Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘pengembangan diri’ Category

5.      Teruslah berusaha membersihkan diri dan menghindari dari dosa ….. minta maaf pada sesama dan mohon ampun padaNya, berzikirlah sebanyak mungkin.

Bertobatlah atas kesalahan dan dosa kita ..baik itu dosa besar ataupun dosa kecil, lalu bersyukurlah atas segala nikmat yang kita peroleh dengan tulus….. maka bila kita berdoa….insya Allah akan dikabulkan.

Saat ibadah haji, banyak sekali kita mendapatkan kesempatan emas beribadah dan berdoa di tempat yang mustajab seperti di masjidil haram khususnya di antara hajar aswad dan pintu ka’bah, di masjid nabawi khususnya di roudhoh (dekat makam rasululloh), juga saat wukuf di arafah, di bukit safa dan marwah menghadap ka’bah, semua kesempatan ini jangan sampai terbuang percuma karena kita tdk khusyuk, tidak mohon ampun padaNya dan tidak pula mensyukuri ni’mat yang telah di berikan.

Bahkan di luar kesempatan dan tempat tempat mustajab tersebut…. Saya mengalami sendiri bagaimana Allah mengabulkan permintaan kita setelah kita memohon ampun padaNya.

Saat itu dini hari, kami baru saja selesai melaksanakan ibadah umroh.  Setibanya kami masuk apartemen, rekan sekamar saya merasa kram kakinya karena lelah melakukan thawaf dan sa’i.  Saat rekan saya mengungkapkan sakitnya… saya merespon dengan mengucapkan ‘Alhamdulillah saya sehat’  sambil menawarkan obat semacam minyak urut.

Coba perhatikan…. yang terucap dan tindakan saya tersebut sangat wajar bukan.  Tentunya saya juga menunjukkan rasa simpati saya dan mengucapkan juga semoga lekas sembuh…..

Tak lama setelah itu kami shalat berjamaah di ruang tengah semacam lobby apartemen.  Setelah mendengarkan tausiyah singkat dari pembimbing kami, saat saya akan beranjak kembali ke kamar… tiba-tiba betis saya terasa kejang dan sakit…..Dengan tertatih saya berjalan menuju kamar….saat itu juga saya meminta maaf pada rekan sekamar saya….

”Pak maafkan saya ya” demikian sapa saya…. Tentu saja rekan saya kaget… “maaf kenapa ?” jawabnya, “mungkin saya tadi sombong melihat bapak sakit kram…. Sekarang saya juga sakit pak….” Jawab saya lugu.

Begitulah…. Meskipun tidak terucap…. Hati kita kadang sulit dikendalikan…. Meskipun yang terucap “Alhamdulillah….” namun hati kecil saya bisa jadi ada kesombongan….ada terlintas dipikiran … “bapak kegemukan sih … kurang olah raga… makanya kayak saya dong…menjaga berat badan dan juga olah raga“ kesombongan kecil itu walau hanya dalam hati… telah menyebabkan azab buat saya.

Menyadari hal tersebut saya segera mohon maaf kapada rekan saya dan saya pun segera mengambil minyak urut… dengan hati yang tulus dan berulang-ulang mengucapkan ”Astaghfirullahaladzim…. Ya Allah ampunilah hambamu yg sombong ini” sambil saya mengusap-usap dan mengurut otot betis saya sendiri….Ajaib !!! Tak sampai 5 menit rasa sakit itu hilang, benar-benar hilang, padahal sebelumnya nyeri dan kejang sekali.

Sebagian mungkin mengatakan hal itu bisa jadi kebetulan, atau saya terbawa perasaan saja, atau lainnya…. Namun saya yakin betul itulah kuasa Allah.  Banyak lagi bukti bukti yang lebih dahsyat….contoh kasus lainnya…. terjadi… langsung… kontan… disana. Namun karena khawatir menjadi kesombongan buat saya dan mungkin juga bisa saja terkesan menyebarkan aib orang lain…. saya tidak bisa sampaikan disini….

Kejadian-kejadian yang menurut nalar kita aneh, tidak mungkin…. Setiap hari ada saja kita saksikan disana…. Dengan keyakinan bahwa kita harus menjaga perilaku kita, hati kita…. dan terus memohon petunjuk dariNya….  Teruslah berzikir, sebutlah terus asma Allah… …  niscaya kita akan terus mendapat kemudahan dan nikmat dariNya dan dijauhkan dari mara bahaya dan bencana.

6.       Ibadah haji perlu kesiapan fisik dan mental yang sama kuatnya.

Kesiapan fisik dan mental sangat sangat dibutuhkan dalam beribadah haji. Tantangan fisik antara lain suhu ektrim disana (panas/dingin), angin/debu, berjalan dan berlari kecil yg merupakan rangkaian ibadah, berjalan menuju tempat ibadah, banyaknya acara ibadah hingga dini hari, waktu tidur kurang, dll.

Oleh karena itu kita perlu menjaga stamina fisik kita dengan makan makanan bergizi, baik itu karbohidrat maupun protein, sayur dan buah, juga perlu tambahan vitamin.  Dengan hampir semua jamaah (rasanya  sih semuanya…. sampai kita semua bilang hanya onta yang nggak batuk) mengalami sakit batuk dan flu…. Maka kita harus sedia cukup banyak obat flu dan batuk lengkap dengan antibiotik.

Bayangkan ratusan ribu jamaah berhimpitan shalat dan sujud bersama…. Sementara virus flu terus berkeliaran… batuk bersahut-sahutan seperti di ruang tunggu klinik atau rumah sakit…. kadang kita sudah membaik… kalau kita hentikan obat/vitamin…. Kembali dari masjid bisa saja flu kembali menyerang….Namun dengan niat dan tekad ibadah yang kuat…. Walaupun batuk dan flu… semua tetap menjalankan ibadah dengan baik… yang penting hindari demam…..kalau sampai demam…. Tentunya sangat repot.. sehingga harus beristirahat di penginapan…. Alangkah sayang sekali bila kita kehilangan kesempatan beribadah dengan ganjaran yang jauh berlipat ganda dibandingkan ibadah di tanah air, hanya karena kita sakit…

Kesiapan mental juga harus kita lakukan… kesabaran menghadapi berbagai hambatan, kejadian..terus bersyukur dan berfikir positif atas semua yang kita hadapi tentunya bukan hal mudah. Namun itulah yang harus kita lakukan agar kita terhindar dari hal hal buruk atau lebih buruk selama disana.

HAJI MABRUR

Semua jamaah tentu saja mengharapkan mendapatkan haji mabrur.  Karena haji mabrur ganjarannya adalah surga…. Untuk mendapatkan haji mabrur tentunya kita harus memahami ilmu ibadah haji, mengikuti sunnah rosul, memahami makna nya, demikian penjelasan yang saya dapatkan dari ustad pembimbing ibadah haji kami.

Bagaimana kita mengetahui apakah haji kita mabrur atau tidak ? apa ciri-cirinya.. demikian pertanyaan-pertanyaan lanjutan kami pada bapak ustad.

Menurut ustad kami, yang menentukan dan mengetahui apakah haji kita mabrur atau tidak hanyalah Allah SWT. Kita hanya berusaha mengikuti petunjukNya melalui ilmu yang diajarkan oleh rasullulloh.

Namun buat kita patokannya adalah sekembali dari ibadah haji, kita berubah menjadi sosok yang lebih baik perilakunya, lebih taat dan khusyuk dalam beribadah, menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi orang lain….

Kalau kita perhatikan point –point yang saya utarakan di atas yaitu tips melaksanakan ibadah haji… maka bila itu kita lakukan juga setelah selesai ibadah haji… seperti selalu berusaha dan berserah diri padaNya, menjaga perilaku, mohon ampun, menjauhi laranganNya, memperbanyak amal ibadah, tidak sombong, sabar,  terus belajar…tentunya memang kita akan menjadi pribadi yg lebih baik.

Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah…. Saat ibadah haji …. situasi dan kondisi disana sangat mendukung sehingga kita relatif lebih mudah menjaga perilaku, ingat padaNya, banyak beramal dan beribadah, mohon ampun.

Namun tantangan terbesar justru saat kita berada di sini… setelah usai ibadah haji…. Suasana dunia sangat memabukkan kita….disana kita terus beribadah…. Menunggu waktu adzan…. Disini adzan sudah berlalu… kita tak segera menjalankan kewajiban shalat kita… karena berbagai alasan duniawi….

Disana seperti saya katakan suasana cukup mencekam… bahaya mengancam dimana saja kapan saja…. Disini sebenarnya sama saja… siapapun .. dimanapun…kapanpun bisa saja tiba-tiba mendapatkan musibah, kecelakaan, atau cobaan lainnya.

Akan tetapi, kebanyakan kita terlena oleh kenyamanan kita, kebahagiaan kita, kenikmatan kita….. kita sering lupa untuk terus menyebut namaNya, bersyukur padaNya dan memohon lindunganNya….sudahkah kita selalu berdoa padaNya setiap kita akan melangkah ? ingatkah kita bahwa setiap tarikan nafas kita… nikmat itu terus berhamburan datang kepada kita ? Apakah kita selalu menjaga dan memelihara fisik dan mental kita ? Apakah kita sudah cukup menyediakan waktu untuk menjaga fisik dan mental kita ? Apakah kita sudah memberikan nilai bagi orang-orang di sekeliling kita ? dan lain sebagainya.

Ya Allah….. kami mohon padaMu….. tetapkanlah aku berada selalu didekatMu….tuntunlah aku dijalanMu… lindungilah aku…Ya Allah… berikanlah aku kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah aku dari siksa api neraka.

Engkau Maha Kuasa, Engkau Maha Pencipta, Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Engkau Maha Pengampun, Engkau Maha Pengabul Segala Doa, Maha Suci Engkau Ya Allah…. segala puji bagiMu….tiada Tuhan selain Engkau, Engkau Maha Besar.

 Baca juga .. Klik : tulisan bag pertama

Disusun dari pengalaman :

iman progoharbowo saat ibadah haji 1432H – 2011 

Iklan

Read Full Post »

Baru saja saya menyinggung orang.. saya bingung kok jadi tersinggung ? maksud saya kan nggak mau menyinggung…. tapi saya diberitahu teman dia tersinggung oleh saya…..pernahkah anda mengalami hal serupa ?

Awalnya saya tidak habis pikir kok dia tersinggung sih ? Wong hal tersebut benar adanya, dan maksud saya memberi masukan agar dia lebih baik. Kalau tersinggung karena dituduh yg tidak benar itu wajar.. begitu pikiran saya ….

Karena kenyataannya saya menyinggung perasaan org lain walaupun itu bukan tujuan saya, sayapun tidak menyukai hasil tsb. Saya kemudian mencoba mempelajari mengapa orang bisa tersinggung ? Harapannya tentu saja agar saya lebih berhati-hati kedepan dan menjadi pribadi yg lebih baik.

Berikut hasil perenungan saya mengenai ketersinggungan :

1. Menyinggung karena menuduh melakukan sesuatu yg tidak dilakukan / tidak benar.

Ini kesalahan paling parah, tergolong kejahatan. Secara umum ini disebut Fitnah. Secara umum kita tersulut emosinya bila kita di fitnah.  Namun semakin bijak kita.. kita semakin mampu mengelola emosi sekalipun kita difitnah.  Ini pengelolaan emosi tk tinggi. Sudah banyak ulasan mengelola fitnah khususnya dalam kisah kisah religi. jadi ketersinggungan tipe ini anda bisa belajar dari banyak contoh kisah religi.

2.  Menyinggung karena menyampaikan suatu kebenaran namun bersifat kesukaan, umumnya masalah fisik.

Ini juga lumayan parah, setidaknya ini melawan kepatutan atau sopan santun. Secara umum ini disebut penghinaan. Misalnya : kamu jelek, kamu pendek. Walaupun benar secara umum orang tersebut wajahnya jelek atau pendek, namun menyampaikannya secara langsung apalagi di depan umum ini sangat tidak sopan dan yang bersangkutan hampir selalu merasa terhina.

Pengelolaan ketersinggungan ini lebih rendah dibandingkan difitnah, walaupun tidak bisa dikatakan mudah.  Makin dewasa kita makin memahami kekuatan kelemahan kita.. maka makin mudah kita mengelolanya.  Menyadari tidak ada manusia sempurna, setiap manusia punya kelemahan dan kelebihan..kebesaran hati menerimanya.

Ketersinggungan ini juga dipengaruhi oleh cara penyampaian .  Jika cara penyampaiannya kasar maka emosi akan lebih mudah meletup… tapi bila dalam canda mungkin akan berbeda.. dan semua itu bergantung pada  hubungan diantara penghina dan yang dihina.  Hubungannya semakin baik maka emosi lebih mudah dikendalikan.

3. Menyinggung karena menyampaikan kebenaran yg tdk menyangkut  kesukaan atau fisik.

Disini lebih rumit lagi. Biasanya masing-masing baik yg menyampaikan maupun yg menerima sama sama merasa benar dan menyalahkan pihak lain. Konflik tak terduga sering terjadi karena hal ini. Perbedaan prinsip, wawasan, budaya, latar belakang pendidikan, dll merupakan penyebabnya. Banyak sekali contoh untuk hal ini, dan masih memungkinkan untuk dibagi kedalam berbagai kategori ketersinggungan.

Misalnya : Kamu itu sering banget telat ! ; Kamu kurang disiplin ! ; Kamu perlu belajar lebih banyak mengenai (hal tertentu) ! ; Kamu sebaiknya lebih bijaksana (dalam bertindak sesuatu) ! ; Kamu harus lebih melihat kepentingan yang lain dong ! ; Kamu itu salah ! ; Kamu itu sombong ! ; Orang jawa itu kalau bicaranya muter muter, ;  dll

Dari pihak yang menyampaikan,  ini adalah fakta… tidak perlu tersinggung.  Tapi kenyataannya ini bisa dipersepsikan lain oleh yang menerima dan sangat menyinggung. Derajat ketersinggungannya (kontinumnya)  sangat lebar…bergantung taraf kebenaran dan pengelolaan emosi yg dilihat kedua belah pihak. Ketersinggungan bisa sampai :

– Merasa dihina bahkan sampai merasa difitnah

– Bisa juga sebenarnya mengakui kebenarannya tetapi angkuh menerima masukan atau

– Bisa juga berterimakasih..sama sekali tdk tersinggung… karena kebesaran hati menerima masukan.

Oleh karena itu, menyamakan persepsi atau sudut pandang serta membuka diri untuk menerima masukan adalah kunci sukses mengelola ketersinggungan kategori ini.

Sementara untuk yg menyinggung lebih berhati-hati… lihat/perhatikan atau duga kepekaan penerima akan hal yg mau disampaikan.

Masing masing contoh kasus diatas sebenarnya bisa dibahas lebih dalam lagi baik dari sisi pemberi pesan (yg menyinggung) atau penerima pesan (yg tersinggung).

4. Ketersinggungan karena menyampaikan pujian

Ini jelas-jelas menyampaikan hal positif, tapi tetap saja bisa terjadi ketersinggungan. Sekalipun yang menyampaikan bermaksud tulus, bisa saja yg menerima menganggap sindiran. cibiran, atau ledekan.  Selain faktor ketulusan penyampaian, ketersinggungan ini dipengaruhi juga oleh tingkat kepercayaan antara pemberi pesan dan yang menerima pesan.  Hubungan yang makin baik dimana kepercayaan meningkat, maka ketersinggungan akan lebih mudah dihindari.

Nah ada yg mau menyempurnakan teori ini ?

Read Full Post »

Ibadah haji kok misteri ? Sangat menarik yg ustadz kami katakan saat manasik, “Ibadah haji itu saatnya kita menyerahkan akal kita…..” begitu tuturnya lugas.  Dan memang benar… banyak sekali kejadian luar biasa di luar nalar, begitu jelas terjadi di hadapan kita selama kita di tanah suci…. Cobaan dan anugrah datang secara langsung, kontan sebagai buah dari perbuatan atau perilaku kita

Alhamdulillah wasyukurillah…saya berkesempatan selama 26 hari menjalani ibadah haji pada tahun 2011 lalu atau thn 1432H.  Laksana mimpi….. saat akhirnya saya menginjakkan kaki dan melihat langsung masjidil haram, Mekkah Almukaromah…. Subhanallah….. Labaikallahuma labaik… labaikkalla syarikala kallabaik….. .

Ibadah haji membuktikan bahwa ada hal hal gaib di luar nalar kita….Kuasa Allah begitu luas… hingga menembus batas-batas cara berfikir kita sebagai manusia….. Ibadah haji memang laksana miniatur laboratorium kehidupan dunia dan akhirat.  Apakah tepat perumpamaan ini wallahualam … itulah persepsi yg saya rasakan….

Sebenarnya cukup sulit menjelaskan apalagi menuliskan bagaimana pengalaman ibadah haji, apa yang terjadi dan apa yang kita rasakan disana…banyak sekali hikmah dan makna pada setiap rangkaian ibadah tersebut… dan tak mungkin saya sampaikan disini. saya pun merasa belum pantas menyampaikannya karena masih harus belajar banyak…

Bila sebuah kalimat bisa melukiskan….. saya hanya bisa berkata….. sungguh pengalaman yang amat sangat luar biasa …..subhanallah… walhamdulillah wa laillaha illallahu allahu akbar….sering sekali saya meneteskan air mata disana…. airmata permohonan ampun dan juga  air mata haru… air mata rasa syukur atas nikmat dan karuniaNya…..tak henti menetes setiap harinya….

Banyak hikmah yang saya dapatkan, namun apakah hikmah tsb sesuatu yang baru…. tentu saja bukan…. Bahkan terkesan klise… namun hikmah tersebut saya dapatkan dari pengalaman luar biasa yang langsung saya alami, atau saya lihat secara langsung di depan mata saya, atau juga cerita langsung teman yang baru saja mengalami musibah atau anugrah.

Hampir setiap hari ada saja kejadian menarik ..keajaiban..atau bukti-bukti kuasa Allah….sebagian dari pengalaman itu saya coba tuliskan  disini. Namun mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan secara detail disini karena khawatir menjadi kesombongan bagi yang mendapatkan anugrah ataupun juga aib bagi sebagian orang yg mendapatkan cobaan…semoga tidak mengurangi makna dari tulisan ini….Insya Allah.

Berikut sebagian hikmah yang saya rasakan :

1.      Manusia harus tetap berusaha, namun Allah lah Maha Penentu… 

Suasana saat ibadah haji… memang sangat mencekam…. Ribuan bahkan ratusan ribu orang berjalan bersama dalam kepadatan yang luar biasa….lengah sedikit kita bisa terpisah dari rombongan dan hilang… atau bisa saja tiba-tiba cheos terjadi, karena ada seorang jemaah yang entah karena alasan apa berhenti atau bahkan terjatuh… sementara arus orang berjalan di belakang terus mendorong. Belum lagi kemacetan jalan raya yang bisa ber jam jam, kecelakaan bisa tiba-tiba terjadi…..Oleh karena itu… kita harus konsentrasi, berhati-hati dan terus ikuti pemandu… jangan memisahkan diri… dan tentunya tak henti berdoa mohon perlindungan dari Nya.

Pemandu kita pastinya sudah banyak pengalaman… mereka tentunya juga sudah merencanakan dengan baik kapan kita berangkat, bagaimana mencapai area  yang kita tuju, bagaimana flow ibadah kita dstnya…. Kita juga saat berangkat tentu sudah dibekali ilmu ibadah yang baik, tips tips menghindari bahaya, dll….namun sematang apapun perencanaan kita… janganlah takabur…..janganlah kita sombong….. “ah… gampang itu….. ah pasti amanlah saya… ah… saya kan sudah pernah……saya sudah tahu kok…….” dan kesombongan lainnya.

Banyak sekali contoh nyata kesombongan mendatangkan malapetaka atau cobaan yang berat. Disana kita justru diberi kesempatan besar untuk melihat dan merasakan kuasa Allah, dan betapa kecilnya kita sebagai manusia…. Pangkat, derajat, harta, fasilitas ONH plus plus….. bukanlah jaminan kenyamanan disana…. Tanpa kita memanjatkan doa… tanpa kita berserah padaNya….jangan terlalu yakin semua akan lancar dan nyaman….

Perencanaan sematang apapun, sehebat apapun pengetahuan dan pengalaman kita, sehebat apapun kemampuan manajemen resiko kita …  tetaplah kita harus menyerahkan diri pada Allah….. karena Allahlah Maha Penentu…. Janganlah melupakanNya…

Ini sangat penting, karena kita sering sombong dengan kemampuan kita, dengan pikiran dan akal sehat kita…..lalu memandang remeh hal yang akan terjadi dihadapan kita….ingatlah akan kuasaNya teruslah berdoa memohon bimbingan dan lindunganNya…. Dengan kerendahan dan ketulusan hati dan pikiran….. Insya Allah kita mendapat perlindungan dari Nya dan mendapatkan kemudahan….

2.       Jagalah perilaku … perilaku kita akan mendapatkan ganjaranNya, oleh karena itu berbuat baiklah selalu, perbanyak amal, dan tingkatkan ibadah kita

Walaupun satu rombongan sesama haji plus…. nasib bisa berbeda 180 derajat, ada bis yang menempuh perjalanan dengan jarak yang sama hanya  2,5 jam ada yang hingga  12 jam….. ada yang tersesat hingga berjalan kaki sejauh 6km….padahal jarak sebenarnya hanya sekitar 150 mtr an dan terlihat dari pandangan.

Ada yang sempat  terpisah dari rombongan dan hilang dalam lautan manusia hanya karena berhenti sejenak membeli sesuatu atau ke toilet , ada yang kehilangan barang berharga, ada yang terjatuh, terhimpit, ada yang tidak bisa melakukan gerakan shalat dengan sempurna karena penuh sesak dll. Bahkan ada yang tiba-tiba tersesat dalam maktab negara tetangga malaysia …..sungguh berbagai kejadian aneh terjadi begitu saja secara nyata di hadapan kita….

Tapi ada juga yang selama ibadah mendapat kenikmatan, tiada hambatan berarti, shalat selalu sempurna gerakannya, merasa lapang tidak sesak tidak terganggu, banyak mendapat bantuan, kemudahan dan kenyamanan yang tidak terduga.  Sementara yang lain berdesakan….ia merasa nyaman,  yang lain sulit mencapai raudhoh atau hajar aswad…. ia diberi kemudahan….dll…. Semua itu terjadi tentu dengan kehendak Allah….

Allah menunjukkan secara nyata di sana… apa yang kita lakukan…. maka ganjaran yang seusai yang kita dapatkan.  Memang tidak mudah mengakui hal ini…. Apalagi bagi yang terkena musibah atau hambatan… semua tergantung taraf keimanan kita …tergantung bagaimana kita menjunjung logika kita…

Ada sebagian orang yang telah ditegur oleh Allah dengan mendapat cobaan, tetapi tidak menyadarinya… mereka berfikir “…  ah ini karena kebetulan saja, ah ini karena sial saja… ah ini karena saya ikut dengan bapak atau ibu anu yang bermasalah….ah itu karena kebodohan atau kecerobohan saya saja… “ dll

Selama kita belum menyadari betul kuasaNya dan mohon ampun atas dosa dan kesalahan kita…. Maka cobaan itu seperti tiada henti … serta merta datang dengan berbagai bentuk….. namun begitu kita menyadari…dan mohon ampun serta mohon perlindunganNya dengan khusus dan tulus…. Banyak sekali bukti  bahwa akhirnya kita bisa  mendapatkan kemudahan dan kenikmatan….

Oleh karena itu berbuat baiklah… perbanyak amal dan ibadah… niscaya kita akan mendapat ganjaran langsung disana berupa kemudahan, kelancaran dan kekhusyukan ibadah kita….sebaliknya hindari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah SWT.

3.       Selalu bersabar, bersyukur dan berfikiran positif… karena apa yang kita fikirkan itulah yang akan terjadi

Sabar… sabar… dan sabar…….tidaklah pernah ada yang namanya ujung batas  kesabaran….Jika kita mengatakan bahwa ini sudah diujung batas kesabaran saya, itu artinya kita belum bersabar. Banyak sekali ujian kesabaran kita disana. Tanpa kesabaran, maka kita akan diliputi oleh kekecewaan, kekesalan, emosi yang pada akhirnya menganggu kekhusyukan ibadah kita… lebih jauh lagi pada akhirnya menambah dosa dan penderitaan kita saja…..

Berfikir positif adalah salah satu kiat agar kita dapat bersabar. Saat kita berfikir positif maka yang terjadi hal-hal yang positif… sebaliknya saat kita berfikir negatif …. Maka kejadian negatiflah yang akan kita lalui…. Berbagai bukti akan hal ini terang benderang terjadi disana…

Bila kita berfikir.. wah… orang afrika.. orang arab itu memang tidak tahu adat… kurang ajar…dan lain sebagainya..maka kita akan dipertemukan dng orang2 yang ada dalam pikirannya itu. Sementara bila kita berfikir… semua orang sebenarnya baik dan ingin berbuat baik… kita semua sedang berusaha beribadah sebaik-baiknya, kita semua ingin mendapatkan tempat yang terbaik dalam beribadah…. Maka kita pun tidak akan mendapatkan perlakuan kasar dari sesama jamaah… tapi justru mendapatkan berbagai bantuan….

Bila kita berfikir… aduh….. makanan disini tidak enak…. maka….itulah yang akan dirasakan selama disana, sebaliknya bila kita mensyukuri nikmat.. maka kita akan merasakan nikmatnya makanan yang ada…. dan itu akan terus dirasakan selama disana…bukan dengan berpura-pura.. tapi tulus mensyukuri apa yang kita dapatkan… niscaya kenikmatan akan terus datang dan berlimpah….ini nyata dan kontan terjadi disana…

4.      Selalu belajar, mengamati, dan mengamalkan… jangan hanya berdoa… tetapi tidak berfikir dan belajar…

Berserah diri pada Allah bukan berarti kita mengabaikan fitrah kita sebagai manusia yang dapat berfikir dan berusaha…. Berserah diri bukan berarti cukup dengan berdoa…

Kita perlu mempelajari ilmu ibadah haji dengan baik dan benar… bukan hanya menghafal niat, rukun, dan tatacaranya saja…. Tapi juga menghayati betul apa makna dari semua itu. Apa makna Ibadah haji keseluruhan, apa makna setiap bacaan yang kita lafalkan, apa makna thawaf, sa’i, wukuf, lontar jumroh, dan tahalul. Semua makna itu kita hayati saat kita melakukannya.

Di luar ilmu ibadah haji, banyak juga tips-tips pelaksanaan selama disana…

– bagaimana agar terhindar dari sakit, terhindar dari bahaya,

– tips bagaimana tindakan kita bila tersesat,

– tips melawan sakit flu dan batuk atau sakit lainnya,

– tips agar bisa mendapatkan waktu terbaik beribadah,

– tips mendapatkan tempat di multazam,

– tips agar shalat di roudhoh tidak terganggu dan cepat terusir askar…

– dlsb.

Semua itu kita pahami dan kita amalkan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada. Dengan menggabungkan ilmu yang kita dapat serta keyakinan kita pada pertolongan Allah SWT insya allah kita akan mendapat kelancaran, ketenangan dan selalu dalam lindunganNya.

Sekali lagi saya ingatkan suasana disana itu cukup mencekam, bahaya bisa terjadi dimana saja kapan saja pada siapa saja, tapi dengan memahami ilmu ibadah dan juga mempelajari tips-tips  dan tentunya memohon doa dariNya… suasana mencekam tadi berubah menjadi suasana khusyuk… haru…. Dan tentunya rasa syukur….

Baca lanjutannya  : (Misteri Ibadah haji Bag 2)

Silahkan baca uraian Point 5 & 6  dalam tulisan bagian kedua (klik Misteri Ibadah haji Bag 2) .  Dalam bagian kedua anda bisa ikuti bagaimana saya “ditegur’ karena kesombongan saya….dan juga bonus sedikit uraian apa itu haji mabrur dalam sudut pandang saya…

Read Full Post »

Saat ini innovasi diberbagai bidang seperti bidang bioteknologi, nanoteknologi, atau juga dibidang kedokteran, pangan, teknologi informasi, dll semakin pesat.  Apakah kita hanya akan menjadi pengguna, atau bahkan hanya sebagai penonton ?

Dengan perkembangan teknologi internet, web, dan komunitas berbasis web, disertai juga kenyataan bahwa sumber daya semakin langka dan mahal, informasi semakin terbuka dan menyebar dengan cepat, mampukah Indonesia bersaing dengan negara maju ?

Kalau kita ingin mengejar ketertinggalan, kita harus mampu menghasilkan juga suatu terobosan, sesuatu yang bisa menjadi trend setter ! Dimana salah satu peluang Indonesia ?

EMPAT LENSA merupakan sebuah pengembangan pemikiran anak bangsa, suatu  innovasi luar biasa dalam bidang kepemimpinan. Karena merupakan pemikiran yang inovatif, maka banyak hal kontroversial di dalamnya, banyak yang terkesan tidak masuk akal, tidak realistis…. Tapi begitulah sifat suatu terobosan ….. ia memutarbalikkan kebiasaan kita saat ini.

Dengan kacamata EMPAT LENSA praktek-praktek  manajemen yang umum dilakukan saat ini seperti kontrol, presisi, disiplin, stabilitas, struktur formal dan berjenjang, strategi jangka panjang, hukuman dan penghargaan, menjadi tidak relevan lagi.

Ubahlah cara pandang melihat pengetahuan, melihat sistem atau lingkungan kita, melihat data dan melihat manusia. Dengan cara pandang baru ini, kita akan belajar dengan efektif dan terus menerus meningkatkan diri, membagi kewenangan secara optimal pada semua pihak, mengambil keputusan secara tepat dan bijak.

EMPAT LENSA membutuhkan keterbukaan cara berfikir, membutuhkan keberanian luar biasa dalam menerapkannya.  Namun hasil yang didapatkan sungguh mahadahsyat.  Dengan tehnik kepemimpinan yang tepat, kreativitas, kegigihan, antusiasme dan sinergitas akan menghasilkan suatu energi yang luar biasa, suatu hasil yang diluar ekspektasi, yang tak pernah anda bayangkan.

Ini adalah sebuah opportunity bagi bangsa kita bila ingin melompat jauh mengejar ketertinggalan. Bukan menjadi bangsa yang ikut-ikutan….. Anda mau menjadi pemenang di dunia baru ? Adopsilah EMPAT LENSA !

Dapatkan segera buku EMPAT LENSA di toko buku kesayangan anda !

Read Full Post »

Masih hangat dalam ingatan kita, bagaimana pemerintah melalui RPM Konten Multimedia ingin mengontrol internet, facebook, dll.

Dengan teknologi internet, web dan maraknya komunitas berbasis web ini, menyebabkan semakin bebasnya orang berekspresi, dan  juga semakin terbukanya kesempatan orang menjadi pemimpin, menggiring opini publik.

Kita sudah sama-sama menjadi saksi, bagaimana komunitas facebooker mengawal dan mengarahkan kasus bibit chandra…

Perkembangan komunitas dan juga bisnis bisa menjadi sangat liar dan tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Saat ini siapapun, termasuk anda, mempunyai peluang menjadi pemimpin yang efektif, pemimpin yang berskala global.  Dapatkah anda bayangkan, bagaimana perkembangan organisasi atau komunitas serta konsep bisnis baru ke depan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih ?

Sayangnya perubahan yang terjadi, tidak diikuti dengan perubahan praktek-praktek manajemen dan kepemimpinan.  Pemimpin yang masih menginginkan kontrol yang ketat akan menjadi tidak efektif dalam kondisi saat ini.

Bayangkan bagaimana anda bisa mengontrol kontent dari facebook, twitter, dlsb ? Tentu sangat sulit ! Komunitas melakukan kontrol dan koreksinya sendiri.  Ini pun terjadi dalam organisasi kita, dalam komunitas kita.  Sulit kita melakukan kontrol terhadap karyawan atau anggota yang tersebar secara geografis, dan mempunyai akses informasi yang mudah didapat, serta ditambah perubahan lingkungan yang sangat cepat.

Usaha kontrol walaupun masih memungkinkan, namun menjadi sangat tidak efektif dan efisien.  Mengapa tidak sebaiknya mereka diberi wewenang lebih (delegasi), dan kebebasan berkreasi ? Namun seberapa besar kita beri kebebasan ? sejauh mana kita memberi rambu-rambu ?

Perubahan dunia, tentu memerlukan perubahan cara memimpin.  Perubahan cara memimpin tentu memerlukan perubahan  paradigma jika ingin tetap efektif.

Paradigma Empat Lensa memberikan kesempatan bagi anda untuk lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi.  Dengan Empat Lensa kita akan lebih memahami pengetahuan dan pembelajaran, lingkungan, data dan manusia.

Dengan membaca Empat Lensa SBY diharapkan dapat lebih meningkatkan efektivitas keputusannya, misalnya  dalam kasus RPM Kontent multimedia, Kasus Century, ataupun kasus-kasus lainnya.  SBY juga perlu berfikir ulang apakah perlu menggemukkan kabinetnya atau merampingkan kabinetnya.

Selain itu SBY ataupun presiden pengganti nantinya mungkin harus lebih berani memberi kesempatan pada anak-anak muda agar lebih kreatif, cepat bertindak dan memahami perubahan dunia saat ini.  Jangan anggap anak muda tidak dapat berfikir bijak.

Empat lensa mungkin terkesan nyeleneh, kontroversial, terlalu idealis, kurang aplikatif. Namun, jangan salah…., kami sudah membuktikan filosofi empat lensa sangat efektif diterapkan.

Kalau Indonesia mau melakukan lompatan jauh mengejar ketertinggalan, maka terobosan paradigma ini merupakan kesempatan bagi kita.  Ya…. ini sebuah terobosan, sebuah lompatan, untuk hasil yang bukan sekedar baik…tapi untuk hasil yang Maha Dahsyat !  Ayo Indonesia Bangkit dan kejar ketertinggalan.

Jangan ragu untuk berubah, jadilah yang terdepan ……mengutip nasihat AA Gym : mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang kecil, mulailah hari ini……

Bacalah Buku : Empat Lensa – Karya Iman Progoharbowo !

Di toko buku kesayangan anda

Harga  Rp. 59.000,-

Read Full Post »

Setelah akhirnya ikut test ITB juga dan hasilnya diterima, anak saya melepaskan kursinya di ITB dan memilih FKUI.  Namun, tawaran bea siswa dari Jepang yang sangat menggiurkan,  menjadi sebuah kebimbangan/persoalan baru.

Saat ini Ia telah resmi menjadi mahasiswa kedokteran UI karena Ia baru saja registrasi dan sudah mendapatkan kartu mahasiswa dan jacket kuning kebanggaan.  Namun,  Ia pun saat ini telah lolos 2 tahap seleksi untuk penerima bea siswa ke Jepang dengan pilihan jurusan tehnik atau science.  Kami hanya tinggal menunggu wawancara akhir.

Bea siswa Jepang ini dari sisi ekonomi sangat mengiurkan, karena selain biaya kuliah dan buku yang ditanggung, penginapan disediakan, juga mendapatkan uang saku yang lumayan besar. Pendek kata saya bisa bebas merdeka mengenai biaya, bahkan dari pengalaman kakak kelas di Jepang, sangat memungkinkan baginya untuk menabung hingga sekitar 5 juta rupiah per bulan.

Selain alasan ekonomi, tentu saja pengalaman hidup di negara maju, bahasa, exposure internasional, kemandirian adalah suatu nilai lebih jika memilih bea siswa ini. Dalam soal waktu kuliah, di Jepang juga akan memakan waktu 5,5 tahun (sama dengan FK-UI), karena 1,5 tahun pertama diisi dengan belajar bahasa jepang dahulu.

Kelebihan FKUI tentu saja masalah pekerjaan setelah lulus. Ia tidak harus meniti karier, sebagai profesional ia langsung bisa praktek dan bahkan menciptakan lapangan kerja bagi asistennya, perawatnya, dll. Dengan sikap anak saya yang cenderung introvert (lihat karakter anak saya dalam postingan terdahulu), menjadi dokter bukanlah halangan. Sepanjang ia pintar dan trampil dalam bidangnya, maka ia akan dicari pelanggannya.

Namun bila ia masuk ke tehnik atau science, ia tentunya harus meniti karier di sebuah perusahaan, walaupun mungkin saja bisa berwirausaha, namun hal tsb bukanlah hal yang mudah. Belum lagi, kemandiriannya dan kemampuan sosialnya yang masih perlu diasah….. membuat kami khawatir apakah ia mampu mengatasi masalahnya sendiri di negeri orang ? apakah ia mampu mengatasi rasa rindunya pada tanah air dan keluarganya ? dan yang terpenting, apakah nantinya ia bisa meniti karier dengan sukses ?

Pertimbangan lain, kelihatannya saat ini ia enjoy dengan FKUInya …….apakah bijak bila saya mendorong untuknya untuk pergi Ke Jepang dan melepas FKUI nya ???  Bagaimana menurut rekan blogger ???

Read Full Post »

Buruk, Jelek, bodoh…. adalah sebutan yang dibuat manusia. Namun semua ciptaan Tuhan sebenarnya adalah baik.  Ini perlu disadari oleh kita…. Kadang sebutan buruk menyebabkan tenggelamnya sebuah potensi hasil kreasi sang maha pencipta.

Jangan mengubur potensi yang ada pada setiap Individu ! Setiap Individu memang unik, dan keunikan itu bisa menjadi potensi maha dahsyat bila kita memahaminya, bila kita mensyukuri karunia Illahi.

Kuncinya ada pada kita masing-masing, bagaimana kita menghargai keunikan itu, lalu berilah kesempatan untuk berkembang. Malcolm Gladwell dalam bukunya ‘outlier‘ membahas apa yang menjadi kunci orang-orang yang luar biasa

Outlier dalam bahasa statistik umumnya diartikan data pencilan, Gladwell membahas bagaimana orang-orang outlier (orang-orang yang sukses luar biasa) bisa mendapatkan kesuksesannya.

Pohon Ek yang tumbuh tinggi dan kuat di hutan, bukan karena tumbuh dari biji yang paling kuat ! Tapi karena mendapat sinar matahari penuh (tdk ada pohon yg menghalangi), tanahnya subur, tidak ada kelinci yang mengunyah kulit kayunya saat masih kecil, tidak ada tukang kayu yang menebangnya.

Penelitian terhadap bintang hockey  di Amerika, menunjukkan fenomena menarik terhadap tanggal  kelahiran dan sistem pendaftaran.   Maksudnya, ternyata sang bintang  hockey menjadi hebat karena  sejak kecil telah mendapat keuntungan kesempatan.  Ternyata sang bintang  rata-rata lahir di bulan januari-maret, sementara waktu pendaftaran setiap januari.

Karena keuntungan tanggal kelahiran tersebut, ia mempunyai tubuh yang lebih besar, mempunyai kesempatan latihan lebih banyak saat evaluasi, lalu menjadi ‘terkesan lebih berbakat’.  Karena dianggap lebih berbakat,  ia diberi porsi latihan lebih banyak lagi dan lebih baik (masuk team khusus), dan selanjutnya keahliannya jauh meninggalkan teman-teman lainnya.

Demikian juga dengan pemain biola, menjadi hebat karena ia mempunyai lebih banyak waktu latihan dibanding yang lain. Para pemusik hebat ternyata mempunyai jam latihan yang sangat intens. Penelitian menunjukkan,  tidak ada pemusik alami (hebat tanpa latihan), ataupun pemusik yang telah bekerja keras tetapi tidak menjadi ahli.

The beatles menjadi hebat, karena ia punya waktu berlatih setiap hari di sebuah pub di Jerman dengan berbagai jenis musik selama lebih dari 25000 jam.  Demikian juga Bill Gates, menjadi ahli komputer, karena sejak sekolah ia punya kesempatan jauh lebih banyak bermain komputer dibandingkan anak-anak pada jamannya.

Apa arti semua ini ? Artinya,

  1. Jangan begitu mudah memfonis setiap orang tidak punya potensi. Jangan terlalu mudah mengelompokkan orang, apalagi mencap tidak punya potensi
  2. Semua orang punya potensi yang dapat dikembangkan, hanya kadang kita saja yang belum melihat potensinya.
  3. Sedangkan bagi diri sendiri, ayo gali potensi… kuncinya raih kesempatan dan rajin berlatih. Jangan mudah menyerah …..

Ada lagi yang ingin menambahkan ?

NB : postingan ini postingan ulang, karena postingan lalu agak error bila disearch.

Read Full Post »

Older Posts »