Feed on
Tulisan
Komentar

Saya agak heran dan bingung mengapa Pemerintah tidak mengerti apa yang dijelaskan Pak Kwik Kian Gie mengenai perhitungan subsidi BBM, juga mengapa Pak Kwik seolah tidak mengerti apa yang terjadi di pemerintahan ? apakah memang sesederhana yang diuraikan pak Kwik ? atau dengan kata lain Pemerintah demikian bodohnya …. atau ……

Pak kwik menjelaskan bahwa seharusnya kita kelebihan uang dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, karena kita sebagai produsen.  Jadi harusnya kita menikmati keuntungan seperti negara produsen minyak lainnya di dunia….. Tapi apa yang terjadi ??? Indonesia justru makin menderita dengan kenaikan ini…. apa yang sebenarnya terjadi ???

Coba simak penjelasan pak Kwik mengenai BBM :

Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang. Uangnya Dilarikan Kemana?
Jumat, 11 April 08

Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?

Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata “subsidi BBM” itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya dilarikan ke mana?

Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.

Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per liter.

Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi.

Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.

Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel.

Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel terlampir.

Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?

Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.

PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)

DATA DAN ASUMSI

Produksi : 1 juta barrel per hari

70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
1 US $ = Rp. 10.000
Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
1 barrel = 159 liter
Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter

PERHITUNGAN

Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000
Konsumsi dalam liter per tahun 60,000,000,000
Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun 19,375,500,000
Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini
(19,375,500, 000 : 159) x 100 x 10.000 121,900,000, 000,000
Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri
40,624,500,000 x Rp. 3.870 157,216,815, 000,000
Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel
Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar 35,316,815,000, 000

Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap
liter bensin premium yang dijual,
Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) 4,500
Biaya lifting, pengilangan dan transportasi
US $ 10 per barrel atau per liter :
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan) 630
Kelebihan uang per liter 3,870

Oleh Kwik Kian Gie

Satu bulan saya meninggalkan wordpress, setelah selama 2 bulan saya terjerat dalam candunya. saking candunya… saya bisa 3-5 kali sehari buka blog….. menulis 2-3 artikel per hari…

Sebenarnya saya tidak total 100% meninggalkan wordpress, at least seminggu 2 kali saya intip blog saya untuk melakukan moderasi komentar yang masuk…. lumayan tiap hari masih dibaca +/- 100 orang, tapi maaf sekali untuk sementara saya stop menulis dulu ……

Saya sekarang tidak lagi dihantui oleh kewajiban menulis yang memporakporandakan prioritas saya yang lain…… (padahal kan salah sendiri ya… hehehe)
Sekarang saya lebih bebas menentukan prioritas saya … terbebas dari dikte WP ….
Ternyata dunia itu … indah juga tanpa WP ……

(Note : boleh diartikan : lagi nggak ada ide …cari-cari alasan ..hahahaha)

Semua merasa surprise dengan kemenangan HADE di pilkada jabar.  Gubernur (dan wakil gubernur) terpilih relatif muda, relatif jauh dari kesalahan pemimpin masa lalu.  Sebuah harapan baru di negeri ini .  Walaupun kemenangan ini belum resmi, tapi hampir bisa dipastikan HADE pemenangnya.

Kita semua tahu Ahmad Heryawan adalah kader PKS, dan PKS juga telah merebut hati masyarakat DKI saat pilkada yang lalu (walaupun kalah….tapi kalah tipis/terhormat).  Apakah kemenangan ini merupakan indikasi PKS makin menarik simpati publik terdidik di negeri ini ? Ataukah hanya ekspresi sesaat atas kebosanan pada wajah pemimpin dan partai lama ? mari kita saksikan terus drama baru panggung politik kita menjelang pemilu 2009

Saya bukanlah pengamat politik..apalagi politikus…. tapi saya termasuk golongan yang menginginkan adanya pembaharuan di negeri ini.  Boleh kan …. orang awam bicara politik hehehe

Tentu saja saya (dan mungkin anda juga) masih harap-harap cemas …..

Penuh harap karena dengan munculnya/bangkitnya partai yang relatif agak jauh dari ORBA ini, diharapkan perbaikan yang lebih nyata dan jelas tanpa harus kikuk pada dosa-dosa masa lalu. 

Cemas karena hal ini belum pernah terjadi… yang sudah-sudah … yang diharapkan pada akhirnya kikuk lagi dan bahkan terseret hingga menjadi bagian dari dosa masa lalu ….

Semoga saja harapan akan adanya semangat pembaharuan ini akan jadi kenyataan….

Namun saat saya menonton ulasan hasil sementara Pilkada jabar di TV one minggu sore kemarin….. dimana pasangan HADE ini diwawancara langsung….

HADE sepertinya tidak atau belum siap akan menang ! Keduanya kelihatannya tidak pernah menyangka akan memenangkan pemilihan ini … at least ini persepsi saya saat menonton tayangan tsb.  Kenapa ?

Saat ditanya apa yang akan dilakukan, hal apa yang akan menjadi perhatian saat memimpin jabar ? mereka tidak punya jawaban yang lugas …. hanya jawaban-jawaban yang terkesan normatif …. Jawabannya yang saya ingat pada intinya sbb : (ingat, pertanyaannya sangat jelas… program apa yang akan dilakukan segera setelah memimpin jabar), begini jawabannya :

1.  Saya akan bersyukur atas kemenangan ini….. (lho kok kurang nyambung sama pertanyaan)

2.  Mengumpulkan dan mengajak seluruh stakeholder memberi inputan….(kok baru sekarang ???)

Waduh..waduh… jadi mereka belum ada program yang jelas.  Dede Yusuf malah menjawab dengan resep keberhasilan kampanyenya yang lebih down to earth … tidak menjawab pertanyaan sesungguhnya !

Tapi, saya tetap berharap … saat ini mereka dan partai pendukungnya segera bekerja keras untuk menyusun program.  Jangan buang waktu … jangan mabuk pesta pora kemenangan…. ini ibadah …. ini tanggung jawab … ini amanah (sesuai sama nama partai amanat yang diusung Dede Yusuf)…..

Saya belum menyaksikan kembali wawancara-wawancara berikutnya …semoga jawabannya dalam wawancara berikut tidak segugup saat pertamakali TVone mewawancara atas hasil quick count yang sangat mengejutkan semua pihak.

Ayo HADE … buktikan bahwa anda memang HADE (Huebat buanget) …. Amanah yang diterima manfaatkan sebaik-baiknya….. menurut kabar kan biaya kampanye anda yang paling kecil … jadi nggak usah sibuk bayar hutang kampanye ….. mudah-mudahan….

catatan : judul ini sudah berubah 3 kali… karena banyaknya postingan mirip dan rada sensitif

Postingan ini bukan cari sensasi, tapi saya yakin ini bukan foto yang bisa menyaingi sandra dewi atau alien tumbuan, atau foto-foto heboh yang bikin blogger makin dianggap sinis.  Jujur saat ini saya memang sedang turun semangat ngeblog, karena garing ide. (maaf …judulnya memang rada bombastis ini contoh kreativitas saja …hehehe)

Terinspirasi oleh postingan pak trainer nh18, saya jadi ingin juga menampilkan foto jadul yang pastinya nggak bakal di sensor malah jadi tebak-tebakan…. kalau nggak tertarik ya stop saja disini hehehe

Membuka album lama memang selalu asyik.  Banyak kenangan-kenangan di baliknya….di bawah adalah foto jadul saat SMA 9 Bandung (dimana saya 3 tahun belajar di sana) tampil di TVRI (satu-satunya TV yang ada saat itu) tepat tgl 25 Desember 1981. 

Coba tebak saya yang mana ??

jadul

Ya beginilah foto wanita-wanita cantik dan pemuda ganteng ala 80an…. JADUL ABEES….

Beberapa waktu yang lalu kita bertemu dalam reuni yang sangat seru….semua sudah berubah….yang pemuda jadi bapak-bapak gendut, botak atau beruban…. yang wanita juga sudah banyak berjilbab, gemuk… walau masih tergurat sisa-sisa kecantikannya.

Bisa tebak yang mana saya ?

Saya punya hobby berat nyanyi, dengan adanya organ dan sound systems yang memadai (layak disewakan kata tetangga saya) setiap week end pasti saya sempatkan nyanyi di rumah …dan lamanya bisa setengah sampai 2 jam non stop !

Setiap ada acara keluarga, saya pun enggak pernah lepas dari urusan nyanyi alias manggung, biar latihan tiap minggunya ada hasil hahaha. Ini salah satu lagaknya di acara keluarga (narcis banget ya….hehehe) :

Waktu jaman karaoke…. saya memang lebih suka nyanyi lagu-lagu jadul karena kaset dan cd karaoke, koleksinya yang begituan…..,

Namun 3 tahun terakhir sejak organ yamaha seri baru makin gampang dimainkan…. bahkan dijadikan karaoke tetapi dengan sensasi “live music “…….. lagu-lagu anak muda yang baru bisa kita copy … dan langsung organnya memainkan musik persis seperti musik aslinya di panggung … dan kita tinggal nyanyi !

Jadi kita serasa jadi penyanyi beneran …..kalau udah hari libur…… 20-30 lagu lewat deh mulai dari lagu jadul, jazz, pop … hajar bleh…..

Kadang malem kalau lagi suntuk … saya pun bisa nyanyikan lagu-lagu lembut …. pokoknya mau nyanyi langsung tancap aja wong di rumah sendiri …..

Lucunya, kemarin minggu pagi-pagi …..saya sedang melihat-lihat bunga yang dirawat istri saya di halaman depan, bapak tetangga lewat…. pak nyanyi dong …. tapi lagu-lagu memory ya pak….. udah kangen nih dengernya ….

kalau hari minggu pagi biasanya istri saya merawat taman, saya nyanyi… (pintu terbuka lebar) jadi tetangga bisa denger tuh teriakan-teriakan saya….

saya pikir mereka tertanggu ….wueleh wueleh …. kok malah di request khusus nih …..tambah ge er deh.

Memang minggu-minggu terakhir saya lebih hobby nyanyi lagu-lagu baru kayak Keris patih, Ada band, Letto, Nidji, Andra, yovi & nuno, Tompi, Maliq d’essensial, dll …. bleh ….. berjiwa muda banget kan ? , (buat bunda menik, saya masih pantes kok dipanggil mas ..hehehe)….tetangga depan rumah juga senengnya saya nyanyi lagu-lagu baru.

Yaah…..Alhamdulillah ternyata suara saya masih bisa dinikmati …..sejauh ini nggak ada yang protes keberisikan ….(atau mereka nggak berani yah ??).

Tapi bagimana lagi….nyanyi adalah pelampiasan saya melepaskan dari kepenatan rutinitas dan beban pekerjaan ……. ayo siapa mau nanggap hahaha….

“Garing banget sih tulisannya” begitu komentar anak saya  atas postingan ini….. tapi ini kan blog saya ……bebas toh ? silahkan menyesal kalau membacanya …kekekekekek

NB :

1. sebenernya daripada ngeblog …. saya lebih tahan nyanyi …..

2.  siapa blogger yang punya hobby sama ? kapan-kapan nyanyi bareng yuk !

Berkali-kali saya melihat acara titik balik di Metro TV tentang mantan pecandu narkoba yang insyaf dan saat ini sudah hidup sukses.  Artis Top, Ulama kondang, dan yang baru saja saya toton adalah kehidupan masa lalu seorang dokter yang kini menjabat Sekjen Yayasan Cinta Anak Bangsa !

Semuanya (artis, ulama dan juga dokter tsb), dengan bangga menyatakan saya sudah coba macem-macem ….. ! makin lama nontonnya makin kesal saja …… berbuat tidak benar kok bangga !

Apa produsernya tidak memikirkan dampaknya bila anak-anak muda yang menonton menjadi berfikir :

“… ah mending nyoba deh … kan buat pengalaman…. nanti kan bisa berhenti ! kan.. banyak contoh pecandu bisa sembuh, baik dan sukses …”

Kita semua juga tahu ….Narkoba sangat-sangat berbahaya ….. siapa yang berani memastikan setelah mencoba pasti bisa lepas dari jerat narkoba ???

Saya berharap Metro TV sebagai media berita utama, lebih bertanggung jawab, lebih berhati-hati dalam menggarap program-program non beritanya …..

Apakah team Kreatif Metro TV tidak dapat membuat program pendidikan yang lebih berbobot sehingga resiko salah persepsi pemirsanya dapat ditekan.

Liburan tahun yang lalu, kami sekeluarga berkesempatan berkunjung ke negeri siam Thailand.  Seperti umumnya turis di bangkok, kami tidak melewatkan pertunjukan cabaret yang dimainkan oleh banci-banci cantik thailand. Coba lihat betapa cantiknya banci disana (foto dari dekat, setelah pertunjukan)….

Katanya bintang iklan cantik di sana banyak yang sebenarnya banci ….

Berikut stock foto saya satu lagi saat mereka beraksi dipanggung (karena di zoom, tanpa blizt & dicropping, maaf jadi kurang jelas… red .), agak seronok, tapi ini sebenarnya 2 foto yang relatif sopan dibanding foto lainnya ..hehehe…..

Selesai pertunjukan, para penari/penyanyi cabaret tsb berjejer di pintu keluar pengunjung.  Saking inginnya melihat / memotret dari dekat ( dan juga penasaran apakah bener banci atau perempuan asli ), saya berjalan keluar terlebih dahulu dari istri dan anak-anak saya, agar mereka tidak menunggu terlalu lama saat saya jeprat jepret.

Keinginan saya tersebut, mungkin nggak direstui …(at least oleh istri saya hehehe)….maka datanglah bencana tsb !

Begitu saya memotret banci cantik (foto pertama di atas) bersama salah satu penonton, kamera saya langsung dirampas oleh banci yang lain dan ia memaksa saya untuk berfoto bersama dengan rekannya.

Saya digeret dengan paksa berdiri di antara 2 banci yang ternyata kasar, kuat dan seram juga, lalu tangan saya pun dipaksa memeluknya (meletakkan dengan paksa tangan saya di tubuhnya…..) dan rekannya (banci) yang lain memotret kami bertiga !  Sekali lagi, saya diapit oleh 2 orang banci cantik berpakaian seksi dan tangan kiri dan kanan saya memegang tubuh palsu banci cantik dan seksi tsb.

Saat kamera memotret, saat itu pula istri dan anak saya sampai … karena jaraknya paling hanya 15-20 antrian di belakang…. tentu saja istri saya terhenyak dengan kejadian tersebut ! Lalu di depan istri saya, para banci tsb meminta saya untuk membayar 200 bath ! Karena yang pegang uang istri saya, maka istri saya dengan terpaksa akhirnya  mau membayar 50 bath kepada banci tsb, beruntung mereka mau dan mengembalikan kamera saya….

Dan anda tahu …..

Setelah kejadian itu….. istri saya ngambek hingga keesokan paginya, ia tidak percaya bahwa saya dipaksa berpose seperti itu… katanya : “dipaksa kok ayah ketawa”.  ya mosok saya mesti marah-marah seeh ?  tapi kejadian itu ……bikin kapok deh !!!

foto nya …… malu ah ! tidak sopan …..

Enak aja sih dia bilang saya pelit, opportunist, galak, egois, kejam …. huh ! Saya nggak seburuk itu tau ! Ngaca dulu dong …… , baru boleh ngomentarin orang  !

Ya, sering kita tidak bisa menerima kritikan atau pernyataan orang lain tentang kekurangan kita. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita dalam kekurangan….

Bukannya kita bercermin dan mengoreksi diri tetapi malah balik sibuk mengomentari orang tsb.

Kritik sebenarnya adalah anugrah dari Tuhan.  Seharusnya kita bersyukur diberi ladang untuk memperbaiki diri …

Jangan merisaukan siapa yang menyampaikan,

Jangan merisaukan caranya menyampaikan…

tapi fokuslah pada apa yang disampaikan. 

Kita umumnya merasa sudah sabar, tapi bukankah kesabaran itu tidak berbatas ?
Kita merasa cukup banyak memberi ? tapi apakah kita sudah sedermawan rasullulloh ?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus bisa dikembangkan oleh kita agar kita merasa masih ada ruang untuk memperbaiki ….

Semoga tulisan singkat ini dapat mengingatkan kembali, …..mampu menggugah kesombongan kita ….. untuk lebih terbuka pada kritikan sehingga kita terus dapat memperbaiki diri …..

Apakah anda setuju dengan statement orang bijak bayar pajak ? pasti jawabnya beragam.  Tapi inti dan maksud kalimat ini tentunya anda mengerti, bahwa pemerintah menggalakkan rakyatnya untuk membayar pajak.  Nggak salah dong ….

Hanya saat pemerintah menggembar-gemborkan agar semua membayar pajak, pak menteri keuangan harus mengingatkan beberapa menteri yang belum bayar pajak (kompas minggu lalu).  Yang sangat konyol… dari millist kawan saya, di suatu seminar di akhir tahun lalu 2007, Ibu Sri Mulyani (Men Keu) bahkan menyampaikan bahwa pak dirjen pajak belum punya NPWP, berikut kutipan millist tsb :

___________

From: BAI_SR_17423@yahoogroups.com [mailto:BAI_SR_17423@yahoogroups.com] On Behalf Of TAW
Sent: Thursday, November 22, 2007 4:21 PM
To: FE83; BUMI ASIH INDAH
Subject: Spam:[BAI/SR Jatiasih 17423] Kita Dikibulin

 Dalam seminar hari ini 22/11/07 di hotel Dharmangwangsa, menkeu mengungkapkan bahwa dirjen pajak BELUM PUNYA NPWP….

————-

wueleh..wueleh ….. jadi perlukah / maukah kita jadi orang bijak ???

Ceritanya ingin jadi orang bijak …. makanya saya bayar pajak dengan menyerahkan SPT tahunan ke kantor pajak !  Tapi ternyata perlu ekstra bijak …..(boleh dibaca bijak saja tak cukup) …..

Tahun-tahun lalu, saya tidak perlu menyerahkan SPT karena sudah dibayarkan kantor dan terdaftar alamat kantor. Pendek kata diurusin kantor.  Tapi tahun ini, semua karyawan harus menyerahkan SPTnya sesuai alamat domisilinya.  Setelah mendapat kartu NPWP dan penjelasan cara pengisian form SPT, maka sayapun bulat untuk menyerahkan sendiri ke kantor pajak…. itung-itung jadi pengalaman pertama, supaya kalau ada kekeliruan saya bisa lebih mengerti.  Oh ya.. kalau salah isi kita kena denda .

Sesuai dengan kartu NPWP saya, maka saya menyerahkan SPT tahunan ke Jln Dewi Sartika. Sebelum ke sana, saya cek daftar alamat sesuai kode nomor NPWP.  Klop ! lalu saat di pintu masuk saya tanyakan kepada petugas disana….apakah kode wilayah di NPWP saya benar membayar disini… petugas mengatakan ya !

Tak ada yang menjelaskan prosedur selanjutnya….Maka saya pun mengambil nomor antrian, dan ternyata masih ada sekitar 83 orang antrian depan saya.  Dengan sabar saya mengantri hingga giliran saya.  Dan saat nomor saya dipanggil, dengan senang saya serahkan SPT saya lengkap dengan lampiran yang dibutuhkan.

Tapi apa kata sang petugas ? oh maaf pak nomor bapak ini sekarang bayarnya di pasar rebo, sudah dipisahkan ! dan sebelum kesini berkas bapak harus diperiksa dulu ….oleh petugas kami di sana…… Gubrak ! udah nunggu lama, ternyata salah kantor ? untung petugasnya ramah dan meminta maaf …… maka darah pun tidak naik…. tapi kecewa … ya… bangeet !

Sampai di pasar rebo, saya pun langsung ke meja pemeriksaan awal…. setelah oke, saya baru mengambil nomor antrian.  Disini kesabaran diuji.  Antrian di depan saya masih 34 orang ….. tapi lamanya minta ampun….

saat orang mengantri… para petugas dengan santainya ngobrol … jalan sana-sini, ambil minum, bercanda …..dari 5 petugas… hanya satu yang kelihatannya serius….. semua menggerutu tapi tidak bisa apa-apa….

Bapak disebelah saya (petugas dari salah satu kantor swasta, sering bolak balik ke kantor ini) mengatakan  : “minggu lalu mereka sudah dimaki-maki yang ngantri karena sikap santainya …. tapi ya..tetep aja nggak berubah… ” ceritanya dengan nada cukup kesal.

Kekesalan saya tambah lagi … katanya belum semua menteri membayar pajak dan ini ditegur oleh menteri keuangan Sri Mulyani (ada berita di kompas beberapa hari yang lalu).  Dan yang sangat konyol…. dari kawan saya di millist……dalam seminar akhir tahun lalu, Dir Jen Pajak di sentil Men Keu karena ybs belum bayar pajak !

Wueleh…….. kita semua kena tipu neeh ….! semoga sekarang mereka sudah bayar ya !

Anda bagaimana ? mau jadi orang Bijak ?

Older Posts »