Banyak yang mengkritik SBY-JK, tetapi bila Mega yang melakukan…. SBY-JK selalu meresponnya. Seperti yang menjadi Headline Kompas pagi ini Senin 4 Februari 2008.
Anda sudah tahu kan, beberapa hari yang lalu Mega mengatakan bahwa pemerintah saat ini seperti menari Poco-Poco …. maju satu langkah… mundur satu langkah …berputar-putar …. sesaat kemudian JK mengatakan lebih baik Poco-poco daripada dansa-dansi ….selanjutnya SBY menjawab pula dalam acara puncak Harlah ke 82 NU (berita kompas , 4 Feb ‘08).
Mungkin SBY-JK belajar dari pengalaman masa lalu Mega, dimana selalu diam saat dikritik….??? bisa jadi. Tetapi hal ini juga bisa dipandang sebagai SBY-JK memang punya hubungan “sangat istimewa” …. sehingga harus bereaksi jika ada aksi …….
Seberapa baik hubungan istimewa ini ? anda juga pasti tahu ……Nah, kembali ke konsep rekening bank emosi (lihat tulisan saya …SKANDAL, Rekening Bank Emosi Soeharto & SBY) .. ini berlawanan dengan hubungan SBY & Soeharto.
Rekening Bank Emosi SBY terhadap Mega dan sebaliknya sangat kecil … karena masing-masing pernah melakukan penarikan seperti… mengingkari janji, menyakiti hati … dlsb… Dengan rekening Bank Emosi yang rendah … maka hubungan sangat rendah …. dan kebaikan apapun dari kedua belah pihak akan dipandang sebagi sesuatu yang negatif (dalam kejadian ini kemungkinan besar SBY dan Mega sama-sama merasa disudutkan).
Apakah hubungan presiden dengan mantan presiden di negara kita selalu seperti ini ? apakah mereka tidak bisa saling mengerti dan bersatu ? bukankah mereka seharusnya bahu-membahu membangun bangsa ini ?
Menurut Hasyim Muzadi yang saya kutip dari harian kompas senin 4 februari, … “jika para pemimpin atau mantan pemimpin saling mengerti, setengah masalah di Indonesia dapat diselesaikan” ….
Benarkah ? rasanya masih panjang perjalanan bangsa ini menuju bangsa yang hebat dan makmur ………


Kan cuma Mega pesaing utama SBY & JK kalo maju pemilihan presiden nanti……
Coba kalo kita punya calon spt Barack Obama atau Hillary Clinton yg punya massa tapi juga cerdas…mungkin kritiknya susah untuk ditanggapi….
seperti kata teman saya pak,,
“mun geus geleuh mah geleuh we”
“kalau sudah tidak suka, ya tidak suka”.
Para pemimpin bangsa kok kyk gak akur gt yah…
wehhhh perang saudara aja sekalian biar rame N ngga ada indonesia lagi biar bangsa laen pada bertepuk dan ketawa
[...] Contoh : artikel sederhana tentang rekening bank emosi (kualitas hubungan antar manusia) tapi coba dikuatkan dengan dengan tokoh SBY & Mega : SBY-JK selalu menjawab kritik Mega [...]
mungkin pemimpin kita harus banyak belajar sama amerika yang di contohkan oleh presiden clinton yang mau kerja sama dengan presiden berkuasa …