Saya sangat-sangat heran dengan pengelola jalan tol kita. Semakin hari layanannya semakin parah namun harga enak saja terus dinaikkan.
Coba kita perhatikan salah satu layanannya saja… yaitu lampu jalan. Semakin hari lampu jalan yang hidup di jalan tol semakin sedikit. Padahal saya yakin biaya yang dibebankan kepada kita dalam bentuk harga tol tsb pastinya sudah memperhitungkan biaya operasional penerangan lampu tersebut.
Tapi seenaknya mereka memotong biaya tersebut dengan mematikan sebagian lampunya dan kita harus melihat jalan remang-remang, tetapi harga tol terus dinaikkan. kalau alasannya hemat energi karena kita krisis listrik, maka harga tol juga harus disesuaikan dengan menurunnya biaya operasional pengelola jalan tol.
kenapa ya pemerintah selalu tutup mata dengan kualitas layanan umum ini ? seharusnya BUMN punya standard kualitas layanan dan selayaknya membangun sistem untuk itu.
Apa kabar ya dengan yayasan lembaga konsumen kita (YLKI)? mengapa kok hal ini didiamkan juga ?


SPM jalan tol tak berteori makanya tak sempat dipakai, kalah jauh sama cina pak.hehehehe