Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘nasional’

“Ayah dan Ibu saya adalah Pahlawan Kemerdekaan, mereka berdua berjuang merebut kemerdekaan, berbagai bintang didapatkan…. tapi apalah arti tanda jasa…. hingga akhir hayatnya mereka tidak mendapat izin memiliki rumah yang mereka tinggali puluhan tahun “

“Lebih baik serahkan saja tanda jasa pahlawan itu kepada bapak Presiden SBY, gali dan pindahkan saja makam orang tua kami dari taman makam pahlawan, karena sebutan pahlawan itu hanyalah sebuah beban…tak ada artinya….tak ada penghargaan nyata…….”

“Tanah air tumpah darah telah diberikan oleh orang tua kami pada negara dan bangsa ini, namun tak sejengkal tanahpun  yang dapat mereka miliki hingga akhir hayatnya……”

Demikian jeritan dan keluhan keluarga purnawirawan ABRI pahlawan perebut kemerdekaan yang saat ini diminta mengosongkan rumah atau dengan kata lain”diusir” dari rumah yang telah mereka tinggali bertahun-tahun

Awalnya sayapun merasa tuntutan itu tidak pada tempatnya karena sejak awal statusnya adalah rumah dinas…., namun setelah berdiskusi dengan keluarga para pahlawan ini, saya semakin mengerti mengapa mereka begitu kecewa dengan pemerintah saat ini. berikut beberapa hal yang menarik dari fenomena rumah dinas tersebut :

1.  Rumah dinas yang mereka tinggal sekitar 30-50tahunan, sudah mereka perjuangkan untuk dimiliki dengan mengajukan berbagai usulan seperti mencicil dan lain sebagainya sejak tahun 1980an… (arsip perjuangan orang tua mereka menuntut kepemilikan rumah disimpan rapih oleh para keluarga).  Namun hanya janji surga yang diberikan oleh para pejabat yang nota bene adalah junior mereka. Padahal berbagai panitia pengurusan kepemilikan perumahan ini sudah pernah ditandatangani para petinggi ABRI.

2.  Janji paling mutakhir adalah janji dari partai pemenang pemilu saat kampanye tahun lalu…… namun setelah menang mutlak, kenyataanya justru kebalikannya.

3.  Rumah tersebut karena telah ditinggali bertahun-tahun, sementara tidak ada biaya pemeliharaan dari negara, maka tentu saja mereka mengeluarkan dana berjuta-juta rupiah untuk merawat dan merenovasinya. Saat diminta pindah, tidak ada kejelasan perhitungan hal ini.

4.  Tanah Kompleks Cijantung yang dinyatakan milik negara, kenyataannya adalah tanah yang masih diakui oleh pemilik lama tanpa ada proses jual beli yang jelas, saat ini ahli waris merasa tanahnya direbut secara sepihak.

5.  Jasa para pahlawan ini tentunya sangat-sangat besar pada bangsa dan negara ini. Sementara para perwira saat ini mempunyai rumah sangat-sangat mewah termasuk bapak SBY tercinta, para pahlawan tidak mendapatkan sejengkal tanahpun …..

Adakah bangsa ini menghargai para pahlawannya ? ataukah tuntutan keluarga pahlawan ini berlebihan ???

Iklan

Read Full Post »

Coba kita simak kembali pernyataan Sri Mulyani (SM) yang merasa menang dengan keputusannya mundur dari kabinet.  Benarkah Ia menang ? Kalau Ia menang, siapa yang Ia kalahkah ? ataukah sebenarnya Ia kalah ?

Saya terus terang termasuk pengagum SM, buat saya Ia bukan saja wanita yang pandai, tapi juga mempunyai integritas yang tinggi, prinsip yang kokoh, kuat namun luwes dalam menempatkan diri.  Tak perlu dijelaskan mengapa demikian, kiprahnya sudah banyak diketahui khalayak.

Yang ingin saya soroti disini, apakah Ia benar-benar menang dengan keputusan mundur seperti yang diklaim SM di sebuah kampus ?

SM mengatakan menang karena merasa ia tidak terseret dalam kartel politik yang sarat konflik kepentingan.  Ya….. dalam hal ini SM tidak terkalahkan oleh tekanan kepentingan tersebut.  Namun apakah layak disebut pemenang ?

Bila kita cermati, kemenangan SM ini barulah sebatas kemenangan diri, tetapi belum merupakan kemenangan publik, atau secara sosial SM belum dapat dikatakan menang….

Karena SM memilih mundur, dan SM tidak mampu mengubah dan memperbaiki lingkungannya agar prinsip dan nilai-nilai SM yang baik dapat ditularkan bahkan diadopsi oleh lingkungannya. SM kalah dalam lingkungan terdekatnya…..

Sangat disayangkan, Tokoh SM harus mundur dan kalah oleh konflik kepentingan yang ada.  Namun apakah kekalahan ini sebuah kemenangan tertunda ? Saya masih berharap demikian....

Semua itu tentu berpulang pada dampak dan reaksi keputusan mundurnya SM , serta upaya lanjutan SM untuk mengimplementasikan idealismenya pada masyarakat luas, khususnya Bangsa Indonesia.

Apa yang SM katakan di kampus tersebut, memang sangat bermakna, selain menyebutkan buruknya iklim politik negeri ini,  Ia juga menyebutkan adanya kepalsuan dalam demokrasi saat ini.  Seolah-olah demokrasi, tetapi sebenarnya bukan, bahkan ia menyebutkan ini seperti orde baru…..

Kalau dampak pidato ini terus bergulir dan berdampak pada perubahan….. tentu ada harapan keputusan SM adalah sebuah kemenangan tertunda. Tapi jika SM berhenti sampai disitu…..bisa jadi Ia benar-benar kalah secara publik.

SM adalah seorang tokoh, Ia punya tanggung jawab untuk terus berjuang memperbaiki keadaan  ini…… Ayo ….. Jangan berhenti sampai disini…..

Jangan merasa menang dengan tindakan mundur…. perjuangan masih panjang… Indonesia perlu berubah dan bangkit…….berjuanglah terus SM…  bongkar dan basmi praktik-praktik politik kotor di negeri ini……yakinlah banyak yang mendukung hati nuranimu…..

Salam- progoharbowo

Read Full Post »

SBY, Menteri Lingkungan & Menteri  Perumahan secara bersama-sama  menghentikan pembukaan lahan baru bagi pengembang perumahan di seluruh P. Jawa.  Keputusan ini dibuat untuk menghentikan peningkatan kerusakan lingkungan yang sudah sangat memprihatinkan.

Kalimat tersebut tentu saja hanya angan-angan dan harapan saya dan juga mungkin sebagian besar pencinta lingkungan.  Mungkinkah terjadi ? Tentunya masih sangat memungkinkan bila Presiden punya ketegasan, punya semangat untuk melakukan keputusan terobosan (bukan cari aman dan popularitas) disamping tentu saja  punya visi yang kuat tentang penyelamatan dan perbaikan lingkungan.

Anda tahu seberapa parah kerusakan pulau Jawa ?

–          Pada akhir tahun 1980-an, tutupan hutan alam di Jawa hanya tinggal 0,97 juta hektar atau 7 persen dari luas total Pulau Jawa.

–          Pulau Jawa sejak tahun 1995 telah mengalami defisit air sebanyak 32,3 miliar meter kubik setiap tahunnya.

–          Sebagian besar DAS di Jawa kondisinya kritis akibat kerusakan lingkungan pada hulu dan hilir.

–          saat ini di Jawa terdapat 141 DAS. Dari jumlah tersebut tercatat ada 116 DAS yang kritis. Bahkan 16 DAS masuk dalam aktegori kritis 1 alias sangat kritis

–          Dan masih banyak lagi data kerusakan lingkungan….

Kalau kita berjalan dari jakarta ke bogor, terus terjadi pengembangan lahan untuk perumahan, tengok mulai dari cililitan sampai cibubur, cileungsi, sekarang cikeas juga, cibinong, hingga sentul dan terus hingga mega mendung, cisarua, cipanas dan cianjur…

Kalau kita berjalan ke arah cikampek… juga demikian, mulai dari pondok gede perumahan sambung-menyambung sampai bekasi, cibitung, cikarang, kerawang… kalau diteruskan… nggak ada lagi lahan hijau.

Andaikata saya menjadi SBY :

  • Saya akan panggil menteri perumahan, menteri lingkungan untuk tidak lagi memberikan izin bagi pengembang membuka lahan perumahan kecil-kecil tradisonal, untuk menyelamatkan P Jawa.
  • Untuk perumahan kecil harus dibangun vertikal.  Bangunan vertikal, hemat lahan hijau.  Bila membangun perumahan biasa (non vertikal), harus dengan proporsi minimal 30 % bangunan dan 70% lahan hijau, buatlah harga yang mahal…. Hingga hanya orang kaya yang mampu beli rumah non vertikal dan ia diberi beban untuk menyelamatkan lingkungan……

Perumahan vertikal selain menghemat lahan, juga menghemat sarana transportasi dan perhubungan, rumah tidak dibangun di daerah terpencil jauh seperti sekarang ini yang merusak daerah aliran sungai, atau daerah serapan air lainnya.  Rumah sederhana selain lokasi terpencil, sarana jalan minim… menimbulkan kekumuhan.  Akibatnya sulit dan mahalnya biaya distribusi dan transpotasi….menjadi beban ekonomi baru….

Ingin rasanya menikmati P Jawa dengan hutan alami dan kebun yang hijau… kekumuhan hilang, jalan-jalan halus dan rapih…. dengan kerindangan dikiri kanan……

hmm….. anda setuju ? atau siapa bisa menyempurnakan mimpi ini……..

Pak SBY jangan lagi sibuk dengan jargon-jargon, jangan lagi sibuk dengan pencitraan … ayo buat langkah nyata dengan keputusan tegas…. inovatif…..

Read Full Post »

Awalnya saya tidak tahu, kalaupun tahu…. pasti tidak percaya akan angkernya toll JORR.  Maklum saya dan istri seminggu 2-3 kali dimalam hari melewati Toll JORR  dan tidak pernah ada kejadian apa-apa….

Tapi sungguh…. kejadian malam itu (Rabu malam minggu keempat Maret 2010 sekitar pukul 21.00) hingga saat ini saya tidak habis pikir…. apa yang menyebabkan hal itu terjadi…..

Cerita lengkapnya sbb :

Malam itu saya mengendarai kendaraan sedan altis lama (thn 2006), dan istri saya duduk disamping saya. Tidak ada yang istimewa, kita ngobrol ringan di dalam mobil, dan badan terasa segar karena baru saja kami fitness bersama di Celebrity Fitness Pondok Indah Mall.

Rute pulang tentu saja melalui JORR karena rumah kami di Jati Asih. Udara cukup enak, tidak ada bekas hujan sehingga jalan tidak licin, anginpun tidak besar….. semua berjalan normal layaknya malam yang cerah….

Kepadatan lalu lintas pun normal, tidak sepi … tidak juga ramai. Kami berjalan di jalur paling kanan dengan kecepatan 80-90 km/jam, cukup santai.  Saat mendekati daerah pasar minggu kami melihat di jalur tengah (sebelah kiri agak didepan) sebuah ambulance berjalan lebih lambat.

Kamipun dalam sekejap akan melalui ambulance tersebut….. namun saat kami lebih mendekati ambulance tsb…. tiba-tiba mobil saya bergoyang dan selanjutnya seperti terlempar ke sebelah kanan dan hampir saja menabrak baja pemisah jalur di tengah…

Mobil kami tiba-tiba terpelanting ke kiri dan kekanan dengan bunyi berdecit-decit…. oleng kanan kiri…. hampir menabrak ambulance lalu kekanan hampir menabrak jalur pemisah kembali… begitu seterusnya hingga minimal 3 kali kiri kanan dengan suara berdecit-decit…

Istri saya yang duduk di sebelah saya berteriak-teriak  “allahu akbar… ayah..ayah……astaghfirullah ….dll” sambil menangis… sementara saya bergulat untuk mengendalikan mobil yang tiba-tiba sangat sulit dikendalikan….saya fikir ban depan saya kempes karena betul-betul tidak dapat dikendalikan….

Dalam benak saya…. hancurlah… ini mobil….. dan kita tak mungkin selamat….. terbayang anak-anak yang menanti dirumah……dalam kekalutan saya mohon perlindungan dari yang maha Pencipta dan dijauhkan dari mara bahaya..ini….

Aneh bin ajaib…. tidak berapa lama saya pun mampu mengendalikan mobil saya….. dan akhirnya mobil saya dapat berjalan normal lagi…. namun kecepatan saya kurangi hingga  40-60 km/jam. Mungkin kalau bukan sedan… sudah terguling dan terlempar ke luar jalur….

Sementara istri masih menangis dan tidak percaya akan apa yang kita alami, kami pun berangsur tenang… kecepatan mobil akhirnya saya tingkatkan lagi menjadi 60-70km /jam, dan ambulance di samping akhirnya kami lalui.

Namun saat kami sampai di sekitar kampung rambutan, kami bertemu lagi dengan ambulance yang sangat mirip ….Istri saya yang masih ketakutan kembali kaget melihat ambulance yang sama (sebenarnya mungkin mirip) tiba-tiba di depan kita lagi….beruntung akhirnya ambulance tsb melaju ke arah cililitan, sementara kami terus ke arah jati asih

Istri saya berulang mengucap syukur atas lindungan yang telah diberikanNya, sehingga kami terhindar dari kecelakaan maut.

Sampai di rumah kami langsung sholat dan mengucap syukur atas terhindarnya dari kecelakaan maut.  Kemudian kejadian ini kami sampaikan pada kerabat dan kawan…… dan menurut mereka daerah tersebut memang angker…

Beberapa hari sebelum kejadian saya tsb… ada sebuah mobil melompat dari jalan tol dan terlempar ke pinggir sungai …., kecelakaan memang kerap terjadi di sana….disana memnag angker … begitu kata kerabat dan rekan-rekan saya…..

Keanehan lainnya, mobil-mobil yang berada di belakang saya saat saya berakrobat kiri dan kanan….. seperti tidak melihat apa-apa….., merekapun tidak terlihat menurunkan kecepatan..atau… menghindari dari gerakan brutal mobil saya. .

Saat mereka mendahului kami setelah kejadian tsb…… mereka acuh saja….saya jadi berfikir apakah mereka melihat kami berakrobat kiri kanan posisi miring dlsb…. atau hanya kami saja yang mengalami sementara yang lain tidak melihat ???? saya tidak tahu…

Hingga saat ini saya tidak habis pikir apa yang menyebabkan mobil saya tiba-tiba seperti terseret ke ambulance lalu terlempar ke kanan ngesot kesamping dlsb…..saya tidak mengantuk…. jalanan tidak licin….. konsentrasi saya pun penuh saat mengemudi…tidak ada gangguan apapun….

Saya sendiri tidak tahu apakah Tol JORR tsb  memang benar angker atau memang kondisi di sana yang rawan kecelakaan….. yang jelas … harap ekstra hati-hati saja saat berkendara di jalan tsb karena banyaknya kecelakaan disana.

Adakah rekan-rekan pernah mendengar angkernya Toll JORR atau pernah mengalami seperti saya ?????

Read Full Post »