Setelah Acara Reuni SMA yang sangat mengesankan, saya mengundang sahabat SMA saya mengunjungi rumah saya. Saya sangat bahagia karena undangan saya tsb disambutnya, dan sahabat sayapun datang bersama anaknya yang berumur 3,5 thn.
Ditengah serunya mengenang masa-masa lalu, tiba-tiba anak rekan saya tsb memecahkan gelas kristal yang sangat berharga dan penting bagi keluarga kami. Bukan saja kristalnya yang hancur, tetapi anak tsb mengalami luka di kaki dan yang mengerikan pecahan kacanya juga mengenai matanya ! Siapa yang salah ? siapa yang menyebabkan bencana itu terjadi ? Saya atau rekan saya ?
Cerita di atas adalah ilustrasi klasik untuk menjelaskan salah satu sikap mental systems thinking yaitu “sistem sebagai penyebab”.
Ya ! kalau kita memahami bahwa sistem itu terdiri dari komponen-komponen yang saling bergantung/berinteraksi satu sama lain, maka apapun yang dihasilkan suatu sistem… penyebabnya adalah sistem itu sendiri bukan salah satu komponen. Leader dari sistem bertanggung jawab dalam mengelola dan memperbaiki sistemnya bila terjadi kegagalan/bencana.
Sebagai seorang leader, dimanapun posisi kita (anda sebagai saya atau rekan saya) yang lebih penting adalah rasa tanggung jawab dan memikirkan langkah kuratif dan preventif ke depan…… bukan mencari salah siapa …
Bila kita berperan sebagai “saya” dalam ilustrasi di atas, maka anda mempunyai batasan sistem yang anda kelola (misal rumah anda) dengan tujuan tertentu (menerima tamu). Sebagai seorang leader anda bisa mencegah bencana itu terjadi dengan apapun yang bisa anda lakukan, misalnya : menyimpan kristal di tempat yang aman, atau mengatakan ke teman anda jangan bawa anak kecil, atau meminta menjaga anak kecil tsb, atau anda mengawasi anak kecil tsb, dll
Bila kita berperan sebagai “teman/tamu”, maka anda juga punya batasan sistem yang anda kelola (rumah teman/anda dan anak anda) dengan tujuan bertamu. Sama juga anda dapat mencegah bencana tsb misalnya dengan : tidak mengajak anak anda, menjaga anak anda, dll.
Jadi point disini adalah, kita harus memahami bahwa begitu sistem dibentuk/ditentukan, maka keberhasilan dan kegagalan ataupun bencana sudah menanti ….. tergantung bagaimana kita mengelola sistem tsb.
Ingat sistem itu terdiri dari berbagai komponen yang saling bergantung dan berinteraksi. Tidak ada penyebab tunggal….. bencana disebabkan oleh sistem yang kita bangun buka karena salah satu faktor saja.
Semoga ini menjadi bahan renungan bagi kita semua…..SUDAHKAH KITA SYSTEMS THINKING ?


Weeeiiisss …
Ini berat … berat chuy …
Apa aku sudah systems thinking ? I do not know …
But worth to think back nih …
Thanks Chuy pencerahannya …
Your Kost Mate …
nh
Budaya lempar kesalahan kita memang ahlinya
Lempar tangan sembunyi batu
nambahin ah..
Learning system thinking »» berfikir bahwa penyebab suatu masalah adalah sistem secara keseluruhan »» dan yg terpenting setelah berfikir seperti itu, tarik masuk ke dalam jiwa utk menyelami hikmahnya..
Wah…..alangkah rumitnya hidup saya pak kalau semuanya harus saya pikirkan, mungkin Bapak punya alternatif lain ? Salam Kenal.
Saya hanya ingin tahu rahasia memanage begitu banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam kehidupan seseorang.
Saya ambil contoh illustrasi Bapak diatas.
Jika sang tamu tidak membawa anak…ada kemungkinan sang tamu yang akan memecahkan vas krystal tersebut tanpa sengaja dan juga bisa saja kalau vasnya Bapak letakkan diatas orang lain yang akan kena. Menurut saya prinsip kehati-hatian dalam menata hidup diri kita dan keluarga sepertinya lebih tepat. Ini hanya pendapat saya lho…
betul pak ! pointnya sebagai seorang leader kita harus bisa mengendalikan dan memanage apa yang dalam kendali kita (batasan sistem kita)…. salah satunya kehati-hatian kita sendiri.
Hidup memang harus berfikir, tapi prinsip prioritas agar kita fokus itu hal lain lagi pak…. setuju pak jangan sampai semua dipikirkan … apalagi kalau tidak ada nilai tambahnya … bisa gila nanti hahaha…
Sistems thinking disini pointnya “jangan mudah menyalahkan satu pihak” tapi bertanggungjawablah dan bersifat proaktif untuk memperbaiki keadaan di depan yang dapat kita kendalikan.