Tadi pagi kami mengadakan pertemuan pengurus WOTK (Wali orang tua kelas) kelas X (dimana anak saya duduk) dan kelas XI (kakak kelasnya). Sungguh-sungguh sangat prihatin mendengarkan pengalaman orang tua murid kelas di atas anak saya tersebut.
Namun secara prinsip permasalahan tetap sama yaitu : tidak adanya transparansi anggaran dan penggunaan dana pendidikan, belum sesuainya fasilitas dan sarana belajar mengajar seperti yang dijanjikan semula, kualitas guru dan program, serta komunikasi dengan manajemen sekolah.
Ada beberapa hal yang sangat tidak masuk di akal tentang pengelolaan kelas international ini, contohnya :
1. Beberapa Guru belum memahami sepenuhnya sylabus dari cambrige. Akibatnya point yang ditekankan dalam pengajaran masih seperti program regular, padahal buku pegangan dan hal yang akan diuji benar-benar mengacu pada sylabus yang sudah berstandard global.
2. Dana lebih banyak ditujukan kepada honorarium bukan untuk kepentingan kualitas pendidikannya.
3. WOTK lebih dan sangat-sangat proaktif dalam monitoring dan analisis perkembangan anak, sementara sekolah mengetahui lebih belakangan. kalau pun tahu tapi tidak melakukan action apapun.
4. Dalam satu tahun orang tua murid kelas XI (saat anaknya di kelas X tahun lalu) tidak kurang 32 juta dana yang diinvestasikan untuk pendidikan ini, mengingat masih dibutuhkannya kegiatan tambahan untuk menunjang optimalisasi hasil prestasi belajar.
Jadi buat para orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke kelas international, anda harus siap meluangkan waktu dan usaha yang besar dalam monitoring, analisis dan bahkan pengambilan keputusan dalam proses kegiatan belajar dan mengajar disamping dana yang tidak sedikit.
Hingga saat ini saya memang masih bingung bagaimana sebenarnya peran pemerintah (Diknas) dalam kelas international ini.


Hahaha.. Oom bener tuh… Oom.. jgn ditulis di blog aja donk. di e-mailin ke papa mama juga. hehehe.
[...] 1. SMUN Favorit Kelas International [...]
[...] SMUN Favorit Kelas International [...]
[...] saya sudah menulis artikel yang cukup pedas di blog ini ( baca SMUN international bag 1 dan bag 2) ?. Wallahualam. Namun kini Ada secercah harapan bahwa pihak sekolah ingin memperbaiki [...]