Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘pemerintah’

Saya agak heran dan bingung mengapa Pemerintah tidak mengerti apa yang dijelaskan Pak Kwik Kian Gie mengenai perhitungan subsidi BBM, juga mengapa Pak Kwik seolah tidak mengerti apa yang terjadi di pemerintahan ? apakah memang sesederhana yang diuraikan pak Kwik ? atau dengan kata lain Pemerintah demikian bodohnya …. atau ……

Pak kwik menjelaskan bahwa seharusnya kita kelebihan uang dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, karena kita sebagai produsen.  Jadi harusnya kita menikmati keuntungan seperti negara produsen minyak lainnya di dunia….. Tapi apa yang terjadi ??? Indonesia justru makin menderita dengan kenaikan ini…. apa yang sebenarnya terjadi ???

Coba simak penjelasan pak Kwik mengenai BBM : (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Kelas international di SMA Negeri mengikutkan anak-anak menempuh ujian O-level dan A-level.  Bila lulus dengan O-level (umumnya pertengahan kelas XI) maka siswa bisa  melanjutkan ke A level.  Sertifikat O-level sebenarnya sudah bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan program ke S1 tetapi melalui jalur diploma sekitar 1,5-2 tahun, dan masih memungkinkan melanjutkan ke jenjang S1 sekitar 2-3 tahun lagi.

Yang mengherankan…. A level diluar negeri bisa ditempuh dalam waktu 8 bulan saja karena sudah fokus pada jurusan di universitas atau college yang dituju.  Sementara kalau di Indonesia, anak-anak harus menempuhnya sekitar 1,5-2 tahun… beban ini menjadi berat karena siswa selain 5 mata ajaran khusus kelas international (Bhs Inggris, matematik, fisika, kimia, biologi) juga masih harus menempuh mata ajaran nasional yang jumlahnya seabrek……

Kelas international di Indonesiapun dituntut untuk ikut juga ujian nasional …. sebuah beban berganda … !

Padahal sertifikat cambrige (0-level dan A-level) diakui oleh dunia…. sehingga siswa bisa dengan mudah melanjutkan ke jenjang diploma atau S1.  Tetapi jika siswa kelas international SMA negeri karena sesuatu hal ingin melanjutkan ke PTN, maka sertifikat cambrige tsb tidak berlaku, siswa dituntut untuk ikut Ujian nasional …..  Apakah mutu PTN lebih hebat dari sekolah-sekolah ternama di luar negeri ?

berikut komentar salah satu murid berprestasi di kelas international ….

reccarebellion // Februari 22, 2008 at 4:30 pm (edit)

a ya setuju. Keanehan lain d Indonesia, sertifikat yg diakui internasional tdk mau (belum lah) diakui. Seperti ujian dari Indonesia itu tdk setaraf dgn A-level saja.. Jangan2 mereka mengganggap ujian Indo lebih bermutu?
Kalau menurut saya lebih bagus tes dari cambridge karena soal-soalnya bkn hny teori semata seperti di Indonesia, namun mengajak berpikir untuk aplikasi.. =)

Sepertinya Pemerintah / Dikmenti masih bingung dan belum siap dengan program kelas international ini….. anak-anak dan tentu saja orangtuanya juga menjadi korban ketidaksiapan konsep kelas international ini …….

Read Full Post »

Saya punya banyak teman keturunan tionghoa, dan sering mendengar keluhan mengapa mereka dianggap bukan orang Indonesia, dipinggirkan, dianggap sebagai warga kelas dua bahkan dibenci …..

Padahal mereka sudah merasa benar-benar menjadi orang Indonesia, dan mereka semua orang baik, sering lebih baik dari WNI asli …… saat kerusuhan Mei 98, saya bahkan tidak tega karena salah satu teman keturunan tionghoa saya yang pintar, tekun dan baik sekali, ketakutan dan sangat frustasi akan kejadian tsb…

Kenapa kita selalu menganggap orang cina itu pelit, licik, dll yang negatif ?

Saya pernah membaca di Harian Kompas sekitar tahun 1999 atau 2000.. (saya lupa karena sudah lama) ….. disitu ada artikel yang merupakan opini/analisis penulisnya apa penyebab kita semua manjadi membenci cina ! walaupun sudah lama, tapi mungkin cukup penting untuk dishare khususnya yang belum membacanya.

Menurut artikel tsb, perbedaan antar suku itu biasa, tetapi kenapa pada cina perbedaan itu menjadi kebencian yang berbeda ?

Menurutnya kebencian ini mulai terpupuk dengan ditampilkannya pengusaha cina untuk dijadikan sapi perah pemerintah….. menurutnya, secara terencana (karena sang penguasa saat itu punya pengalaman berbisnis haram dengan cina) Ia memunculkan pengusaha cina yang kurang baik tetapi dijadikan mitranya … dan di lain pihak kebencian terhadap cina disebarkan ….

Tujuannya jelas membuat pengusaha cina ini menjadi sapi perah dan mereka akan terus terikat dengan sistem yang secara jenius dia bangun …. sama jeniusnya dengan menyebarkan budaya korup pada aparat terkait hingga para aparat pun terikat kontrak tak resmi dengannya.

Saya kira skenario ini … masuk akal juga ….. karena dibalik pengusaha brengsek cina, banyak pengusaha ideal yang sangat nasionalis keturunan cina.  Mereka diam (silent majority) tetapi terus bekerja dan berkarya bagi bangsa dan negara …..Kita pun termakan oleh kebencian yang tanpa kita sadari menjadi melekat menjadi paradigma kita ….

Bila bangsa ini mau maju, maka apapun yang menjadi asset, sumber daya…. harus kita manfaatkan seoptimal mungkin, terlepas dari percaya atau tidak pada skenario di atas.  WNI keturunan tionghoa adalah asset yang luar biasa karena mereka secara umum punya mental rata-rata yang lebih kuat dari WNI asli, mereka lebih tekun, lebih gigih …, dan juga banyak yang pintar luar biasa …..

Read Full Post »

Kontrol atau pengawasan adalah alat manajemen yang sudah kuno ! jangan membanggakan Pengawasan Melekat yang sering dijargonkan birokrat pemerintah, jangan lagi membanggakan bahwa perusahaan ini sudah melalui kontrol yang ketat …! Anda akan ditertawakan oleh manajemen baru yang jauh lebih efektif …..

Ini perubahan paradigma ! paradigma baru ini sebenarnya didasari juga oleh teori motivasi lama yaitu teori Y Mc Gregor ! Manusia pada dasarnya ingin bekerja dengan baik.  Artinya tanpa dikontrol secara naluri kebanyakan manusia dikebanyakan waktunya ingin berbuat baik.  Bila ybs tidak melakukan dengan baik… pasti ada suatu masalah… dan sebagai pemimpin kita wajib menyelesaikan masalah / menyingkirkan hambatan tsb

Perubahan paradigma ini semakin kuat seiring dengan gerakan Total Quality Management  yang mengajarkan bahwa hilangkan ketergantungan pada inspeksi…. tapi kerjakan dengan benar sejak awal ! Ya .. inspeksi atau kontrol adalah suatu pekerjaan yang terlambat… dan merupakan pemborosan ! Buatlah sistem agar bisa mengerjakan dengan benar sejak awal !

Dampak perubahan paradigma ini lebih jelas bila kita ilustrasikan dengan seorang salesman yang diminta mengisi form kunjungan ke customernya.  Dengan paradigma lama (kontrol)… maka pengisian form kita perlukan karena kita tidak percaya pada mereka, maka alat kontrolnya adalah form tsb !

Akibatnya ….. salesman merasa diawasi … dan ia akan bertendensi untuk mengisi form sesuai harapan … karena bila tidak sesuai harapan akan berakibat pada punishment.  Selanjutnya iapun akan menyembunyikan keburukan yang terjadi dan akan cenderung menekankan kebaikan-kebaikan.  Hasilnya …. form tsb tidak menggambarkan keadaan sebenarnya ….

Dengan paradigma baru, Form adalah alat feedback dari sistem yang kita bangun, bukan alat kontrol.  Feedback ini untuk masukan semua pihak dalam sistem tsb… bukan untuk menyalahkan/ menghukum atau seseorang ! salesman akan merasa aman untuk menyampaikan kondisi apa adanya …..karena tidak dikaitkan dengan punishement pada mereka, tapi masukan untuk perbaikan sistem.

Jadi dengan bentuk output yang sama (form Kunjungan Salesman) tapi menggunakan paradigma berbeda maka efektivitas hasil yang didapat akan jauh berbeda.

Satu hal lagi…, dengan kita mempercayai karyawan..mendelegasikan tugas kepada mereka …penelitian menunjukkan bahwa karyawan tsb akan merasa bangga dan lebih all out dalam bekerja ….. artinya justru produktivitasnya meningkat, beban tugas terbagi, biaya kontrol berkurang …..ujung-ujungnya  produktivitas keseluruhan dan daya saing meningkat.

Anda Percaya semua hal di atas ? 

Kalau anda memilih untuk lebih siap menghadapi tantangan milenium baru … maka anda harus belajar untuk percaya …..

Read Full Post »

Pagi ini, saya sangat senang dan bangga karena masih ada putra bangsa ini yang bekerja sepenuh hati walau di jajaran pemerintahan.  Kompas, 21 feb pagi ini di halaman belakang menulis “UNTUNG SRAGEN PUNYA UNTUNG” !

Terus terang saya sangat haus akan orang-orang yang maksimalis ! artinya bekerja total all out … bukan sekedarnya… bukan yang penting kerja…..tapi selalu berusaha memberikan yang terbaik …..bahkan “beyond customer satisfaction” !

Siapa lagi ya yang maksimalis di Indonesia ?

Bagaimana dengan Band-band di Indonesia saat ini ? Ya… saya kira kita juga patut memberikan appresiasi positif pada band-band seperti Nidji, Keris Patih, Ada band, Radja, Gigi, Dewa,  dan band Ahmad Dani lainnya…. juga penyanyi seperti 3 Diva, agnes monica, Rossa, Glenn Fredly, dll ….

Mereka semua sudah menunjukkan kesungguhannya berbuat maksimal… all out untuk karyanya.  Hasilnya ? tentu selain kesuksesan dan materi yang mereka raih, musik Indonesia tetap eksis dan merebut hati serta tegar menghadapi serbuan musik asing !

Bagaimana dengan yang lain ? semoga ini jadi nafas baru perjalanan bangsa ini pada kehidupan yang lebih baik …..

Ayo selalu bersikap sungguh sungguh … kerahkan segala kemampuan untuk berkarya dalam segi apapun ……

Read Full Post »

Saya mencoba merenungi, mengapa pak SBY seolah memuja soeharto dan langsung menyebutnya sebagai putra terbaik bangsa, pahlawan bangsa.  Mengapa ? Apa maksudnya ?

Apakah kesalahan soeharto layak dilupakan ?  Mengapa SBY melihat hanya dari kebaikannya ? dan dengan mudahnya memaafkan kesalahannya ?

Kalau kita ingat konsep Rekening Bank Emosi dari S. Covey dalam buku larisnya “7 habits”……. maka kita tidak perlu heran dengan sikap SBY pada Soeharto.  Artinya Rekening Bank Emosi antara kedua tokoh ini sangat tinggi.

Rekening bank emosi adalah istilah yang dibuat oleh Covey (Penulis buku laris 7 habits), dalam menjelaskan hubungan antar manusia.  Bila Soeharto banyak berbuat baik pada SBY maka Soeharto mendepositokan emosinya (hubungan baik) pada  rekening emosi SBY, begitu juga mungkin sebaliknya.  Sebagai contoh, hal-hal yang menambah rekening bank emosi misalnya  : menolong, menunjukkan kasih sayang, membantu, menepati janji, dll yang membuat kita makin merasa percaya dan dekat.

Sebaliknya bila SBY membohongi, mengingkari janji, menyakiti…. maka SBY melakukan penarikan rekening emosi, begitu juga sebaliknya Soeharto pada SBY. Bila rekening emosi menipis…. yang terjadi tidak saling percaya, dan artinya hubungan merenggang.

Nah ciri kalau Rekening Bank Emosi tinggi, maka hubungan sangat baik.  Bila hubungan sangat baik…. maka coba bayangkan kalau kita punya sahabat atau kerabat yang dekat maka bila yang bersangkutan melakukan kesalahan kita akan segera memaklumi, akan mudah memaafkan, kesalahan pun kadang dipandang sebagai kebenaran.

Sebaliknya bila kita punya teman atau kerabat yang hubungannya tidak baik (rekening bank emosi tipis), maka andai kita mau berbuat baik pun akan dicugai, kebenaran pun bisa dipandang sebagai kesalahan.

Untuk menjadi manusia yang efektif salah satunya adalah kita membina hubungan dan memang harus meningkatkan rekening bank emosi bila kita ingin berhasil dalam bermasyarakat. Sebagai pemimpin, hubungan yang baik dengan banyak orang merupakan asset besar….. disini SBY berhak membina hubungan dengan siapapun sedekat mungkin termasuk dengan Soeharto

Tapi saat kita melihat suatu masalah, saat kita menilai seseorang…..yang harus lebih ditekankan adalah melihat dan mendengar secara EMPATI.  Sekali lagi EMPATI dan ini berbeda dengan SIMPATI !  Empati artinya kita melihat / mendengar dengan hati dan pikiran terbuka, berusaha seobyektif mungkin, tapi tidak terlibat secara emosi.  Ini yang membedakan simpati dan empati. 

Kalau kita mendengarkan keluhan teman kita yang mengadukan dia telah disakiti kekasihnya sambil menangis…. maka kalau kita empati , kita bisa mendengar melihat masalah secara lebih obyektif… dan tetap rekan kita merasa dihargai, kitapun bisa lebih fokus pada penyelesaian masalah…. mungkin saja ada yang harus diperbaiki oleh teman kita.

Sementara kalau simpati, bisa jadi teman kita tenang merasa dihargai…. bahkan mungkin kita terlibat dalam tangisan dan memaki-maki kekasihnya tersebut…. tetapi penyelesaian masalah sangat kecil pencapaiannya dan menjadi tidak efektif.

Nah, dari uraian saya di atas…. jangan heran lagi dengan  sikap SBY pada Soeharto tersebut.  Hal itu menandakan SBY punya hubungan sangat-sangat erat dengan mantan orang nomor 1 tersebut… karena Rekening Bank Emosinya sangat tinggi.  Artinya hubungannya sudah sangat-sangat dekat, sehingga semua kesalahan dianggap kecil dan layak dimaafkan sedangkan kebaikannya dipandang besar dan patut dihargai…..

Apakah seorang pemimpin pantas terlibat emosi yang sangat dalam sehingga tidak bisa melihat secara lebih obyektif ?  Ataukah seharusnya lebih empati (bukan simpati)… artinya kita melihat secara lebih proporsional pada tempatnya tanpa melibatkan emosi kita ?  Haruskah kita kubur kesalahan soeharto ? atau kita kita harus belajar dari kesalahan dan kebaikannya ?

Anda semua bisa menilai SBY dengan persepsi masing-masing……..

Read Full Post »

Halte busway nggak selesai-selesai, lebih dari 50% pusat perbelanjaan langgar peraturan kawasan dilarang merokok, Banjir kanal timur terus tersendat, macet dan macet, banjir makin menyebar …..apa kabar bang Foke ?

Please deh bang, bergerak lebih cepat ! kenapa bangun halte busway saja lambat sekali, tahun lalu (saat bang yos) bikin halte kok cepat sekali …. besinya juga lebih kinclong, sekarang ….. petugasnya tidur-tiduran, sudah 2 bulan lebih kemajuannya kecil sekali …..

bAng fOkE Pls d …. begitu kata anak remaja saya

Read Full Post »

Older Posts »