mungkin, terlepas dari percaya atau tidak pada skenario di atas.  WNI keturunan tionghoa adalah asset yang luar biasa karena mereka secara umum punya mental rata-rata yang lebih kuat dari WNI asli, mereka lebih tekun, lebih gigih …, dan juga banyak yang pintar luar biasa …..

Read Full Post »

Apa artinya jika kita mendapat nilai 80 dari total 100 ? apakah 80 tersebut menunjukkan performa kita ? Bila kita menelaah lebih dalam 80 bukanlah nilai kita ! nilai 80 bukanlah label kita ! Lho kok bisa begitu ???

Kalau anda mengaku sudah systems thinking, maka anda harusnya setuju dengan pendapat tersebut ! Bila anda memahami prinsip systems thinking (baca, klik  systems thinking), khususnya sikap mental kedua yaitu sistem sebagai penyebab, maka kita harus memandang nilai rapor 80 adalah feedback (umpan balik) dari sistem belajar-mengajar yang dikembangkan untuk suatu pelajaran tertentu dengan metoda tertentu yang melibatkan komponen-komponen seperti guru, murid, sarana belajar mengajar, orang tua murid, dll.

Demikian juga dengan penilaian kinerja, maka bila seseorang mendapatkan penilaian atas kinerjanya, sebenarnya nilai tersebut mewakili sistem yang dibangun atasannya dengan komponen-komponennya.  Nilai tersebut merupakan feedback (umpan balik) dari sistem yang dibangun….. bukan label untuk si pekerja !

Kalau kita sadar hal ini, maka kita tidak langsung mengatakan si anu baik si badu buruk….. kita menyikapinya dengan melihat data keseluruhan …… bagaimana sebaran nilai terjadi pada murid atau pada pekerja …….

Sebaran tersebut menjadi masukan kita sebagai leader… apa yang perlu diperbaiki … Jangan  cepat-cepat/langsung menghukum atau memberi hadiah.  Ini tidak berarti kita tidak boleh menghukum atau memberi hadiah… namun jalan menuju hal itu harus melalui tahapan-tahapan lainnya…..intinya jangan cepat-cepat memberi label baik atau buruk pada karyawan atau anak kita … sebelum kita mengetahui sistem yang ada secara mendalam…. tapi pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan (sistem) kita

Read Full Post »

Saya tersenyum membaca buku “Inventory Accuracy karya  David J. Piasecki”, khususnya tentang kelemahan manusia dibandingkan komputer, karena saya sering mengalaminya. Menurut David, manusia sebagai mahkluk organik sering tidak konsisten,  contohnya :

   Terkadang lupa sesuatu dan tiba-tiba teringat kembali & sebaliknya 

   Suka lupa pasword lama dan baru

    Berfikir tentang kata yang spesifik, tapi yang keluar dari mulut (berkata) yang lain.

    Kita sering melakukan sesuatu / memproses informasi tanpa sadar. Makin berulang kegiatan kita, makin kita melakukan tanpa sadar. Contohnya, saat mengendarai mobil,secara otomatis kita mengendarai dari kantor pulang ke rumah. Kalau hari itu kita punya rencana lain (misal mampir ke apotik), apotiknya sering terlewat karena kita mengemudikan kendaraan secara otomatis setiap hari dari kantor langsung pulang ….pikiran kita kemana … tangan dan kaki otomatis mengantar kita pulang….. 

–   dan beberapa contoh lainnya

Sedangkan komputer (saya yakin anda juga sudah tahu), sangat konsisten karena punya data base, tabel, metoda terstruktur untuk menyimpan/menginterpretasikan/mengambil data, dengan input yang sama akan menghasilkan output yang sama karena hubungan spesifik sudah ditentukan terlebih dahulu.

Pemahaman kelemahan dan kelebihan manusia tentunya akan sangat berguna buat kita sebagai seorang pemimpin khususnya dalam membangun sistem, kebijakan atau apapun yang berhubungan dengan manusia.

Ada daftar/contoh tambahan dari anda tentang kelemahan manusia dibandingkan komputer ?

Read Full Post »

Seorang suami yang sangat mencintai dan dicintai istrinya karena suatu sebab yang luar biasa (tak direncanakan dan tak bisa dihindari) melakukan perselingkuhan ….Ia pun sangat menyesali dan sangat sedih karena telah melukai dan menghianati sang istri.  Ia pun menjadi pemurung dan salah tingkah di depan istrinya yang tak tahu menahu….

Tentu saja sang istri heran dengan perubahan tingkah laku sang suami tercinta….maka ia pun bertanya dengan manis dan rasa sayang … “ada apa suamiku, adakah yang bisa aku bantu untuk menyelesaikan masalahmu ?”

Sang suami tentu saja makin bingung, menyesal dan sedih atas desakan pertanyaan istrinya…. apakah ia harus menceritakan aib ini ? atau ia simpan dan kubur sampai akhir hayat ….. ?  Ia pun memilih untuk mengatakan “tidak ada apa-apa …hanya masalah di kantor,  doakan agar masalah cepat selesai”. 

Namun setelah menjawab dengan kebohongan tersebut, sang suami makin merasa bersalah dan uring-uringan…. makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.  Setelah cukup lama ia memendam dan mencoba mengubur lebih dalam, yang terjadi justru rasa sakit yang semakin mencuat ….

Setelah tersiksa cukup lama oleh dosa yang ia lakukan, Iapun akhirnya memutuskan untuk menceritakan kepada sang istri “kejadian” itu, karena ia merasa keterbukaan dan kejujuran adalah pilihan terbaik.  Ia pun siap sudah menerima kemarahan sang istri….. tapi ia merasa inilah pilihan terbaik dan rasa tanggungjawab membuat ia siap menerima kemarahan sang istri. Di balik itu sang suami berharap istrinya mau memaafkan dan keadaan akan kembali seperti semula.  Ia berharap diberi kesempatan untuk tidak mengulangi kesalahan dan menjadi suami yang lebih baik di masa datang.

Namun apa yang terjadi ? Sang istri yang menganggap kesetiaan adalah segalanya dalam hubungan suami-istri …. tak bisa menerima hal ini…..

Ia bukan hanya marah besar….. ia merasa ditipu habis-habisan, dikhianati, dan tidak dicintai oleh sang suami.  Cintanya terhapus oleh konflik nilai kesetiaan yang merupakan prinsipnya dalam kehidupan berumah tangga …. Sang istri menuntut CERAI !

Siapa yang salah atau keterlaluan dalam hal ini ? istri atau suami atau keduanya ? Semoga tulisan ini menjadi bahan renungan baru hari ini 

Read Full Post »

Saya mencoba merenungi, mengapa pak SBY seolah memuja soeharto dan langsung menyebutnya sebagai putra terbaik bangsa, pahlawan bangsa.  Mengapa ? Apa maksudnya ?

Apakah kesalahan soeharto layak dilupakan ?  Mengapa SBY melihat hanya dari kebaikannya ? dan dengan mudahnya memaafkan kesalahannya ?

Kalau kita ingat konsep Rekening Bank Emosi dari S. Covey dalam buku larisnya “7 habits”……. maka kita tidak perlu heran dengan sikap SBY pada Soeharto.  Artinya Rekening Bank Emosi antara kedua tokoh ini sangat tinggi.

Rekening bank emosi adalah istilah yang dibuat oleh Covey (Penulis buku laris 7 habits), dalam menjelaskan hubungan antar manusia.  Bila Soeharto banyak berbuat baik pada SBY maka Soeharto mendepositokan emosinya (hubungan baik) pada  rekening emosi SBY, begitu juga mungkin sebaliknya.  Sebagai contoh, hal-hal yang menambah rekening bank emosi misalnya  : menolong, menunjukkan kasih sayang, membantu, menepati janji, dll yang membuat kita makin merasa percaya dan dekat.

Sebaliknya bila SBY membohongi, mengingkari janji, menyakiti…. maka SBY melakukan penarikan rekening emosi, begitu juga sebaliknya Soeharto pada SBY. Bila rekening emosi menipis…. yang terjadi tidak saling percaya, dan artinya hubungan merenggang.

Nah ciri kalau Rekening Bank Emosi tinggi, maka hubungan sangat baik.  Bila hubungan sangat baik…. maka coba bayangkan kalau kita punya sahabat atau kerabat yang dekat maka bila yang bersangkutan melakukan kesalahan kita akan segera memaklumi, akan mudah memaafkan, kesalahan pun kadang dipandang sebagai kebenaran.

Sebaliknya bila kita punya teman atau kerabat yang hubungannya tidak baik (rekening bank emosi tipis), maka andai kita mau berbuat baik pun akan dicugai, kebenaran pun bisa dipandang sebagai kesalahan.

Untuk menjadi manusia yang efektif salah satunya adalah kita membina hubungan dan memang harus meningkatkan rekening bank emosi bila kita ingin berhasil dalam bermasyarakat. Sebagai pemimpin, hubungan yang baik dengan banyak orang merupakan asset besar….. disini SBY berhak membina hubungan dengan siapapun sedekat mungkin termasuk dengan Soeharto

Tapi saat kita melihat suatu masalah, saat kita menilai seseorang…..yang harus lebih ditekankan adalah melihat dan mendengar secara EMPATI.  Sekali lagi EMPATI dan ini berbeda dengan SIMPATI !  Empati artinya kita melihat / mendengar dengan hati dan pikiran terbuka, berusaha seobyektif mungkin, tapi tidak terlibat secara emosi.  Ini yang membedakan simpati dan empati. 

Kalau kita mendengarkan keluhan teman kita yang mengadukan dia telah disakiti kekasihnya sambil menangis…. maka kalau kita empati , kita bisa mendengar melihat masalah secara lebih obyektif… dan tetap rekan kita merasa dihargai, kitapun bisa lebih fokus pada penyelesaian masalah…. mungkin saja ada yang harus diperbaiki oleh teman kita.

Sementara kalau simpati, bisa jadi teman kita tenang merasa dihargai…. bahkan mungkin kita terlibat dalam tangisan dan memaki-maki kekasihnya tersebut…. tetapi penyelesaian masalah sangat kecil pencapaiannya dan menjadi tidak efektif.

Nah, dari uraian saya di atas…. jangan heran lagi dengan  sikap SBY pada Soeharto tersebut.  Hal itu menandakan SBY punya hubungan sangat-sangat erat dengan mantan orang nomor 1 tersebut… karena Rekening Bank Emosinya sangat tinggi.  Artinya hubungannya sudah sangat-sangat dekat, sehingga semua kesalahan dianggap kecil dan layak dimaafkan sedangkan kebaikannya dipandang besar dan patut dihargai…..

Apakah seorang pemimpin pantas terlibat emosi yang sangat dalam sehingga tidak bisa melihat secara lebih obyektif ?  Ataukah seharusnya lebih empati (bukan simpati)… artinya kita melihat secara lebih proporsional pada tempatnya tanpa melibatkan emosi kita ?  Haruskah kita kubur kesalahan soeharto ? atau kita kita harus belajar dari kesalahan dan kebaikannya ?

Anda semua bisa menilai SBY dengan persepsi masing-masing……..

Read Full Post »