Sebenarnya saya ragu menuliskan hal ini … akan bermanfaat atau malah menuai badai khususnya nasib anak saya ? yaah…., semoga anda menangkap niat baik saya.
Sabtu minggu lalu, kami diundang ke sekolah anak saya (anak kedua) sebuah SMPN terbaik di Jakarta Timur, dengan agenda persiapan UN dan silaturahmi kepala sekolah baru. Sebagai orang tua yang baik, tentu saja kami memenuhi undangan tersebut dengan antusias. Namun apa dikata …. Pertemuan ini menjadi sesuatu yang menggelikan dan menyisakan pertanyaan besar di benak para orang tua ….. “Apa lagi Ini ????” ….
Begini cerita lengkapnya :
Sekitar pkl 07.50 saya sudah sampai disekolah (undangan jam 08.00), masuk ke ruang pertemuan sudah ada sekitar 20-30 orang tua, dan para orang tua terus berdatangan memenuhi ruangan (kapasitas 150-200 org) yang sudah tertata apik, dengan full karpet, tanaman hias, organ, TV monitor besar dan layar infocus.
Kami dengan sabar menanti walau jam telah menunjukkan angka lebih dari jam 08 pagi. Kami pun bertegur sapa dengan sesama orang tua murid. Tiba-tiba seseorang masuk keruangan dengan berteriak lantang kepada kami : “Keluar-keluar ……. Ayo cepat keluar-keluar …….keliling dulu …… lihat kelas-kelas……. Ayo …… cepat-cepat ….. keluar….”
Tentu saja kami kaget, kok tanpa sopan santun kepada orang tua… tiba-tiba saja meyuruh keluar layaknya menyuruh anak-anak yang nakal. Sambil berbisik-bisik dan bergumam mempertanyakan “siapa sih ? kok begitu amat ?” kamipun mencoba tetap respek mengikuti komandonya untuk berkeliling melihat kondisi kelas dan sekolah secara keseluruhan.
Dalam hiruk-pikuk tsb, kami mengetahui ternyata sang komando tsb adalah kepala sekolah yang baru. O..Ou….. sikapnya terhapuskan oleh kondisi sekolah yang cukup banyak perubahan dari sisi kebersihan dan penampilan. Lantai, bangku, dinding semua terlihat fresh.
Setelah selesai berkeliling, kami kembali digiring masuk ruang pertemuan dan acara dibuka oleh MC dilanjutkan lantunan lagu dari salah seorang murid diiringin pemain organ murid smp juga, so far so good ! Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah yang baru, namun sebelum memulai, MC menyampaikan biodata kepsek dan juga video beliau saat penyambutan/pelantikan sebagai kepala sekolah sekitar 1 bulan yang lalu.
Nah berikutnya, mulailah sang komando beraksi …. Dengan gaya meledak-ledak … bapak kepala sekolah yang baru mengajak kita bershalawat bersama …..( shatalulloh…. Salammullah… alathoha…. Rasulillah …. dst) layaknya di sebuah acara pengajian. Kita tersenyum…… bahkan sebagian orang tua yang non muslim (ini sekolah negeri bukan sekolah islam) menundukkan kepala dan mungkin dalam hatinya … apaan sih……
Kembali lagi dengan gaya seorang guru kepada murid “ ….. ayo bapak-ibu yang keras dong…..jangan lemes gitu …. Sekarang ibu-ibu dulu …….trus gantian bapak-bapak ….. trus ayo bareng ……… dengan rasa respek kami orang tua mengikuti komandonya sambil tersenyum ….”
Selesai dengan shalawat…… mulailah beliau menceritakan dirinya…. Jadi kita mendapatkan lagi biodata beliau (padahal tadi sudah ditayangkan)….. bedanya ini diceritakan oleh tokoh aslinya. Tentu lebih seru karena ledakan dan guyonan dan aktingnya yang luar biasa… namun isinya semua sama dengan yang ditayangkan tadi yaitu antara lain :
- Anak seorang pejuang kemerdekaan, ayahnya ikut mengantar bung karno ke rengasdengklok
- Pendidikan lulus S2, sedang melanjutkan S3
- Mantan kepsek SMPN ….. (saya lupa yang jelas bukan smpn unggulan)….
Selesai dengan acara yang berbau narsis…hehehe (nggak apa-apa lah… kadang kita juga suka narsis kan….)… selanjutnya beliau bertanya : “Bagaimana bapak-ibu sudah lihat perubahan yang terjadi di sekolah ini ? saya belum 1 bulan loh bu ( tepatnya 1 bulan kurang 1 hari)…. Tapi bapak/ibu lihat …… dst……” Pada prinsipnya beliau mengatakan saya bekerja keras dengan semangat baru melakukan perubahan berarti di sekolah ini.
Sampai disini….. kami pikir…. Oke…terimakasih, salut juga deh…… walaupun sikap dan perilakunya agak-agak “berbeda”. Namun, rasa salut itu tidak lama …..setelah beliau mengatakan bahwa semua renovasi sekolah ini …… belum dibayar …ALIAS NGUTANG…….!
Dan berikutnya beliau menekankan kepada kami para orang tua untuk menanggung biaya tsb. Beliau memotivasi para orang tua dengan ikut prihatin dan berjuang untuk pendidikan bangsa ini (anak pejuang) dan rasa ikhlas membantu kesejahteraan guru (dari sudut agama).
Dalam upayanya meyakinkan kita, beliau tidak segan-segan sampai duduk dilantai dengan kaki meronta-ronta mempraktekkan kalau anakanak bisa jatuh karena bangku sekolah yang rusak, juga menggunakan kata-kata … seperti ……”pikir….men…pikir…!!!” saat mempertanyakan bagaimana kita bisa maju kalau nggak pakai uang sumbangan dari orang tua.
Dengan KepSek yang lama, sejak kelas 2 SMP (anak saya masuk sekolah tsb mulai kelas 2)…. Tidak ada sama sekali pungutan biaya sepeserpun ! jadi sekolahnya gratis-tis… sesuai janji pemerintah. Tapi, ini yang dikritik kepsek yang baru. Beliau mengatakan ” saya menangis setelah tahu bahwa kepsek disini dibelenggu karena tidak boleh pungut iuran……”
Setelah masalah fasilitas/sarana pendidikan, beliau dibantu dengan Komite sekolah menyampaikan juga rencana perpisahan yang akan diselenggarakan di Balai Sudirman ! Waow…. Balai Sudirman….Salah satu gedung mewah di DKI. Beliau mengingatkan … jangan kecewakan anak-anak….. anak-anak sudah setuju…. Dan biaya 160jt juga ditanggung orang tua. Belum lagi acara pisah sambut kep sek….. mereka meminta lagi bantuan ortu, biaya sekitar 17 jt ! Buku Tahunan 75 Jt…..
Karena komite tetap tidak boleh memungut dana dari ortu, maka beliau melakukan ide terobosan (yang beliau sangat bangga dengan ide ini), yaitu membentuk organisasi “Pemerhati Pendidikan”. Iuran tidak ditetapkan, tetapi berdasarkan keihklasan orang tua. Yang tidak mampu, tidak perlu iuran. Untuk itu mereka langsung menyebarkan amplop untuk uang tunai tanpa nama dan form untuk menjadi anggota pemerhati pendidikan dengan janji nilai sumbangan.
Sementara materi utama persiapan UN, hanya disampaikan jadwal ujian saja. Serta hasil try out yang dilihat sekilas tanpa dibahas. Masalah hasil try out bisa ditanyakan langsung ke wali kelas setelah pertemuan ini … begitu katanya.
Dan yang bikin gemes…….. tidak ada acara tanya-jawab….. karena waktu habis, dan kelompok/ortu berikut sudah menunggu untuk masuk ruangan. Acara langsung ditutup. Sebagian orang tua ngomel……. “Kalau cuma begini ngapain datang ya….. ngomongnya persiapan ujian… kok malah cuma minta duit…..”.
Ada lagi yang lebih mengejutkan ! saat saya menceritakan hal ini kepada anak saya, anak saya memberikan informasi baru …. : “oh pantes aja yah….beberapa waktu yang lalu mamanya temen adek bilang… “hati-hati tuh sama kepsek yang baru, kayaknya calon…….(maaf saya ggak sampai hati menulisnya disini), masak kita disawer…”
Jadi, beliau telah mengundang sebagian kecil ortu untuk mau dijadikan pengurus Pemerhati Pendidikan dan saat pertemuan itu, beliau memberi uang…….Waduh….. apa maksudnya ini ???
Bagaimana pendapat anda tentang perilaku kepsek baru ini ??
Menurut saya, point penting yang harus diperbaiki adalah :
- Sebagai pendidik, seharusnya mencontohkan sikap dan perilaku yang sopan dan santun.
- Bila ingin mencari jalan keluar masalah dana, maka perlu ada transparansi terlebih dahulu …. Berapa dana dari pemerintah , berapa yang seharusnya dibutuhkan, baru terhitung berapa kekurangan. Bila ini tidak dilakukan, maka pemungutan dana dari orang tua hanya akan mengundang Fitnah !
- Dalam kondisi ekonomi dan dunia yang sedang prihatin, juga antisipasi kebutuhan biaya pendidikan masuk SMU, pantaskah kita bermewah-mewah (pesta perpisahan di balai sudirman, dll)
Ada komentar, pendapat atau saran dari anda ?


Chuy …
aku miris membacanya …
bukan main juga ya … sepak terjangnya …
Demam caleg rupanya pak
hhhmmm …
“pemerhati pendidikan …”
terobosan …?
hah …
…. cerita lanjutannya ….dari pertemuan kepsek dengan ortu kelas 8 (kebetulan temen sma saya)….lebih miris lagi pak…
-progoharbowo
kapan KPK bisa sampai ke akar-akarnya yah…?
Semoga orang KPK juga baca blog ini ya….
-progoharbowo
gile amat tu pala sekolah
berani2ny minta duit sebesar itu
trus bapak mengiyakan permintaannya
gimana pak
dipindahin aja anak2 ny
biar tau rasa tu pala sekolah
biar dia d cap membuat perubahan yang besar
sehingga sekolah ny tak ada lagi yang mau belajar disanan
berat sekali sarannya mas…., anak saya udah mau ujian tuh …. doakan saja…. semoga berita ini tidak membuat anak saya terugikan…
salam- progoharbowo
setahu saya kalo di daerah(kabupaten), hampir semua SMP masih menarik iuran dari wali murid pak. Nggak tau juga, apakah itu dampak dari dana Pemda setempat yang tidak optimal untuk membiayai biaya pendidikan atau untuk “nambah” cepretan buat guru-gurunya…???Untuk yang di Jakarta, mestinya Pemda DKI sudah lebih dari cukup dalam membiayai biaya pendidikan dan kesejahteraan guru-guru. slam kenal.
salam kenal kembali pak – progoharbowo
Wagh.. kebangetan tuh Om.. Biar ga boleh mungut tapi kreativitas bukan begitu caranya donk. Kayaknya dia dimutasi gara-gara kasus di sekolahnya yang dulu deh.. ;-(
setujuuuu,
salam – progoharbowo
sekarang ini di sekolah perlu dibentuk KPK juga.
bagaimana ini bapak menteri penddidikan?
beliau sempat bilang….. : “saya tidak takut sama KPK….
ini kan sumbangan sukarela
ke mesjid aja boleh nyumbang, kenapa ke sekolah nggak boleh ???”
hebat ya… argumentasinya …
salam – progoharbowo
gila ini, yang bener? Ini kepsek kok kayaknya gak tau malu banget yah?
yayaya……beliau bangga sekali ….
salam- progoharbowo
gila ini, yang bener? Ini kepsek kok kayaknya gak tau malu banget yah?
lihat juga di sini
Waduh… parah….
eee…alach…….piye tho??
wah coba ikutan rapat….penasaran juga itu kepsek kaek apa orangnya…
ya…ampun…orang pada krisis, kepsek malah berfoya-foya dari uang orang.
Apa jadinya nanti ya, siswa-siswi disekolah ini, orang tua murid dan sekolah ini sendiri?
kalau tak diturut, anak sudah mau ujian, dituruti mencekik leher…
walah
Makanya Korupsi takan ilang dari negeri ini, karena biang korupsi asalnya dari sekolah, guru dan kepsex…Nya…
kok org kaya gitu bisa diangkat jd kepsek yah ?
bknnya memberikan teladan yg baik terutama buat murid2x nya… kacau deh…………………
mungkin tuh orang udah lupa dosa kali ya? awalnya aja pake sholawat… eh, akhirnya malah korupsi… ckckck…
untung sekolah gw sekolah islam… dan sampe sekarang belom ada bau korupsi sedikit pun… nyogok aja kaga ada…
salam kenal… maen balik ya ke blog gw…
http://diazhandsome.wordpress.com
oh TUHAN, kapan korupsi bisa berhenti dari negri tercinta ini…
korupsi memang sudah jadi budaya…jadi susah diberantas…
salam,
http://bursasepatu.wordpress.com
http://planetshoes.wordpress.com
itu smp yang di hek-kramat jati bukan ya om? ponakan saya juga disitu tuh.
akan sebaiknya langsung di konfirmasi ke KPK,apalagi dia dah menantang gitu.
kirim email aja om ke KPK. tau situsnya kan?
salam kenal.
Salam kenal juga mas,
wah kalau masuk laporan KPK ini jadi prioritas berapa ya ???
salam- progoharbowo
saya jadi inget ibuku yang jadi guru kecil di kampung…
Kok kontradiksi sekali ya dengan kepsek ini yang tanpa dosa minta duit.
Seandainya ibuku seperti kepsek ini, aku bakalan bisa makan daging setiap hari. Nggak cuma tahu tempe melulu. Aku mungkin bakalan disekolahin ke luar negeri. Nggak harus mati-matian belajar supaya tembus UMPTN.
nasib…nasib…:(
hehehe…pasti becanda ya mas……
tentunya mas lebih bangga dengan ibunya yang jujur dan semngat belajar mas yang luar biasa…
selamat menjadi orang yang bermoral baik ….
salam-progoharbowo
Saya merasa prihatin dengan kondisi pendidikan seperti ini. Ironis, di tengah-tengah upaya meningkatkan mutu pendidikan dengan semangat education for all-nya, masih saja ada oknum yang nyeleneh.
Saya berkali-kali menengok tempat Bapak ini, tapi selalu dalam keadaan terkunci, saya bersyukur sekarang pintunya sudah dibuka lagi, untuk membantu menyuarakan pendidikan.
Buset dah itu kepsek serem amat, bisa2nya ngutang dan yang bikin lebih jengkel ngomongnya OOT. hha. Sabar y om
[...] 28, 2009 oleh progoharbowo Ini bisa dibilang lanjutan postingan saya yang lalu (baca tulisan lalu) . Ternyata ulah pak kepsek tsb tidak berhenti [...]
Itulah Jakarta , yg gak mungkin bisa aja terjadi , kalo dah gini saya sbg ortu juga merasakan prihatin banget dan sangat miris namun gak bisa berbuat banyak, mari kita do’akan agar kep.sek tsb cepat sadar. Saran saja mungkin kegiatan keagamaan di sekolah tsb harus lebih diintensifkan , usulkan untuk ngundang uztad buat nyadarin penghuni sekolah tsb. terutama kep.sek yg sudah mulai lupa akan dirinya.
Sing sabar yo pak , kalo terpaksa bikin aja pernyataan tidak sanggup trus bayar aja seikhlasnya , gak usah sesuai permintaan kep.sek , toch bentar lagi tamat …
Kcian bgd …
ini ada mirip2nya sama kepsek lama di sd anak saya dulu…untunglah dia udah ditukar guling dengan yang baik..sehingga bebas dari kepsek yang mata duitan
Mas, dilaporin aja ke kepolisian apa ke KPK, mereka lagi getol tuh nyari yang begitu.
Klo mental pejabat model begini layak diberangus, apalagi bidangnya pendidikan!
Tapi kumpulin barang bukti nya, klo kepolisian sama KPK nggk bisa nindak beber di media!
Hal ini juga membangun mental anak2 kita, klo kita terus mau dikorup ya anak2 kita juga akan ngikutin!
Tapi itu kembali lagi ke sampeyan Mas!
Semoga tabah menghadapi
Lawan ketakutan bukan hanya terhadap teror tapi juga terhadap korupsi model kayak yg mas ceritain.
Slam anti korupsi!!!
saya sebagai siswa, juga turut merasakan hal seperti ini.
saat pertengahan semester 6 di SMP, kepala sekolah kami diganti mendadak, padahal saya sudah cinta dengan kepala sekolah yang lama, yang begitu bersahaja, supel dan selalu memperjuangkan yang terbaik untuk sekolah yang ia pimpin.
berbeda jauh dengan kepala sekolah yang baru, sangat bertolak belakang.
semenjak digantinya pemimpin sekolah kami (dengan alasan politik tentunya), sekolah kami yang merupakan sekolah favorit di salah satu provinsi di Sumatera dan cukup di perhitungkan di Tk.Nasional, bukan sekolah favorit lagi saat ini.
memang, dulu (saat kepsek lama masih menjabat) setiap siswa dikenakan biaya bulanan yang bisa mencapai 300rb, tetapi semua kebutuhan siswa terfasilitasi dengan baik. berbeda dengan sekarang, bayaran bulanan memang tidak sampai 100rb, tetapi hal ini menyebabkan program-program sekolah dan program osis terhambat, dan banyak siswa yang berbakat tidak terfasilitasi saat akan mengikuti lomba. ulah yang menyebalkan.
asyiklah kepala sekolahnya..
makin kaya aja tuh..
masa’ anak2 perpisahan di balai sudirman?? yang bener aja???
q di sekolah aja dah senang…
malah tanpa mengualarkan biaya yg begitu banyak..
cat : copot aja tuh epala sekolah
wah uwedaaan bgt tuh kepsek