Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘statistik’ Category

Serunya pilpres kali ini luar biasa, jokowi effect membuat pemilu kali ini menjadi lebih seru… perseteruan antara kubu Prabowo vs Jokowi yg dianggap sebagian masyarakat seperti perseteruan hitam dan putih menyebabkan suhu persaingan semakin meningkat. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua….

Saya mencoba menganalisa kekuatan kedua kubu dng memperkirakan persentasi suara dari tipe pendukungnya. Namun karena saya memang pendukung Jokowi, saya lebih menganalisa seperti apa kekuatan kubu Prabowo. Saya penasaran juga mengapa Prabowo bisa makin banyak pendukungnya ? Berikut ulasan bebas dan sederhana dari saya… jangan emosi membaca analisis gaya saya ini ya…silahkan menanggapi dng baik dan sopan.

Siapa saja dan seperti apa pendukung Prabowo menurut pengamatan saya.. sbb :

1. Mesin dan simpatisan PKS

  • Ini yg paling solid. Mesin partai PKS patut diacungi jempol… produktif dan solid. Motivasinya menurut saya lebih emosional… tapi sangat kuat….terlihat jelas sangat anti jokowi…agak membingungkan memang… kenapa membingungkan ? ini analisa saya :
  • Awalnya mereka anti Jokowi karena isu SARA.. Jokowi dianggap non muslim ..cina…bahkan antek yahudi… walaupun terbukti Jokowi muslim dan bukan cina serta secara fakta justru prabowo yg lahir dari lingkungan keluarga non muslim (ibunya menado kristen, adiknya  juga) yg mana hal ini dulu menjadi alasan tdk memilih jokowi. Tapi dng kenyataan ini… pemilihnya tetap taat anti Jokowi.. bahkan terus mencari kekurangan Jokowi. Disinilah kehebatan kreatifitas dan sistem kerja mesin partai PKS…
  • Jokowi jg dianggap selalu memilih wakil non muslim… padahal Ahok adalah usungan partai gerindra yg sekarang mereka dukung. Mereka tetap menutup mata dng kenyataan ini, dan tetap dng pendapatnya jokowi bahaya karena dekat dan sering dan akan terus bekerjasama dng non muslim.
  • Jokowi dianggap dikelilingi oleh org2 non muslim dan padahal gerindra juga banyak anggota non muslim dan juga sama dng pdip bukan partai islam. Tapi mereka memandang pdip lebih non muslim dibanding Gerindra….lagi lagi penggiringan opini dari mesin partai bekerja efektif disini.
  • Jokowi karena bagian dari pdip ..  pdip dianggap partai sarang preman… padahal buktinya Hercules preman kakap peliharaan Gerindra dan bbrp waktu lalu pasukan Hercules dan Herculesnya ditangkap dan dipenjarakan oleh Jokowi, hanya Jokowi yg dng tegas dan berani melakukan ini, sementara bertahun2 justru para preman dipelihara semua partai politik termasuk pdip…demikian juga partai pelindung preman tanah abang.. seperti PPP dng H Lulungnya… Jokowi beserta Ahok berani melawan kepentingan preman DPR dan DPRD….mereka menutup mata dng kenyataan itu.. tetapi hanya melihat Jokowilah yg negatif…….
  • Berita terakhir dikatakan Jokowi adalah bagian dari syiah….padahal setelah disodorkan berita bahwa prabowo menjamin perlindungan untuk syiah, kelompok inipun tanpa alasan jelas tetap khawatir dng berita syiah Jokowi tetapi tdk dng berita syiah Prabowo….luar biasa…
  • Dengan militan dan solidnya kelompok PKS ini kemungkinan mereka bulat mendapatkan suara 7%, sesuai hasil Pileg.

2. Gerindra

  • Karena soliditas partai ini tdk sekuat PKS, saya menempatkan Gerindra diurutan kedua….
  • Kalau ini sungguh pantas membela mati2an mendukung jagoan partainya ..secara logis ini masih wajar dan mereka juga militan. Syang tidak sesolid PKS… mengapa ?
  • Cara partai ini yg kurang elegan dengan menjelek-jelekkan Jokowi bahkan melakukan penyebaran fitnah…membuat internal partai tdk semua setuju. Walau bagaimanapun saat pilgub hingga sebelum pencapresan Jokowi, mereka masih mendukung dan melihat Jokowi sbg tokoh yg baik. Namun sekonyong-konyong berubah menjadi membencinya, mengolok-olok tidak amanah karena meninggalkan tugas (padahal saat pilgub, gerindra mendukung Jokowi meninggalkan solo sebelum masa jabatan ke dua selesai). Perubahan tiba-tiba ini seolah menelan ludah sendiri… tentu saja menjadi perang batin sebagian kader Gerindra. Efeknya sebagian pengurus dan simpatisan balik dukung Jokowi…atau menjadi Golput dan apatis….
  • Tapi mesin partai ini juga patut diacungi jempol …produktif dan agresif seperti sifat Prabowo.
  • Perhitungan suara maksimal dari kelompok ini diperkirakan 10 % suara . Dua persen dari pemilihnya sat pileg diperkirakan boikot atau berlawanan.

3. PAN, Golkar dan PPP

  • Menurut saya ini lebih banyak elit partainya…. Mesin partai kurang kuat. Namun secara urutan kekuatan PAN yg menempatkan Hatta Radjasa sbg capres lebih solid.
  • Golkar dan PPP secara terang benderang elit nya terpecah… apalagi grass rootnya…
  • Suara yg mungkin terkumpul .. PAN+Golkar+P3 = 12 % suara saja (dari seharusnya 27%).

4. Demokrat

  • Partai ini juga pecah… tetapi yg mendukung tetap memberi kontribusi kuat karena masih adanya mesin partai yg digunakan.
  • Untuk optimis bisa mencapai 5 % suara dari kelompok ini.. karena barisan sakit hati thd Jokowi pun masih banyak di kelompok ini… sakit hatinya pun kurang jelas alasannya.

5. Pecinta Pak Harto

  • Kelompok ini juga menganggap Prabowo adalah representatif keluarga Soeharto.. dng slogannya “penak jamanku toh” cukup kuat juga menggiring opini kerinduan akan orde baru..
  • Walaupun kecil tapi cukup solid juga….mungkin masih ada 1 % suara

6. Pegawai Negeri

  • Pegawai negeri yg khawatir akan tdk bisa lagi leluasa korupsi dan cukup takut dengan perubahan birokrasi yg kemungkinan terjadi jika Jokowi naik…umumnya juga menolak Jokowi…. Namun ini jg tidak semua…
  • Kelompok ini saya perkirakan sekitar 1%

7. Dokter & Profesi lainnya yg merasa terancam serta barisan anti Jokowi lainnya

  • Sebenarnya agak mengherankan para dokter ini…dengan kecerdasannya tidak bisa melihat secara gamblang mana yg lbh baik…
  • Analisa saya, sebagian dokter ini merasa terganggu dng program KJS Jokowi..merasa kesejahteraannya terancam dan RS menjadi rugi… ini saya kira karena salah paham. Entah karena sosialisasi yg kurang sempurna sehingga para dokter dan rumah sakit menjadi merasa dirugikan, atau memang ada provokator handal sesama dokter yg menciptakan opini buruknya Jokowi. Jika saja para dokter mau lebih memahami konsep dan sistem KJS Jokowi seharusnya tdk ada yg dikhawatirkan. Karena sdh terlanjur salah paham… mereka menjadi militan anti jokowi. Bahkan mereka menjadi mudah percaya bahwa jokowi pencitraan… kampungan…. nggak ada isinya… bodoh… bukan seorang leader…..
  • Kenyataannya KJS mendapat berbagai penghargaan bahkan terakhir menteri kesehatan memberikan apresiasi terhadap konsep ini.
  • Profesi lainnya yg juga mungkin terancam karena program jokowi saya kira alasannya salah paham atau terbawa provokasi sehingga di mata mereka jokowi jeleknya minta ampun…
  • Salah satu contoh kelompok profesi lain yg terpengaruh adalah Guru.  Sebagian Guru juga ada yg takut memilih Jokowi, karena mendapat fitnah bahwa Jokowi akan menghapus tunjangan Sertifikasi Guru… beruntung ini sudah dibantah langsung oleh Jokowi, namun yg sudah terlanjur percaya sulit juga diubah.  Kemungkinan profesi tertentu  termakan fitnah yg dihembuskan kubu Prabowo… bisa jadi… namun sy sulit memprediksi dan menganalisanya.
  • Kelompok ini mungkin tdk significant dlm perhitungan suara, tapi di sosial media cukup terdengar…

Nah dari hitungan di atas pendukung Prabowo saat ini sdh berkisar 36%. Ini sepertinya memang pencapaian luar biasa dari kerja keras dalam 3 bulan terakhir dari tim suksesnya. Dimana awalnya Popularitas Prabowo hanya belasan persen saja. Namun jgn lupa riset2 tersebut dilakukan dng jumlah calon lebih dari 2. Jika dari riset head to head Prabowo dng Jokowi CSIS Maret 2014, suara prabowo sdh diprediksi meraup 28,3 % sementara Jokowi 54,3 %.

Menurut saya kenaikan sekitar 8% itu (dari 28% ke 36%) …karena faktor koalisinya dimana PKS dan PAN serta Golkar yg cukup significant. Jadi tdk terlalu heran.. dan rasanya tim sukses Gerindra yaa ternyata tdk hebat2 amat…

Nah, bagaimana dng Jokowi yg dikatakan menurun ? Kalau dari dukungan partai dan simpatisannya.. PDIP+Nasdem+PKB+Hanura+PKPI … ini hanya sekitar 18+7+7+5+1 = 37% . (asumsi PKB tdk solid) Namun Jokowi diuntungkan dari limpahan grassroot partai Golkar, PPP, dan mungkin demokrat .. anggaplah 5+2+3 = 10%an ..jadi Jokowi diperkirakan saat ini sudah bisa meraup 47%.

Lalu bagaimana dng sisanya yg 17% …? Sy kira bisa jadi mereka sdh menetapkan pilihan namun saya tdk bisa prediksi. Dari perhitungan sederhana ini saja terlihat bahwa swing voters tdk sebesar yg digembar gemborkan 40%an, seharusnya swing voters lebih kecil dari nilai ini….karena dari 17 % yg tdk bisa saya prediksi, bisa jadi mereka sdh menetapkan pilhan dengan mantab . .. nilai ini dengan asumsi jumlah pemilih pilpres sama dengan pileg yg lalu.

Jika golput yg lalu sebesar 27% sebagian ikut karena jokowi effect … misalnya 20%nya .. maka komposisi suara Jokowi, Prabowo dan yg belum diketahui menjadi Jokowi 44%, Prabowo 33%, belum diketahui 23%.

Jika golput pileg yg akhirnya mau aktif memilih di pilpres tsb 70% nya memilih Jokowi (krn jokowi effect..maka logis sebagian besar memilih Jokowi).. maka Jokowi sdh bisa mengantungi 49% suara. Nilai ini tentu saja belum aman…..…

Ayo para pejuang masing2 kubu rebutlah swing voters dan teruslah memberikan infomasi kehebatan masing2 capres … posisi masih bisa berubah dan kedua kubu masih punya kans untuk menang….selamat berjuang… namun berjuanglah dng elegan …
Berilah informasi dengan data dan fakta bukan fitnah… dan terbukalah dengan fakta positif dan negatif kedua belah pihak… sehingga kita menjadi pemilih yg cerdas dan menghasilkan pemimpin terbaik dari pilpres kali ini…. Semoga Indonesia hebat bisa segera terwujud dengan kontribusi kita…

Salam Indonesia Hebat !!!

Read Full Post »

Hari ini (3 mei 2010) blog saya tembus angka 100.000 pembaca. Membanggakan atau memalukan nih ? Ngeblog dari Jan 2008, produktif di 3 bulan pertama, setelah itu…. Loyo kekurangan energi dan sangat tidak produktif. Rekan seangkatan blogger sudah sangat jauh meninggalkan saya, baik dari kuantitas (sudah jutaan) maupun kualitas.

Entah kenapa saya tergerak saja untuk menulis saat menembus angka tsb…..” bebas toh… mantap toh ….dari pada bengong…. ” Kata mbah surip hehehe…. Apakah angka 100.000 pengunjung ini akan mengembalikan semangat saya ? rasanya sih belum juga ….. sulit bagi saya untuk secara rutin menulis di blog seperti yang om NH lakukan.

Apa hubungannya dengan om NH, om NH adalah teman kost saya waktu kuliah di bogor, om NH di awal tahun 2008 sering tandem ke blog saya (pas nggak ya istilahnya, ah suka-suka deh… maap ya om), namun dengan ketekunan dan konsistensinya om NH sekarang sudah jadi celeb blog…hehehe… selamet ya om (loh kok malah nyelematin om NH ..hehehe)

Banyak alasan kenapa menjadi tidak produktif, sampai-sampai saya ‘hampir’ tidak punya teman lagi disini.  Jangankan menulis, blogwalking saja hampir nggak pernah ! Lalu, apakah tulisan ini akan ada yang baca ? akan bermanfaat ?  hmm……sekarang pokoknya menulis dulu saja….

Oh ya, walau saya sangat jarang menulis, setiap hari blog saya ada saja yang mengunjungi…. (berusaha menghibur dan membanggakan diri). Tahukah anda, ternyata yang menyebabkan blog saya masih dikunjungi sekitar 100 kunjungan per hari adalah tulisan :

  1. Wujud Makhluk Halus tertangkap kamera   :  lebih dari 22.700 ribu pembaca
  2. Terpesona banci Thailand, lalu jadi korban  : lebih dari 7600 pembaca
  3. Operasi jantung by pass atau ring : lebih dari 5300 pembaca

Semua topik itu saya tulis ya awal tahun 2008. Ternyata, topik berbau horor, klenik memang masih sangat di gemari di negeri ini.  Yang kedua, masalah banci ternyata juga digemari …..Yang ketiga, mengenai operasi jantung, karena tulisan ini blog saya menjadi ramai dikunjungi para dokter…..

oh…..jadi malu dengan pencapaian ini…….

Read Full Post »

Ranking dimitoskan bisa memotivasi. Kenyataannya, tidak ada riset yang mendukung ke arah itu.  Yang ada adalah, bukti banyaknya karyawan terdemotivasi karena adanya sistem ranking tsb.

Ranking umumnya merupakan hasil dari evaluasi kinerja (performance appraisal).  Kita membandingkan satu karyawan dengan karyawan lain dengan perbedaan skor/nilainya.  Kenapa berbahaya ? ayo kita lihat dari salah satu teori statistik yaitu variasi.  (untuk lebih mengerti variasi lihat juga tulisan saya terdahulu “Statistik Mengajarkan kita kapan untuk diam”

Dari teori variasi, kita mengenal :

1. variasi normal/biasa : variasi yang disebabkan sistem yang dibangun

2. variasi istimewa : variasi yang disebabkan oleh sesuatu di luar sistem yang dibangun

Misalkan, kita mempunyai 30 karyawan yang tugasnya mencetak kue,  waktu kerja adalah 1jam, dan kita mendapatkan data sbb :

1.  Rata-rata karyawan menghasilkan kue 100/jam, dan kebanyakan berkisar di 80-120 kue/jam/org

2.  Ada 2 orang yang hanya menghasilkan dibawah 60 kue/jam

3.  Ada 1 orang yang bisa menghasilkan hingga 160 kue/jam

Dari data tersebut misalnya (disederhanakan) kita bisa menyimpulkan, variasi normal berkisar antara 80-120.  Artinya, karena faktor-faktor bahan baku (tepung, mentega, gula, telur, dll), peralatan (cetakan, oven, blender, dll), metoda (urutan penuangan, lama waktu blender, lama waktu oven, setting suhu, dll), dan faktor-faktor lain seperti lingkungan (cuaca, dll), dll secara acak akan menghasilkan produktivitas karyawan seperti itu.  Ingat secara acak !

Jadi kita tidak bisa mempertanyakan atau mencari jawaban apakah salah satu faktor di atas yang menyebabkan produksi 80/orang/jam …atau 120/orang/jam.  Ini sama saja seperti kita melempar dadu…. angka 1 sampai 6 akan keluar secara acak.  Kita tidak bisa menganalisa, mengapa dari dadu yang kita lempar, sekarang angka 1 yang ke luar, tadi angka 2 dan apakah dalam dua lemparan kedepan akan muncul angka 6 ? Itu semua acak.  Sama dengan produksi karyawan di atas…. hari ini 80 besok 110 ….kemarin 99 … semua acak.

Oleh karena itu kita hanya bisa menyimpulkan dari sistem yang kita bangun, karyawan akan bervarisasi secara normal dalam range 80-120 kue. Suatu saat seorang karyawan bisa menghasilkan 80, bisa 90, lain waktu bisa 100 atau bisa 120….. acak karena variasi sistem.

Kalau kita tidak puas dengan range tsb, maka yang harus dilakukan adalah mengubah sistemnya.  Misalnya  : metoda diubah, alat diperbaiki, dll.  Tapi kita tidak bisa langsung menghakimi karyawan atau menganggap karyawan yang menghasilkan 120 lebih baik dari yang 100 dan lebih baik dari yang 80.  Mereka menghasilkan karena sistem yang dibangun oleh leadernya.  Nah disini ranking tanpa mengetahui teori variasi sangat berbahaya, membuat karyawan frustasi….. !

Untuk karyawan yang menghasilkan dibawah 60 ? apakah pasti mereka dianggap karyawan yang tidak becus ? tunggu dulu jangan terburu-buru !  kita perlu menganalisa lebih dalam…. apakah mereka menggunakan cara yang berbeda ? apakah mereka memahami cara/prosedur kerja ? sudahkah diberikan pelatihan yang memadai ?  kalau belum beri pelatihan, kalau sudah …tanya kembali apakah ybs cocok dengan pekerjaannya ? kalau tidak cocok, apakah ada pekerjaan yang cocok untuknya ? kalau ternyata cocok ? adakah masalah khusus yang menyebabkan hal itu ? ….

Intinya, jangan langsung menghakimi atau memberi label bahwa karyawan tersebut buruk.  Ini memang perlu dikuatkan oleh paradigma bahwa : sebenarnya …. pada umumnya… karyawan … ingin memberikan yang terbaik (teori Y Mc Gregor).  Jadi kalau dia menghasilkan yang tidak baik …. kita harus cari tahu penyebabnya…. karena ybs umumnya mengalami masalah yang membutuhkan bantuan.

Sebaliknya, yang mencapai 160 kue /jam bagaimana ? sama, pertama kita coba investigasi mengapa ybs bisa seperti itu ?

– Apakah ybs menggunakan metoda berbeda ? kalau ya & cara ini terbukti efektif, tularkan cara ini ke karyawan yang lain, selanjutnya rata-rata pun akan bergeser ke arah 160 kue/jam/orang.  Orang yang menemukan cara baru ini ? berilah recognition /pengakuan dan atau reward (penghargaan) sesuai dengan jasanya.

– Apakah memang ybs orang yang sangat spesial (anugrah dari Tuhan) ? kalau ya, hargai orang ini dengan memberi pekerjaan /tanggung jawab tambahan (job enlargement /job enrichment), atau ya standard gajinya dibedakan. Untuk yang istimewa ini, karena menonjol….. semua pasti mengakui …. jadi tidak akan ada perasaan tidak adil ….. justru bila tidak dibedakan menjadi tidak adil.  Biasanya orang ini memang  benar-benar terlihat jelas istimewa dan semua orang setuju tanpa diperdebatkan.

Nah, bagaimana anda menranking karyawan ? hati-hati, kenali variasi, pahami cara penanganan.  Kalau tidak hati-hati, asal meranking, bukannya motivasi yang didapat… malahan demotivasi sebagian besar karyawan yang terjadi……apalagi kalau hal ini dikaitkan dengan gaji……

Read Full Post »