Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘politik’

Dear all, sekedar sharing hasil kuliah filsafat bbrp th lalu, khususnya ttg filsafat bernegara…
Bagaimana sebaiknya hubungan Agama dan Negara :

1. Negara Sekuler, ini memisahkan urusan agama dan negara. Tentu ini tdk ideal karena kebijakan publik dan politik menyangkut penilaian, dan ini perlu memperhatikan pandangan agama yg menjadi kepercayaan rakyatnya, apalagi agama umumnya berusia lbh tua dari pendirian negara itu sendiri. Negara tanpa agama akan sangat berbahaya karena bisa menjadi kesewenangan pemimpinnya dan bertabrakan dng nilai nilai rakyatnya.

2. Negara Agama, ini jg bukan ideal karena berbahaya baik bagi keharmonisan keberagaman dan bahkan bagi agama itu sendiri. Keharmonisan keberagaman (toleransi) menjadi terusik karena negara hanya mengadopsi hukum satu agama, bahkan satu intepretasi mutlak sebuah agama… bisa jadi ini lbh buruk dampak sosialnya dari sekularistik. Negara agama juga akan memunculkan ketidaktulusan dlm menjalankan ajaran agamanya. Agama menjadi sebuah keterpaksaan karena dilakukan atas dasar paksaan dari kekuasaan… bisa muncul sifat munafik, dan suatu dendam dari yg berbeda keyakinannya (bahkan dari agama yg sama). Negara Agama dng mudah diselewengkan oleh pimpinannya yg seorang manusia biasa, dng dalih agama dia halalkan kepentingan pribadi dan kelompoknya karena silau akan harta dan kekuasaan

Agama adalah suatu sistem ciptaan yg Maha Kuasa, bukan sistem negara yg dibuat oleh manusia. Oleh karena itu agama seharusnya jauh melintasi batas negara, menjadi sumber kebahagiaan dan ketentraman batin setiap individu. Penyebaran agama tetap bisa dilakukan dng merebut simpati dan menyentuh hati seluruh umat manusia tanpa batas teritori suatu negara.

Agama adalah hak setiap individu utk bebas menentukan pilihan kepercayaannya, menjadi sumber kebahagiaan dan ketentraman jiwa. Bila ada keterpaksaan, kebahagiaan dan ketentraman tdk dapat diraih, sehingga tujuan agamapun tdk dpt tercapai.
Jadi negara perlu dipengaruhi oleh nilai nilai keimanan yg universal …. mengembangkan masyarakat madani bisa menjadi pilihan.

Beruntung kita punya Pancasila sbg dasar negara yg memasukkan nilai ketuhanan dlm kehidupan bernegara.
Jadi Indonesia bukanlah Negara Agama juga bukan  Negara Sekuler…. Indonesia adalah Negara Pancasila…

Salam NKRI – Iman Progoharbowo

Iklan

Read Full Post »

Kisruh PSSI, Antasari, Sri Mulyani, Nazarudin, Soeharto, Megawati, SBY dll  tak bedanya seperti tokoh sinetron.  Sementara sinetron tanpa kualitas masih terus tayang dengan cerita yang serba berlebihan dan tidak masuk akal, … kita geram!!!! …ternyata itu semua cerminan kehidupan bangsa ini…. banyak kejadian sosial politik mirip dengan cerita sinetron.

Kebenaran jungkir balik, sang penjahat terus berjaya bahkan menjadi pahlawan……. Kejujuran dan moral yang baik terpojok dan menjadi asing, orang-orang dengan mudah tergiring informasi tak peduli sebodoh apapun informasi itu. Penjahat tidak tertangkap tangkap dan terus melakukan kejahatan, orang baik teraniaya.. dan seterusnya….

Mungkin anda masih ingat drama sinetron saat Megawati dipojokkan bahkan dizhalimi oleh rezim orba, dalam sekejab Mega menjadi simbol perjuangan reformasi dan terus menanjak popularitasnya hingga menjadi pemimpin partai terbesar, tak berapa lama muncul gerakan Asal Bukan Mega…..dukunganpun berbalik, dan akhirnya Mega tersungkur….dan tak sedikit yang mencibir Mega hingga kini.

Saat awal gerakan reformasi, kita pun rasanya punya musuh bersama….. Soeharto harus turun. Rasanya saat itu hampir semua rakyat sependapat.  Dan kini setelah reformasi berjalan lebih dari 10 tahun…… Soeharto kembali dirindukan….. sementara makin banyak yang mempersalahkan  gerakan reformasi ……

Kemudian… muncul terus sinetron lainnya seperti kasus Bibit Candra… Antasari …Century dan Sri Mulyani….gayus tambunan…dll…Saya secara pribadi sangat kehilangan tokoh-tokoh sekelas Antasari dan Sri Mulyani dalam kancah republik ini dan sayapun tak habis pikir bagaimana beraninya Gayus Tambunan menawarkan diri menjadi pahlawan pemberantasan korupsi….. beruntung skenario Gayus menjadi pahlawan ini tidak terjadi (atau belum ya ???)..

Kasus yg masih gress  adalah kemelut dalam tubuh PSSI.  Coba perhatikan, saat Arifin Panigoro mendirikan LPI dan menelorkan pemain-pemain naturalisasi disertai prestasi meroketnya pssi  dalam turnamen sepakbola asia tenggara….…banyak pujian atau nada simpati pada keberanian AP melawan arus kepemimpinan Nurdin Halid, hingga akhirnya msayarakat seolah punya musuh bersama yaitu NH. NH pun akhirnya  terdepak.  Namun tiba-tiba saja, dalam sekejab AP pun menjadi bulan-bulanan dan menjadi tokoh antagonis yg dicaci maki masyarakat lewat kel 78. Kini kubu NH pastinya bersorak karena lawan-lawannya yg menjatuhkannya pun tercacimaki dan terpinggirkan juga…..

Kini dimulai sinetron baru… ketua MK (tentunya beliau adalah tokoh protagonis) dalam kasus penyuapan melawan nazarudin (antagonis).  Saat ini semua masih percaya pada kredibilitas dan integritas ketua MK…. Apakah dengan berjalannya waktu  nasibnya akan sama dengan yang lain ?  Tentunya kita berharap bahwa tokoh protagonis ini akan tetap dicintai dan tetap berujung pada  kemenangan akan keadilan dan kebenaran….. tapi mungkinkah sinetron ini happy ending ? sementara yang lain bernasib naas ?????

Kebenaran menjadi kabur.., mana pahlawan mana pecundang……opini masyarakat begitu mudah berubah….. akibatnya negeri ini tetap carut marut…..larut dalam pusaran kehancuran moral dan keadilan….tentu saja ini membuang semua kesempatan terciptanya masyarakat adil dan makmur seusai visi atau cita cita bangsa yang tertera dalam mukadimah UUD 45

Maka, Janganlah mencaci sinetron kita (putri yg tertukar, dll) …. Karena itu cerminan kondisi masyarakat kita saat ini……..Selagi anda turut ambil bagian dalam jungkir baliknya kebenaran, anda yang menciptakan sinetron murahan itu !

Kalau mau dan mampu….. teriakkan dan beranilah menegakkan kebenaran…..lawan ketidak adilan….. baru boleh protes sama cerita sinetron kita…….Bisakah ?????

Read Full Post »

Dalam pidatonya Ibu Sri Mulyani (SM), mengatakan  ‘Mundurnya saya tidak berarti kalah, saya menang ‘ kata SM. Tapi layakkah SM disebut sebagai pemenang ?

Saking sayang dan kagumnya pada beliau saya menuliskan kemunduran beliau dari jabatan Menkeu sekali lagi  …tentu dengan sudut yang berbeda….semoga bermanfaat untuk SM dan untuk kita semua yang masih mencintai Republik ini…

Menurut saya SM belum dapat dikatakan pemenang, jika belum ada perubahan ke arah perbaikan dari apa yang dikeluhkan SM tentang kebijakan dan perilaku pejabat publik, kondisi politik bangsa dan pemimpin negara ini.  SM baru mencapai kemenangan yang tertunda.

Kalau pun menang SM baru memenangkan kemenangan diri… bukan kemenangan publik.  Secara sosial SM gagal atau tidak dapat mempengaruhi idealismenya pada lingkungannya.

Ya, SM tidak kalah, tapi belum menang…… semoga kemenangan akan datang. Hal ini masih harus kita buktikan, harus kita nantikan, bahkan mungkin harus kita bantu…. agar SM menang…. agar Republik tercinta ini menang dari permainan kotor sekelompok orang yang haus kekuasaan dan harta yang bukan haknya.

“Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani” demikian SM  mengatakan  dalam pidatonya, sebagai rasionalisasi dari kemundurannya, dan ketidakberdayaanya pada lingkungannya yang sangat kotor.

Betul bu, tidak mungkin ini menjadi tanggung jawab ibu seorang ! Dan dengan kondisi lingkungan yang demikian parahnya, sangat bijaksana bila kita memilih untuk tidak terseret dan memenangkan hati nurani.  Jika saya menjadi Ibu, saya akan mundur sejak saya ditekan untuk menyetujui penggelontoran dana ke Bank Century !

Beliau akui juga dalam pidatonya, terlambat tidak apa-apa…… ok bu. pergumulan batin yang luar biasa menyebabkan ibu lambat memutuskan. Karena saya cinta Ibu, saya bisa mengerti dan memaafkan.

Namun bu…..Ibu adalah Tokoh, salah satu tokoh idola saya.  Bicaralah lebih banyak…… teruslah berjuang untuk memperbaiki keadaan. Janganlah keputusan mundur ini dibarengi dengan embel-embel kesepakatan tidak boleh ini dan itu..tidak boleh bicara ini dan itu….kalau ini yang terjadi…. ibu sudah masuk dalam kolaborasi yang ibu sampaikan…..

Tolong bu….. jangan masuk dalam kesepakatan apapun dengan yang kotor…..

Jujurlah pada diri sendiri… jujurlah pada bangsa ini….. kami akan mendukung.. karena kami tahu hati Ibu tak akan menghianati republik ini.

Jangan klaim sudah menang…… Ibu memang tidak kalah…. tapi Ibu akan menang… kita akan menang …. bila Ibu terus berjuang memperbaiki keadaan ini.

Salam dari kami yang masih yakin bangsa ini bisa diselamatkan…..

Read Full Post »

Saya agak heran dan bingung mengapa Pemerintah tidak mengerti apa yang dijelaskan Pak Kwik Kian Gie mengenai perhitungan subsidi BBM, juga mengapa Pak Kwik seolah tidak mengerti apa yang terjadi di pemerintahan ? apakah memang sesederhana yang diuraikan pak Kwik ? atau dengan kata lain Pemerintah demikian bodohnya …. atau ……

Pak kwik menjelaskan bahwa seharusnya kita kelebihan uang dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, karena kita sebagai produsen.  Jadi harusnya kita menikmati keuntungan seperti negara produsen minyak lainnya di dunia….. Tapi apa yang terjadi ??? Indonesia justru makin menderita dengan kenaikan ini…. apa yang sebenarnya terjadi ???

Coba simak penjelasan pak Kwik mengenai BBM : (lebih…)

Read Full Post »

Semua merasa surprise dengan kemenangan HADE di Pilkada Jabar 2008.  Gubernur (dan wakil gubernur) terpilih relatif muda, relatif jauh dari kesalahan pemimpin masa lalu.  Sebuah harapan baru di negeri ini .  Walaupun kemenangan ini belum resmi, tapi hampir bisa dipastikan HADE pemenangnya.

Kita semua tahu Ahmad Heryawan adalah kader PKS, dan PKS juga telah merebut hati masyarakat DKI saat pilkada yang lalu (walaupun kalah….tapi kalah tipis/terhormat).  Apakah kemenangan ini merupakan indikasi PKS makin menarik simpati publik terdidik di negeri ini ? Ataukah hanya ekspresi sesaat atas kebosanan pada wajah pemimpin dan partai lama ? mari kita saksikan terus drama baru panggung politik kita menjelang pemilu 2009

Saya bukanlah pengamat politik..apalagi politikus…. tapi saya termasuk golongan yang menginginkan adanya pembaharuan di negeri ini.  Boleh kan …. orang awam bicara politik hehehe

Tentu saja saya (dan mungkin anda juga) masih harap-harap cemas …..

Penuh harap karena dengan munculnya/bangkitnya partai yang relatif agak jauh dari ORBA ini, diharapkan perbaikan yang lebih nyata dan jelas tanpa harus kikuk pada dosa-dosa masa lalu.

Cemas karena hal ini belum pernah terjadi… yang sudah-sudah … yang diharapkan pada akhirnya kikuk lagi dan bahkan terseret hingga menjadi bagian dari dosa masa lalu …. (lebih…)

Read Full Post »

Mengapa ya sinetron kita selalu membuat cerita seolah orang baik sama dengan orang bodoh ? Apakah ini cermin moral atau cara berfikir penulisnya ? atau sutradaranya atau produsernya ?

Artinya mereka menganggap bahwa orang baik di jaman ini pastilah orang bodoh !  Anggapan dan penyebaran hal ini menunjukkan minimnya nilai moral…….persis seperti para pelaku di panggung politik kita saat ini.

Sinetron Cinta Bunga, Kasih, Intan, Wulan, dan sederet sinetron drama lainnya …. selalu menunjukkan hal itu.  Drama yang dipaksakan menjungkirbalikkan logika… (maaf…. saya jadi darah tinggi kalau membicarakan sinetron Indonesia…)

Apakah para sineas dan tentunya juga stasiun televisi kita tidak ingin memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini ?  bukan melulu kepentingan rating  …..

Saya juga mengajak para artisnya seperti Naysila Mirdad, Nabila Syakieb, Laudya Cinta Bella, Christian Sugiono, Dude Herlino, Meriam Bellina, Nani Wijaya, Dini Aminarti, Glenn Alinskie, Geovani Tobing, dll untuk memberikan masukan pada penulis cerita dan team produksi lainnya ….. cobalah anda sebagai artis papan atas …berkontribusi walau sedikit untuk kehidupan berbangsa yang lebih baik ….

Semoga saja tulisan ini memberi arti untuk meningkatkan mutu sinetron kita….

Mereka ikut baca blog ini nggak ya ??? 

Read Full Post »

Maaf, mungkin sudah mulai bosan dengan pemberitaan soeharto….. tapi izinkan saya membagi pikiran dalam renungan saya ditengah berbagai pemberitaan tokoh sekaliber soeharto. Tulisan ini bukan untuk menyudutkan, menghitung dosanya  atau menghapus jasanya…. tapi adakah pembelajaran untuk kita tentang soeharto ? tentu banyak dan banyak sekali…. salah satunya mungkin hal ini….

Dalam kesuksesannya memimpin Indonesia, bagaimana keluarganya ? Mbak tutut, mas sigit, mas bambang, mbak titiek, tommy dan mamiek ? ditengah gelimang harta dan kedudukan yang mereka raih….. kehidupan keluarganya jauh-jauh dari ideal….

Apakah ini sebuah azab dari Tuhan ? atau hanya sebuah cobaan karena mereka manusia terpilih ? Sudah cukupkah penderitaan yang dialami keluarganya ? atau akan teruskah mereka menjadi bulan-bulanan media setelah ini ? kita tunggu kelanjutan drama panggung politik ala indonesia …..

yang penting kita bisa memetik pelajaran dari mereka … insya Allah

Read Full Post »

Older Posts »