“Kamu harus profesional dong…. urusan kerjaan ya kerjaan jangan campur adukkan dengan masalah keluarga !” kalimat ini sering kita dengar dan kesannya tepat. Tapi coba kita pikirkan kembali …. berapa banyak orang yang tidak terpengaruh moodnya bila sedang ada masalah keluarga ?
Memimpin dengan hati ! disini perbedaannya. Seorang pemimpin yang ingin membuat karyawannya mau bekerja all out, loyal perlu merebut hati karyawan. Perhatian pada hal-hal kecil yang menyentuh hatinya, termasuk perhatian pada masalah keluarganya sangat berdampak besar pada produktivitas dan loyalitas.
Oleh karena itu jangan lagi menganggap masalah keluarga karyawan bukan masalah perusahaan….. jika diperlukan dan karyawan membutuhkan bantuan … bantulah dengan sepenuh hati ……dan bersiaplah anda mendapatkan return yang tidak terduga …..


Salam kenal pak,
Setuju betul pak, loyalitas karyawan kadang2 ditimbulkan dari hal2 sederhana, mis; perhatian, empati dll.
salam kenal balik pak sentanu.
masalah keluarga bisa mempengaruhi cara berpikir dan bertindak seseorang
masalah keluarga.tentulah masalah perusahaan…apalagi jika itu perusahaan keluarga.
Menarik…
Yang jadi masalah adalah sulitnya menemukan tipe pemimpin yang mampu memimpin dengan hati seperti itu, dan juga untuk berubah menjadi kayak gitu pun sulit juga.
Pemimpin kan memiliki banyak anak buah dan semuanya memiliki masalahnya masing-masing, itu tidak akan bisa disorot satu persatu oleh sang pemimpin, kecuali anak buah tersebut mampu mengambil hati sang atasan.
@Arsyad salam : setuju pak.
@Daeng limpo : ada aja si bapak…
@StreetPunk : itu gunanya ada struktur organisasi, jadi ada hirarki…. pembagian tugas/wewenang…. jadi harusnya seorang pemimpin hanya perlu sangat dekat dengan bawahan langsung dan jika diperlukan 2 level di bawahnya.