Saat liburan awal tahun yang baru lalu saya mengalami pengalaman cukup menarik dengan polisi di daerah Bandung. Apakah saya atau polisi yang keterlaluan … silahkan anda menilainya ….. (saya dan polisi sama-sama manusia hehehe)
Ceritanya begini :
Kami sekeluarga (istri dan 2 anak saya) berlibur ke kota Bandung. Saya mengendarai mobil, sementara anak perempuan saya yang berumur 13 thn duduk di kursi depan di samping saya, sedangkan istri dan anak saya yang pertama berumur 15 th duduk di belakang.
Sepanjang perjalanan kami bersuka ria dan semua menggunakan sabuk pengaman. Sesaat setelah membayar tol, anak saya yang laki-laki bertukar tempat dengan anak perempuan saya….”gantian dong” begitu katanya…..
Setelah berpindah tempat duduk ….. (dan jalanan setelah tol pasteur, anda tahu kan padat sekali ……) tiba-tiba polisi menghadang dan meminta saya untuk berhenti ke pinggir. Tentu kami semua kaget …. maklum, belum pernah kami ditilang ..! wah kena nih …..apes deh… begitu pikiran saya …..
Ternyata anak saya belum memakai sabuk pengaman kembali, karena baru pindah tempat duduk dan jalanan masih macet…sehingga refleks /kebiasaannya memakai sabuk pengaman belum dilakukan…..
Setelah berhenti dipinggir, saya pun lalu membuka kaca mobil karena pak Polisi telah berada disamping mobil saya…….”Anak bapak tidak pakai Sabuk Pengaman, Sabuk pengaman wajib dipakai di sini pak” begitu kata polisi to the point.
“Wah…, maaf ya pak anak saya baru pindah tempat duduk dan jalanan macet jadi lupa pakai sabuk pengaman.” sambut saya sambil berharap pak Polisi mau mengizinkan kami jalan kembali …(ya namanya juga usaha…he3x).
“Coba saya lihat SIM dan STNK bapak ? ” lanjut pak polisi mengacuhkan alasan saya. Sayapun lalu turun dari mobil dan memperlihatkan SIM saya sambil diselipkan uang Rp.20.000,- sambil meminta maaf dan berjanji akan pakai sabuk pengaman, tanda saya menawarkan perdamaian.
Mata pak polisi langsung kepada uang lembaran tersebut dan melupakan STNK yang ia minta.
“Bapak saya tilang” tegas pak Polisi.
“Waduh pak, ini kan cuma lupa sebentar, maaf ya pak, sekarang anak sayapun sudah pakai sabuk pengaman” balas saya dengan nada memohon.
“Bapak tahu kan peraturannya ?” lanjut pak polisi. Disini saya langsung ingat jurus pamungkas yang diberikan rekan saya dan cukup ramai di berbagai millist tahun lalu.
“Kalau begitu saya minta SLIP BIRU saja pak” lanjut saya enteng tetapi setengah menantang.
Pak polisi kelihatan agak sedikit kaget, tapi mencoba tetap tegas. “bapak tahu berapa biaya kalau di tilang ? ” balasnya.
“Maaf pak, jujur saya tidak tahu berapa biayanya, karena saya belum pernah di tilang” lanjut saya.
“Nggak pernah di tilang kok tahu SLIP BIRU ?” kata pak polisi dengan nada tidak percaya.
“Wah pak, sekarang jaman sudah maju….di internet banyak pak penjelasan SLIP BIRU” balas saya. SLIP BIRU adalah salah satu tembusan surat tilang, dengan SLIP BIRU artinya kita setuju di tilang, tetapi kita membayar biaya tilang langsung pada Negara lewat ATM bank terdekat. Artinya Pak polisi tidak dapat apa-apa…. begitu pengertian saya dari yang saya dapat di millist-millist tahun lalu.
“Bagaimana pak ? kalau bapak tidak mau menyerahkan SLIP BIRU ya sudah damai saja pak” sambil menyodorkan lembar 20rb-an tadi.
“Wah…. masak sedan bagus hanya bayar 20ribu, tambah dong….” kini pak polisi yang balas memohon pada saya.
“Terserah bapak, kalau tidak mau, saya minta SLIP BIRU saja” Tegas saya.
Akhirnya, dengan terpaksa pak polisi menerima uang 20rb-an tersebut sambil menasehati(nadanya ngomel) “lain kali jangan lupa lagi pake sabuk pengaman”.
Saya pun mengucapkan ya dan berterimakasih sambil tersenyum penuh KEMENANGAN. Masuk kembali ke dalam mobil….., saya pun merasa kasihan sama pak polisi tadi…….
Anda mau mengikuti tips saya di atas, atau mengatakan saya keterlaluan ???


Wah… bagus nich pak. Boleh tuch… mumpung belum pernah kena
Persiapan kalo kena. Tapi pak… kalo ngasih 20rb bukannya berarti kalah ? Mending minta slip biru tanpa menawarkan 20rb. Untuk sama-sama menghilangkan kebiasaan nyogok polisi di Indonesia.
tergantung melihat dari sudut mana mas.
kalau slip biru bayarnya 100rb ke bank, ya… dari sisi ekonomis menang.
kalau kita lihat menegakkan kebenaran dan memberantas pungli ? ya saya tetep kalah …..
terimakasih komentarnya… anda cukup arif juga.
Saya pernah ditilang juga Pak di kemayoran, dan polisinya tidak mau memberikan slip biru itu, padahal saya minta slip biru itu karena memang ingin bayar di atm saja (walau notabene lebih mahal bisa bisa). So nampaknya untuk minta slip biru pun juga harus “ngotot”
setuju dengan tanggapan diatas
kalau dilihat dari sisi materi bapak memang menang
tapi bagaimana kita memperbaiki sistem ini kalaubelum apa apa bapa sudah bersiap menyogok
gimana kebiasaan ini mau berakhir kalau semua melakukan kebiaasaan ini
yayaya pak….
makanya saya juga menyesal …. tapi saya melihatnya lebih kasian sama pak polisi……. kasusnya kan,nggak sampai 1 menit anak saya melepas sabuk pengaman… jadi memang polisi iseng, memang lagi butuh duit.
kalau saya jelas melanggar sih pasti langsung minta slip biru…
maaf ya pak…. saya juga manusia.
tapi terus belajar memperbaiki diri setiap kejadian
wah, mas iman punya pengalaman yg sama ni ama aku, waktu aku kena tilang minggu lalu, gara-gara ambil jalur busway (lebih cepet soalnya heheh) aku minta di tilang aja, abis aku kasih 20 rb di tolak ( mintanya 75rb , itu mah harga susu anak gue pak, mending buat beli susu) eh polisinya malah bingung, alhasil 20rb aku jd diterima d…. hehehe tp ide slip biru boleh juga dicoba
HANYA SARAN SAJA
KALAU MAU TIPS LEBIH MURAH DAN PASTI OK, SEBELUM BERKENDARAAN SEBAIKNYA SELIPKAN/SIMPAN UANG YANG BESAR PECAHAN 10.000 KEATAS. DAN SISAKAN DI DOMPET 5.000 KARENA POLISI KADANG TIDAK PERCAYA DENGAN ISI DOMPET KITA SEHINGGA KITA BISA MENUNJUKKAN ISI DOMPET KITA, SAMBIL KITA BERKATA SEPERTI KATA BAPAK PROGOHARBOWO “Terserah bapak, kalau tidak mau, saya minta SLIP BIRU saja” Tegas saya. KARENA INI PERNAH SAYA LAKONI KE POLISI YANG MATA DUITAN
tgl 19 juli 2011 sy kena tilang karena tidak menyalakan lampu motor pada siang hari, sy minta slip biru kemudian polisinya mengatakan bahwa slip biru akan dikenakan denda sesuai tarif yg tertera yaitu 100rb
saya bilang tdk masalah, pas slip biru sdh dikasihkan sy bertanya bayarnya dmana? sy ambil simnya dmana?
polisi tersebut bilang kalo bayarnya di BRI tomang dan ambil simnya di MT Haryono, pancoran
sy bertanya bukannya sy bisa ambil sim di tempat sy ditilang ( jl. arteri belakang gedung gramedia palmerah). Nah polisinya bilang tdk bs ambil disini dan harus ambil di Pancoran.
Di slip biru polisi tdk mencantumkan nmr rekening BRI tujuan, hanya ditulis BRI TOMANG
mohon penjelasannya nich, kok slip biru malah jd tambah merepotkan
wah begitu ya..pak Agus…. pak polisi nya udah lebih canggih lagi nih…..setahu saya dulu langsung bayar ke atm …langsung ambil di tempat hari itu juga…..
apa prosedurnya dirubah …atau hanya akal akalan di lapangan ya…. ?
siapa bisa bantu …????