Setiap hari kita dijejali sinetron indonesia yang cerita sangat-sangat melecehkan logika dan emosi kita. tapi hebatnya walaupun kita maki-maki sinetron tsb, begitu kita menonton kadang kita terjerat untuk mengikutinya…. seperti sebuah virus berbahaya yang punya daya rusak dan penyebaran yang luar biasa.
Dan sebelum kita terus memaki sinetron tersebut coba kita lihat kehidupan berbangsa ini ? bagaimana kita memandang dosa orba dan perjuangan reformasi ? ya mirip dengan sinetron … akal sehat kita terlecehkan oleh kejadian perjalanan politik bangsa indonesia
Saya sendiri saat ini tengah menonton sinetron Kasih yang dibintangi oleh artis-artis yang enak dipandang (si cantik Nabila Syakib & si ganteng Cristian Sugiono). Tema cerita juga tidak istimewa, tetapi hanyalah tema klasik yang biasa diminati dari jaman shakespeare hingga jaman millenium, yaitu hanya kisah mengenai cinta dan dendam.
Hal yang sangat menyedihkan dari sinetron ini (saya kira sama juga dengan sinetron indonesia lainnya) adalah betapa si penulis menganggap kita penonton sebagai orang-orang yang bodoh dimana logika sebab-akibat sangat-sangat dipinggirkan atau bahkan dibuang jauh-jauh.
Pemaksaan logika ini semata-mata dipaksakan oleh si penulis demi membangun konflik, ketegangan yang dibangun…….
Aneh-nya masyarakat kita sangat menikmatinya….. sebaliknya saya sangat-sangat prihatin dengan hal ini, bahkan lebih prihatin lagi karena ini mirip sekali dengan gambaran masyarakat kita masyarakat indonesia dalam melihat kehidupan politik dan bernegara…..
Bagaimana logika kita dipinggirkan oleh masih bercokolnya orde baru dalam era reformasi ini hanya dengan mengubah tampilan/bajunya. Masyarakat kita sama seperti Ibunya Kasih (yang diperankan baik sekali oleh Teti Liz Indriati) yang membela mati-matian “nala praditya” anaknya yang sudah mendurhakakan orang tuanya, jelas-jelas sebagai penjahat. Kelemahan logika diumbar dengan munculnya seseorang dengan wajah mirip nala (diperankan keduanya oleh Geovani Tobing) yang sudah jelas-jelas berbeda dari perilaku, tanda-tanda lahir….. tapi si Ibu di butakan ….. wah alur cerita memang rada rumit dan saya tidak bisa sampaikan disini …..intinya sinetron ini menjengkelkan karena melecehkan logika tapi menguras emosi karena ceritanya klasik cinta dan dendam dan skenario cukup baik untuk mengikat penontonnya.
kalau anda menonton maka anda akan jengkel sekali dan hampir setiap episode mengatakan kok…. nggak mungkin ya ada kejadian seperti itu…. tapi si penulis memang pintar….. ia meramu hal itu juga dengan kejadian keseharian…. dan dalam beberapa hal tampak sangat wajar ………Namun ya…. sebenarnya kita di tipu habis-habisan oleh dramaturgi yang dipaksakan dan membungkus kebodohan logika dalam skenario yang lihai
Menurut saya penulis seperti ini memang pandai namun tidak punya tanggung jawab mendidik bangsa ini untuk mempunyai logika berfikir yang normal nggak usahlah logika yang sangat tinggi… tapi yang wajar saja… normal saja … itu pun sangat-sangat di lecehkan oleh si penulis ….
Namun kalau saya coba refleksikan pada kehidupan berbangsa kita….. ya kok mirip juga …!
Orde baru dengan kejahatannya seperti matinya demokrasi, hancurnya mental sehingga maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme, hutang buat anak cucu kita, perpecahan berkepanjangan, dlsb….. seolah dilupakan begitu saja…..
Kini kita digiring kembali oleh romantisme fase pembangunan semu jaman orba, jasa orba seolah-olah kita bisa seperti sekarang karena suharto, kita harus berterimakasih dan punya nurani dan sopan santun pada bapak pembangunan kita (persis seperti sinetron kasih dimana kita harus menghormati kakak/anak yang jahatnya sudah sangat-sangat keterlaluan dan nggak masuk akal juga)
mana yang lebih dulu mempengaruhi kejahatan ini …. kehidupan bangsa kita menciptakan sinetron seperti itu atau sinetron kita menyebabkan masyakarat jadi berfikir dengan pola seperti itu ???? Wallahualam ……


quote: “kehidupan bangsa kita menciptakan sinetron seperti itu atau sinetron kita menyebabkan masyakarat jadi berfikir dengan pola seperti itu ????”
wah sulit banget. soalnya dilema kejadiannya sudah begitu, yang mana yang mulai duluan yah? mungkin kehidupan bangsa yang sudah kacau menyebabkan sinetron kita jadi kacau juga.
Kalau saya numpang lewat nonton sinetron yang ditonton mama saya biasanya saya bilang, “namanya juga sinetron, dibuat-buat banget..”
lah berarti kehidupan masyarakat kita dibuat-buat juga donk? rekayasa begitu?
-_________-
sinetron emang nggak enak ditonton.
hmm.. mungkin.. kehidupan bangsa kita yg menyebabkan masyarakat jadi berfikir sperti itu danmenciptakan sinetron-sinetron nggak jelas. (yaampun. ind*siar bgt!!)
sinetron emang nggak enak ditonton.
hmm.. mungkin.. kehidupan bangsa kita yg menyebabkan masyarakat jadi berfikir sperti itu danmenciptakan sinetron-sinetron nggak jelas. (yaampun. ind*siar bgt!!)
iya nih, suka naik darah sendiri kalo nonton sinetron
Gw paling benci ama sinetron.sangat konyol gak masuk akal juga gak merakyat.cengeng bikin orang tambah gila.perusak rumah tangga aja.makanya jangan di tonton.lebih baik kita sholat dan ngaji Alqur’an aja sehat dapt pahala lagi,dr pada nonton sinetron gak karuan.