Acara “Titik Balik” Metro TV, BERBAHAYA (tidak mendidik).. ??
April 2, 2008 oleh progoharbowo
Berkali-kali saya melihat acara titik balik di Metro TV tentang mantan pecandu narkoba yang insyaf dan saat ini sudah hidup sukses. Artis Top, Ulama kondang, dan yang baru saja saya toton adalah kehidupan masa lalu seorang dokter yang kini menjabat Sekjen Yayasan Cinta Anak Bangsa !
Semuanya (artis, ulama dan juga dokter tsb), dengan bangga menyatakan saya sudah coba macem-macem ….. ! makin lama nontonnya makin kesal saja …… berbuat tidak benar kok bangga !
Apa produsernya tidak memikirkan dampaknya bila anak-anak muda yang menonton menjadi berfikir :
“… ah mending nyoba deh … kan buat pengalaman…. nanti kan bisa berhenti ! kan.. banyak contoh pecandu bisa sembuh, baik dan sukses …”
Kita semua juga tahu ….Narkoba sangat-sangat berbahaya ….. siapa yang berani memastikan setelah mencoba pasti bisa lepas dari jerat narkoba ???
Saya berharap Metro TV sebagai media berita utama, lebih bertanggung jawab, lebih berhati-hati dalam menggarap program-program non beritanya …..
Apakah team Kreatif Metro TV tidak dapat membuat program pendidikan yang lebih berbobot sehingga resiko salah persepsi pemirsanya dapat ditekan.


Pertamax lagi ..
Aduh … betul begitu ya Pren …
Wah aku tidak pernah nonton acara ini …
Di Metro aku cuma nonton Kick Andy …
Kalau nara sumber ngomong begitu … walah …
Berabe ya …
Mudah-mudahan mereka lebih berhati-hati dimasa yad
Salam ane Chuy …
Keduax…
Saya juga sering berpikir jangan2 para remaja akan berpikiran begitu. Misalnya saja mereka akan ngomong
“Wah mending kayak Gito Rolis atau Uje yang udah ngerasain gituan” Abis itu bisa tobat dan jadi Ustadz.Halah…
saya pernah berdiskusi dengan salah satu penyuluh bidang narkoba
beliau tidak merekomendasikan seorang mantan pecandu untuk berbicara mengenai narkoba bahkan di forum kecil.
mm gitu yakz? mmm
satu episode di kick andy juga membuat saya berfikir ulang tentang program ini.
itu tentang mantan boz perampok…ketika ditanyai bahwa di memegang prinsip ketika merampok adalah
tidak memperkosa dan membunuh karena itu adalah sangat kejam dan menghncurkan hak orang.
leh bukannya merampok itu juga kejam dan menghancurkan hak orang…
waduh
betul juga ya, Pak.
Seharusnya yang ditampilkan orang yang hidupnya sengsara gara-gara pake narkorba. Atau fokus pada anak-anak muda yang kreatif dan produktif karena ga memakai narkoba.
@nh18 : ya semoga !
@agussampurno : nah lo pak, ini mantannya malah jadi sekjen yayasan cinta anak bangsa ….
@aRuL : Wah parah banget kan ! ….semoga metro TV baca blog ya, sehingga bang Andy bisa memperbaiki programnya.
hmm, betul-betul *manggut-manggut*
Barangkali..lebih baik mantan pecandu narkoba yang kemudian menjalani hidup yang positif to? daripada mantan tokoh terkenal, mantan orang baik-baik yang kemudian terjerumus ke lembah nista..
Saya lihat Metro TV menyampaikan cerita fakta apa adanya kok, tidak dibuat-buat..Tentang ekspresi pencerita.. saya melihatnya sebagai ‘kelegaan’ mereka lepas dari jeratan narkoba itu, bukannya bengga karena telah mencoba berbagai jenis narkoba..
Menurut saya(lagi) penyesalan atas perbuatan buruk kita di masa lalu tidak perlu ditampilkan dalam wujud yang (dibuat) ’syahdu’, dramatik, melankoli dan semacamnya, itu malah tidak mendewasakan para pemirsanya.. Seperti nonton sinetron saja..
@padma : point saya, bukan meminta metro TV membuat-buat faktanya menjadi tidak wajar…. tapi dampaknya dari acara ini … sewajar apapun…. memberi kesan ….”boleh juga nih nyoba narkoba… kan akhirnya bisa lepas dan insyaf”.
Walaupun mungkin metro TV (produsernya) mempunyai tujuan baik, tetapi tayangan ini beresiko tinggi dipersepsikan salah dan melenceng dari tujuannya ! oleh karena itu perlu diperbaiki atau bahkan dihentikan saja diganti dengan program pendidikan lainnya ….
wah kapan tuh acaranya? jadi pengen ikut nonton
ke YLKI aja pak. mungkin bisa memberi solusi.
solusi dari kita sendiri, memilih dan memilah tayangan, apalagi untuk anak. Dalam hypnoterapy, sesuatu yang diulang terus menerus akan mengendap dalam bawah sadar. Artinya, jika kita terlalu sering menonton acara televisi dan 100% menyerap isi tayangan. Makan alam bawah sadar akan mewujudkannya dalam kehidupan nyata.
bisa jadi tayangan metro tv tersebut akan memberi ide seorang anak untuk coba-coba narkoba.
di sini peran orang tua sangat dibutuhkan. Kalau sudah terlanjur menonton, tinggal kita beri tahu baik dan buruknya.
ada alternatif (dong) pak tentang model penyampaian tayangan pendidikan ? sebab menurutku memang sulit membuat tayangan via media(dalam hal ini: visual) yang gampang dicerna banyak pihak..misalpun dipake model ‘bimbingan orang tua’, itupun tidak semua kalangan orang tua mampu memberikan bimbingan yang baik, tergantung pengalaman atau tingkat pengetahuannya..
Kalo sebuah penyampai media(visual),taruhlah misalnya Metro TV, membuat dan menayangkan suatu acara yang berinterest sosial, dalam jaman ini, saya kira sasarannya mainly kalangan dengan tingkat pemahaman/pengetahuan yang memadai (bukan?), yang kira-kira(diharapkan) bisa mencerna dan mengambil manfaat (hikmah), dan juga bisa ‘membimbing’ anak-anaknya jika ikut menyaksikan tayangan tersebut..Lha untuk kalangan lain dengan tingkat pemahaman yang berbeda? ya itulah masalahnya, sulit to?
barangkali ntu acara perlu nampilin juga data2 / informasi tentang orang yang tewas gara gara narkoba, atau hancurnya hidup orang yang terjerak narkoba..
yah.. penampilan info yang berimbang lah..
biar orang nyadar / ga salah persepsi , bahwa orang yang selamat / bisa lepas dari narkoba itu adalah suatu keberuntungan saja yang tidak semua orang punya.
Salam Kenal Pak!
@padma: menurut pandangan saya, hal itu justru menunjukkan metro tv kurang kreatif dan krg jeli dlm mendesain program. asumsi penonton punya tk pemahaman sama adalah (maaf) konyol sekali. kalau mantan pecandu tsb bicara di dpn pecandu itu mgkn msh oke, tp di depan pemirsa umum yg myoritas bukan pecandu, wah nggak bertanggung jwb. apa metro tv (mas padma) merasa pemirsa adlh pecandu ? enggak … kaan
@sahatmrt: salam kenal juga. Betul pak. Tapi menurut saya mantan pecandu lebih efektif cerita di depan pecandu atau yang dalam taraf pengobatan, bukan di depan khalayak umum…
Pak salam kenal, saya juga bingung dengan acara acara di tV, mulai dari sinetron sampe acara seperti yang sampeyan sampaikan diatas. Isinya sangat tidak mendidik, membuat bingung, kacau. Saya jadi takut dengan kualitas anak anak kita kalo terus menerus diracuni dengan hal hal semacam ini. saya saat ini bisa mencegah anak saya menonton TV (lebih baik TV kabel ), tapi bagaimana dengan anak anak yang lain ? Apa tidak ada gerakan anti acara TV yang tidak mendidik atau mungkin kontrol acara TV dari masyarakat ? Bisa melalui media macam blog atau apa saja. Disitu bisa dianalisa, acara acara yang tidak mendidik dan diusulkan untuk diganti dsb. just sharing…
tinggal si penontonnya lha mas yang menilai … buruk tidaknya acara tersebut khan penonton pula yang menentukan ….
klo saya lebih sependapat bahawa pandangan diatas kita jadikan anti thesis perlu kiranya kita kawal bersama supaya kita tak mudah terseret konak kapitalis krna setiap yang ditampilkan oleh telivisi yang pertama tidak lain adalah motivasi keuntungan dari penayangan tersebut adapun motivasi pendidikan pencerahan dll itu berada pada nomer yang kesekian.
@advokatku
Kalo diserahkan ke penonton yang menilai wah ya gak bisa dong. Kemampuan menilai setiap orang tidak sama. Kalo gitu kita tayangkan saja filem porno, film tentang kebencian, film penghasutan agama, film sadis. Terus kita bilang kalo menurut anda itu tidak baik ya jangan dilihat…
apakah begitu ?
Televisi indonesia sudah parah , buruk sekali. Kalau ini dibiarkan, maka bakal ada satu dua generasi masa depan yang bermental rusak. Sebelum nasi menjadi bubur………..