Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Pengalaman pribadi’

Awalnya saya tidak tahu, kalaupun tahu…. pasti tidak percaya akan angkernya toll JORR.  Maklum saya dan istri seminggu 2-3 kali dimalam hari melewati Toll JORR  dan tidak pernah ada kejadian apa-apa….

Tapi sungguh…. kejadian malam itu (Rabu malam minggu keempat Maret 2010 sekitar pukul 21.00) hingga saat ini saya tidak habis pikir…. apa yang menyebabkan hal itu terjadi…..

Cerita lengkapnya sbb :

Malam itu saya mengendarai kendaraan sedan altis lama (thn 2006), dan istri saya duduk disamping saya. Tidak ada yang istimewa, kita ngobrol ringan di dalam mobil, dan badan terasa segar karena baru saja kami fitness bersama di Celebrity Fitness Pondok Indah Mall.

Rute pulang tentu saja melalui JORR karena rumah kami di Jati Asih. Udara cukup enak, tidak ada bekas hujan sehingga jalan tidak licin, anginpun tidak besar….. semua berjalan normal layaknya malam yang cerah….

Kepadatan lalu lintas pun normal, tidak sepi … tidak juga ramai. Kami berjalan di jalur paling kanan dengan kecepatan 80-90 km/jam, cukup santai.  Saat mendekati daerah pasar minggu kami melihat di jalur tengah (sebelah kiri agak didepan) sebuah ambulance berjalan lebih lambat.

Kamipun dalam sekejap akan melalui ambulance tersebut….. namun saat kami lebih mendekati ambulance tsb…. tiba-tiba mobil saya bergoyang dan selanjutnya seperti terlempar ke sebelah kanan dan hampir saja menabrak baja pemisah jalur di tengah…

Mobil kami tiba-tiba terpelanting ke kiri dan kekanan dengan bunyi berdecit-decit…. oleng kanan kiri…. hampir menabrak ambulance lalu kekanan hampir menabrak jalur pemisah kembali… begitu seterusnya hingga minimal 3 kali kiri kanan dengan suara berdecit-decit…

Istri saya yang duduk di sebelah saya berteriak-teriak  “allahu akbar… ayah..ayah……astaghfirullah ….dll” sambil menangis… sementara saya bergulat untuk mengendalikan mobil yang tiba-tiba sangat sulit dikendalikan….saya fikir ban depan saya kempes karena betul-betul tidak dapat dikendalikan….

Dalam benak saya…. hancurlah… ini mobil….. dan kita tak mungkin selamat….. terbayang anak-anak yang menanti dirumah……dalam kekalutan saya mohon perlindungan dari yang maha Pencipta dan dijauhkan dari mara bahaya..ini….

Aneh bin ajaib…. tidak berapa lama saya pun mampu mengendalikan mobil saya….. dan akhirnya mobil saya dapat berjalan normal lagi…. namun kecepatan saya kurangi hingga  40-60 km/jam. Mungkin kalau bukan sedan… sudah terguling dan terlempar ke luar jalur….

Sementara istri masih menangis dan tidak percaya akan apa yang kita alami, kami pun berangsur tenang… kecepatan mobil akhirnya saya tingkatkan lagi menjadi 60-70km /jam, dan ambulance di samping akhirnya kami lalui.

Namun saat kami sampai di sekitar kampung rambutan, kami bertemu lagi dengan ambulance yang sangat mirip ….Istri saya yang masih ketakutan kembali kaget melihat ambulance yang sama (sebenarnya mungkin mirip) tiba-tiba di depan kita lagi….beruntung akhirnya ambulance tsb melaju ke arah cililitan, sementara kami terus ke arah jati asih

Istri saya berulang mengucap syukur atas lindungan yang telah diberikanNya, sehingga kami terhindar dari kecelakaan maut.

Sampai di rumah kami langsung sholat dan mengucap syukur atas terhindarnya dari kecelakaan maut.  Kemudian kejadian ini kami sampaikan pada kerabat dan kawan…… dan menurut mereka daerah tersebut memang angker…

Beberapa hari sebelum kejadian saya tsb… ada sebuah mobil melompat dari jalan tol dan terlempar ke pinggir sungai …., kecelakaan memang kerap terjadi di sana….disana memnag angker … begitu kata kerabat dan rekan-rekan saya…..

Keanehan lainnya, mobil-mobil yang berada di belakang saya saat saya berakrobat kiri dan kanan….. seperti tidak melihat apa-apa….., merekapun tidak terlihat menurunkan kecepatan..atau… menghindari dari gerakan brutal mobil saya. .

Saat mereka mendahului kami setelah kejadian tsb…… mereka acuh saja….saya jadi berfikir apakah mereka melihat kami berakrobat kiri kanan posisi miring dlsb…. atau hanya kami saja yang mengalami sementara yang lain tidak melihat ???? saya tidak tahu…

Hingga saat ini saya tidak habis pikir apa yang menyebabkan mobil saya tiba-tiba seperti terseret ke ambulance lalu terlempar ke kanan ngesot kesamping dlsb…..saya tidak mengantuk…. jalanan tidak licin….. konsentrasi saya pun penuh saat mengemudi…tidak ada gangguan apapun….

Saya sendiri tidak tahu apakah Tol JORR tsb  memang benar angker atau memang kondisi di sana yang rawan kecelakaan….. yang jelas … harap ekstra hati-hati saja saat berkendara di jalan tsb karena banyaknya kecelakaan disana.

Adakah rekan-rekan pernah mendengar angkernya Toll JORR atau pernah mengalami seperti saya ?????

Read Full Post »

Para blogger sejatinya adalah seorang jurnalis…. Sebagian besar blogger tentunya akan senang bila tulisannya dihargai oleh penerbit buku.  Berikut pengalaman saya mulai menjadi blogger lalu berhubungan dengan penerbit dan akhirnya menjadi sebuah buku.

Puji Syukur buku pertama saya “Empat Lensa” akan segera diterbitkan oleh Ipb Press.  Ada kepuasan yang berbeda saat tulisan kita lebih dihargai dan diabadikan dalam sebuah buku.  Walaupun ini baru pengalaman pertama saya, saya tetap ingin berbagi dengan rekan-rekan bagaimana cara dan langkah saya hingga mendapat kesempatan bekerjasama dengan penerbit.  Semoga ini bisa memberi inspirasi pada para blogger yang ingin menulis buku…menjadi penulis pemula nggak susah kok….

Kata rekan-rekan dan atasan saya, saya mempunyai bakat menulis (pasti para blogger juga demikian), tapi saya masih bingung….mau nulis apa  ? Munculnya fenomena blog membuat hasrat saya tersalurkan, lalu sayapun bergabung dengan wordpress di awal tahun 1998.

Tak disangka, dalam waktu 2 minggu sejak menulis di wordpress, saya sudah masuk jajaran toplist…. Wah mendapat sambutan hangat nih….., berarti gaya penulisan saya ada yang suka.  Karena blog saya adalah blog pribadi…. Ya bebas…, topiknya macem-macem…..

Dari berbagai macem topik tersebut saya selipkan artikel-artikel potongan ide buku yang akan saya terbitkan (test). Surprise, artikel tersebut juga mendapat sambutan hangat …….wah makin semangat deh buat menulis buku.

Kebetulan dikantor, saya juga mendapat tugas tambahan memimpin sebuah program “Learning Forum”di jajaran top management… mau tidak mau saya baca buku-buku management mutakhir…. Semangat menulis makin menggebu dengan tema yang semakin mengerucut…..  Karena hal inilah, saya meninggalkan komunitas blogger untuk sementara waktu… selain kesibukan kantor, juga larut dalam penyusunan buku….

Setelah naskah buku kira-kira selesai 75 %, saya baru berfikir ini buku mau ditawarkan kemana ? ada nggak yang mau menerbitkan ? saya lalu konsultasi dengan beberapa kenalan jurnalis beneran…. Bagaimana proses penerbitan sebuah buku, hal apa yang harus diperhatikan…… Atas konsultasi ini saya menyempurnakan naskah saya, dan untuk masalah proses penerbitan… penjelasan & sarannya jurnalis beneran itu tergolong umum misalnya :

  1. Buku dibuat dengan tujuan apa ?
  2. Siapa target marketnya ?
  3. Buatlah tulisan dengan karakter yang kuat.
  4. Finalisasi naskah
  5. Menghubungi penerbit untuk menawarkan buku tsb
  6. Presentasi dari segi ide dan pemasaran
  7. Bila oke, mendapat tawaran kontrak kerjasama
  8. Buku terbit, mendapat royalti

Point 1 sampai 3, itu berhubungan dengan kualitas dan kelas penulis. Untuk meyakinkan kualitas, saya mengirim sampel satu dua bab untuk dibaca anak, kerabat dan teman…. Saya tanya pendapat dan masukannya ? apakah menarik ? apakah mengerti ? apa sarannya ? dll.  Dari respon tersebut saya coba perbaiki naskah saya … ini terus dilakukan berkali-kali.

Untuk point 4 dan 5 walau sederhana tapi saya masih agak bingung.  Finalisasi naskah itu sampai seperti apa ? bagaimana menghubungi penerbit ? apa tipe-tipe kontrak kerjasama dengan penerbit ? Lalu kalau sekedar kirim naskah, kapan naskah kita dapat giliran dibaca/dievaluasi oleh staf redaksi ? Pasti puluhan atau ratusan naskah mengalir ke redaksi.  Penerbit seperti apa yang layak diajak kerjasama oleh penulis pemula seperti saya ?

Mencari penerbit sebenarnya tidak sulit.  Kita tinggal buka internet dengan bantuan search engine, nama dan alamat penerbit bisa kita dapatkan.  Tapi saya lakukan berbagai cara, selain lihat di internet, saya juga coba hubungi teman yang mungkin tahu atau pernah berhubungan dengan penerbit. Dari sini saya mendapat sedikit gambaran mengenai beberapa penerbit.

Membuat bahan presentasi untuk menjual ide buku ini, sebuah seni tersendiri.  Kita harus dapat menyampaikan apa bedanya buku kita dengan buku lain. Apa manfaatnya bagi pembaca, siapa yang akan membeli, kenapa mereka bakal membeli, dll.

Walaupun penulis pemula, saya pede aja untuk menawarkan ke beberapa penerbit lalu bisa membandingkan mana tawaran kerjasama yang paling cocok untuk saya. Kemudian supaya naskah saya tidak terkirim sia-sia, saya juga mencari tahu orang yang tepat yang perlu dihubungi di penerbit yang kita tuju.

Naskah 90% selesai, contact person penerbit sudah didapat…. maka saya mulai menghubungi penerbit.  Ada penerbit kondang yang saya hubungi hanya by email (dari search engine) tetapi responnya sangat hangat.  Ada yang melalui jasa teman mendapatkan nomor penting staf redaksi responnya juga baik sekali, ada yang langsung bertemu dan responnya sangat baik, dan tentunya ada juga yang dihubungi tetapi tidak merespon.

Namun menurut saya hasil yang didapat cukup “Surprise !”, perkenalan dan ide buku saya disambut baik oleh orang-orang penting di 3 penerbit kondang. Langkah berikutnya adalah mengirim naskah lengkap, berdoa, dan persiapan negosiasi kerjasama.  Kalau masih ingin mengikuti …..tunggu dibagian kedua ya….

Read Full Post »

Beberapa orang heran kepada saya… “bisa-bisanya beli peralatan musik dan sound sistem seperti orang mau usaha studio musik saja…..” padahal alat-alat itu hanya saya pakai buat nyanyi si hari libur di rumah…. nggak pernah disewakan…..

Ada teman saya yang sangat gila sama tanaman atau bunga, kalau ada tanaman cantik dan langka… berapapun ia mau merogoh koceknya untuk membeli, kadang saya heran juga beli tanaman terus mau ditempatin dimana… wong rumahnya sudah penuh bunga….

Ya…. kayaknya kita semua pasti mempunyai sisi boros ….. sekedar pemuas hati.. saluran atas tekanan disana-sini… kita lampiaskan pada satu dua sisi untuk menyalurkan hasrat kita…….kita menjadi tidak rasional untuk hal tersebut….

Sebaliknya, biasanya kita juga punya sisi pelit…… misalnya kalau saya… pelit banget beli gadget baru…. untuk hal ini saya termasuk late adopter…….

Bagaimana dengan anda ? apakah anda punya sisi boros dan sisi pelit ? baikkah hal ini ????

hmmmmm…. lagi cari pembenaran atas kelakuan sendiri nih…..

(tulisan awal….. yang ringan aja ….)

Read Full Post »

Liburan tahun yang lalu, kami sekeluarga berkesempatan berkunjung ke negeri siam Thailand.  Seperti umumnya turis di bangkok, kami tidak melewatkan pertunjukan cabaret yang dimainkan oleh banci-banci cantik thailand. Coba lihat betapa cantiknya banci disana (foto dari dekat, setelah pertunjukan)….

Katanya bintang iklan cantik di sana banyak yang sebenarnya banci ….

Berikut stock foto saya satu lagi saat mereka beraksi dipanggung (karena di zoom, tanpa blizt & dicropping, maaf jadi kurang jelas… red .), agak seronok, tapi ini sebenarnya 2 foto yang relatif sopan dibanding foto lainnya ..hehehe…..

Selesai pertunjukan, para penari/penyanyi cabaret tsb berjejer di pintu keluar pengunjung.  Saking inginnya melihat / memotret dari dekat ( dan juga penasaran apakah bener banci atau perempuan asli ), saya berjalan keluar terlebih dahulu dari istri dan anak-anak saya, agar mereka tidak menunggu terlalu lama saat saya jeprat jepret.

Keinginan saya tersebut, mungkin nggak direstui …(at least oleh istri saya hehehe)….maka datanglah bencana tsb !

Begitu saya memotret banci cantik (foto pertama di atas) bersama salah satu penonton, kamera saya langsung dirampas oleh banci yang lain dan ia memaksa saya untuk berfoto bersama dengan rekannya.

Saya digeret dengan paksa berdiri di antara 2 banci yang ternyata kasar, kuat dan seram juga, lalu tangan saya pun dipaksa memeluknya (meletakkan dengan paksa tangan saya di tubuhnya…..) dan rekannya (banci) yang lain memotret kami bertiga !  Sekali lagi, saya diapit oleh 2 orang banci cantik berpakaian seksi dan tangan kiri dan kanan saya memegang tubuh palsu banci cantik dan seksi tsb.

Saat kamera memotret, saat itu pula istri dan anak saya sampai … karena jaraknya paling hanya 15-20 antrian di belakang…. tentu saja istri saya terhenyak dengan kejadian tersebut ! Lalu di depan istri saya, para banci tsb meminta saya untuk membayar 200 bath ! Karena yang pegang uang istri saya, maka istri saya dengan terpaksa akhirnya  mau membayar 50 bath kepada banci tsb, beruntung mereka mau dan mengembalikan kamera saya….

Dan anda tahu …..

Setelah kejadian itu….. istri saya ngambek hingga keesokan paginya, ia tidak percaya bahwa saya dipaksa berpose seperti itu… katanya : “dipaksa kok ayah ketawa”.  ya mosok saya mesti marah-marah seeh ?  tapi kejadian itu ……bikin kapok deh !!!

foto nya …… malu ah ! tidak sopan …..

Read Full Post »

Banyak sekali pertanyaan kepada saya, saat anak saya mendapat NEM tertinggi dengan rincian nilai 10 untuk bahasa inggris, 10 untuk bahasa indonesia dan 9,67 untuk matematika (NEM = 29,67 tertinggi se bekasi, dan nilai tsb kedua tertinggi nasional).  Artinya ia hanya salah satu soal di subject matematik.  Bila ia lebih teliti maka ia mendapatkan nilai NEM sempurna 30… tapi ya… itu sudah hasil yang maksimal dan kami sangat bangga akan prestasinya.

Sebenarnya ia tergolong anak yang malas belajar, tetapi sangat maniac dengan game.  Kalau diminta/diingatkan untuk belajar sendiri … paling lama kuat setengah jam itupun diselingi keluar kamar, ambil minum, ke kamar mandi, dll ….. pokoknya nggak betah aja belajar….  tapi kalau main game 6 jam pun dia masih tahan.

Lalu karena prestasi belajarnya terus menurun padahal saat SD ia adalah lulusan terbaik, maka untuk mengembalikan prestasinya sayapun menyimpan Play Station kesayangannya dan hanya boleh dimainkan malam minggu dan minggu pagi saja.  Saat hari belajar, wajib belajar selama 2 jam sehari efektif.  Nah ini tips pertama …. disiplin membagi waktu antara main/istirahat dan belajar.

Selanjutnya saya membelikan soal-soal ujian terdahulu (sekitar 5-7 tahun ke belakang) dan kumpulan soal lainnya serta juga buku-buku ringkasan teori dan rumus untuk dipelajari ulang.  Buku-buku dan soal tersebut diberi target untuk menyelesaikan… sejak 2 bulan sebelum ujian…. mepet iya…tapi ya belum terlambat !

Disamping itu ia pun ikut bimbingan belajar dari lembaga yang cukup dikenal.  Sekolah pun mengadakan beberapa kali try out UN.  Hasil try out dan latihan dirumah selalu dibahas dan bila kurang paham atau trampil dalam topik tertentu maka perlu pendalaman materi dengan membaca buku teori atau ringkasan rumus.  Beruntung dengan nasihat dan dorongan motivasi ( kami juga sering menemani saat ia belajar)… anak saya mau menjalankan ini semua dengan sungguh-sungguh…. Ini termasuk tips kedua dan ketiga … yaitu belajar, latihan dan latihan soal, serta dorongan orang tua atau orang terdekat

Tips keempat yaitu jaga kesehatan.  Ya 2-3 bulan menjelang ujian, fisik dipersiapkan dengan makan yang bergizi, teratur dan juga istirahat dan hiburan yang cukup.  Ini agar tidak jenuh dan selalu segar saat waktunya belajar

Tips kelima yaitu … jangan permasalahkan sistem pendidikan di kita… sistem Ujian Nasional, Depdiknas, …. dlsbnya…. fokus pada persiapan menghadapi ujian … karena mau tidak mau kita akan menghadapinya.

Tips keenam yaitu … berdoa.  Kami  (orang tua dan anak saya) sama-sama berdoa setiap sebelum dan sesudah belajar serta setelah shalat …. saat shalat malampun (tahajud) kami memohon doa agar ia dapat menempuh ujian dengan baik dan mencapai prestasi terbaiknya.

Saat menjelang ujian, melihat ruangan, mempersiapkan segala sesuatu seperti alat tulis yang dibutuhkan seperti pinsil dua buah yang sudah diraut, rautan, penggaris, dll.

Dan konon kata gurunya (saya tidak tahu kebenarannya), anak saya pemecah rekor bahasa indonesia 10 dalam sejarah UN.  Padahal saat try out pertama … anak saya paling lemah di Bahasa Indonesia hasilnya disekitar 7…. saat saya melihat kesalahannya, sayapun bingung dengan jawaban yang benar, anak saya pun kesal …dan katanya : “benerkan soalnya aneh..nggak jelas …..”

Karena tidak bisa membantu langsung, maka saya minta anak saya berlatih soal lebih banyak (plus kunci jawabannya) agar lebih memahami cara berfikir si pembuat soal dan juga berdiskusi dengan guru.  Saat ia mendapatkan nilai sempurna 10, saya pun berkata : “hebat kamu nak, kok akhirnya kamu bisa ?” jawabannya : “… ya…. setelah banyak latihan akhirnya saya tahu cara berfikir si pembuat soal seperti kata ayah ……”

Dari uraian di atas memang tips tersebut bukanlah tips baru, sekali lagi kuncinya adalah : disiplin membagi waktu, belajar, latihan soal, bimbingan dan dorongan orang terdekat, menjaga kesehatan, persiapan akhir dan jangan lupa berdoa.

Untuk yang hendak ujian atau orang tuanya semoga ini menjadi inspirasi …. minimal mengingatkan kembali karena sebenarnya tips ini bukan hal baru …..

Selamat menempuh Ujian Nasional, semoga sukses !

Read Full Post »

Suatu malam saya mengunjungi sebuah gudang yang katanya angker karena banyak pegawai kesurupan disana.  karena saya tidak terlalu percaya dengan hal tsb,  sayapun memotretnya beberapa kali tanpa perasaan apa-apa.  Namun yang mengherankan hasil potret kamera digital saya menghasilkan gambar dengan banyak noda seperti jamur.  berikut gambarnya :

Saat saya memperlihatkan hasil foto jepretan saya kepada rekan saya, rekan saya mengatakan bahwa itu adalah wujud makhluk halus yang tertangkap kamera digital ! sayapun hanya tertawa…. ah mungkin hanya karena kotor atau pendaran cahaya saja … sayapun melupakan hal tsb !

Namun dalam waktu lain saat saya berlibut ke bali, saya memotret pohon yang katanya sangat keramat karena sangat cantik (kokoh & rimbun), hasilnya seperti di bawah ini :

dalam gambar muncul noktah yang sangat jelas …. saya jadi teringat bahwa ini adalah wujud makhluk halus yang disampaikan rekan saya ….. tapi saya masih mencoba menyangkal dengan yaahh mungkin pendaran cahaya karena di titik yang gelap juga.

Tapi saya makin ragu dengan bantahan saya sendiri saat melihat foto ketiga yang terang benderang dan ada juga noktah tsb tepat di lengan saya  …. wuuuuu sereeem…

Setelah pemotretan tsb, saya dicakar oleh monyet di sekitar Pura tsb …   Anehnya foto-foto yang lain ya tidak ada noktah tersebut ….. dan percaya atau tidak setelah fenomena ini…. saya selalu menjepret kamera dan memperhatikan hasilnya ….. dan selalu ada hubungan dengan daerah angker…. rumah ada penunggu dengan hasil foto yang bernoktah. 

Misalnya di suatu rumah, bukan semua gambar di rumah tsb ada noktah… tapi hanya tempat tertentu ….. jadi kalau karena kamera saya, rasanya bukan …..apakah itu benar-benar wujud makhluk halus ? saya tidak tahu…. mungkin ada blogger yang tahu fenomena ini ??

Read Full Post »

Kelas international di SMA Negeri mengikutkan anak-anak menempuh ujian O-level dan A-level.  Bila lulus dengan O-level (umumnya pertengahan kelas XI) maka siswa bisa  melanjutkan ke A level.  Sertifikat O-level sebenarnya sudah bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan program ke S1 tetapi melalui jalur diploma sekitar 1,5-2 tahun, dan masih memungkinkan melanjutkan ke jenjang S1 sekitar 2-3 tahun lagi.

Yang mengherankan…. A level diluar negeri bisa ditempuh dalam waktu 8 bulan saja karena sudah fokus pada jurusan di universitas atau college yang dituju.  Sementara kalau di Indonesia, anak-anak harus menempuhnya sekitar 1,5-2 tahun… beban ini menjadi berat karena siswa selain 5 mata ajaran khusus kelas international (Bhs Inggris, matematik, fisika, kimia, biologi) juga masih harus menempuh mata ajaran nasional yang jumlahnya seabrek……

Kelas international di Indonesiapun dituntut untuk ikut juga ujian nasional …. sebuah beban berganda … !

Padahal sertifikat cambrige (0-level dan A-level) diakui oleh dunia…. sehingga siswa bisa dengan mudah melanjutkan ke jenjang diploma atau S1.  Tetapi jika siswa kelas international SMA negeri karena sesuatu hal ingin melanjutkan ke PTN, maka sertifikat cambrige tsb tidak berlaku, siswa dituntut untuk ikut Ujian nasional …..  Apakah mutu PTN lebih hebat dari sekolah-sekolah ternama di luar negeri ?

berikut komentar salah satu murid berprestasi di kelas international ….

reccarebellion // Februari 22, 2008 at 4:30 pm (edit)

a ya setuju. Keanehan lain d Indonesia, sertifikat yg diakui internasional tdk mau (belum lah) diakui. Seperti ujian dari Indonesia itu tdk setaraf dgn A-level saja.. Jangan2 mereka mengganggap ujian Indo lebih bermutu?
Kalau menurut saya lebih bagus tes dari cambridge karena soal-soalnya bkn hny teori semata seperti di Indonesia, namun mengajak berpikir untuk aplikasi.. =)

Sepertinya Pemerintah / Dikmenti masih bingung dan belum siap dengan program kelas international ini….. anak-anak dan tentu saja orangtuanya juga menjadi korban ketidaksiapan konsep kelas international ini …….

Read Full Post »

Older Posts »